Mash Up Monsters Teman Bermain Saat Senggang Bersama Anak

Mash up monsters

Kalau ditanya seberapa tergantungnya saya dengan telepon genggam (utamanya android)? Maka bisa dijawab cukup tergantung. Walau tidak 100% ketergantungannya masih diantara 75-80%. Sudah punya niat untuk mengurangi ketergantungan dengan telepon genggam, tapi masih belum mampu. Ketergantungan saya sebenarnya masih belum terlalu hanya sebatas ber-whatsapp dan cek twitter sesekali saja.

Tapi saya sudah merasakan terganggu juga dengan ketergantungan tersebut, alasannya tentu saja karena anak. Kenapa anak? ya karena mereka sudah bisa memprotes bundanya bila asyik sendiri dengan telepon genggam untuk melihat wahtsapp. Terlebih ketika beberapa waktu lalu anak-anak saya ajak untuk hadir dalam sebuah pengajian. Di pengajian itu ustadznya membahas tetang begitu banyaknya kaum muslimin saat ini yang begitu tergantung dengan telepon genggam. Bahkan pada akhirnya meremehkan dan melupakan Al-qur’an.

Sudah berasa dengan isi ceramah dari sang ustadz, mengenai ketergantungan dengan telepon genggam. Terlebih anak-anak sekarang suka mengingatkan dengan kalimat yang mereka dengar dari ustadz, agar bundanya tidak lagi memegang telepon genggam. Kalau sudah begitu saya hanya tersenyum dan meminta maaf. Selanjutnya berjanji untuk tidak melakukannya lagi dan lebih banyak berinteraksi dengan anak.

Walau belum sepenuhnya berhasil mewujudkan untuk meninggalkan telepon genggam saat bersama keluarga. Tapi saya sudah mulainya beberapa kali dengan cara menjauhkan telepon genggam saat sore hari tiba. Selain itu juga melakukan cara yaitu membeli dua buah papan permainan (game board), secara online dari manikmaya. Beli papan permainan ini sudah sejak tahun lalu, sekitar pertengahan bulan November. Ini karena penasarannya dengan papan permainan yang asli buatan anak negeri.

Mash up monsters dan mat goceng

Mengenal Papan Permainan (Game Board) Mash Up Monsters

Saya langsung membeli 2 buah papan permainan, yaitu mash up monsters dan mat goceng. Baru saya buka dan mainkan pada pertengahan Januari 2015 yang lalu. Itu pun baru saya buka satu saja, yaitu permainan mash up monsters. Sementara yang mat goceng belum saya buka dan mainkan sampai sekarang. Kenapa begitu lama baru dimainkan sejak beli? awalnya saya khawatir permainan itu hanya dapat dimainkan oleh anak dengan umur di atas 6 tahun. Karena di petunjuk permainan ada syarat umur pemain adalah 6+. Kalau kakak yang berumur 6 tahun, saya menganggap dia sudah dapat mengerti. Adik yang masih berumur 4 tahun lebih, saya khawatir dia masih belum mampu memainkannya.

Asyik main mash up monsters di lantai

Mashup Monsters Teman Bermain Saat Senggang Bersama Anak

Baru tanggal 18 Januari saya menyempatkan diri untuk bermain mash up monsters saat senggang bersama anak-anak. Saat sudah dimulai permainannya ternyata cukup mudah, sekalipun untuk anak berumur 4 tahun lebih seperti adik. Bahkan kakak sudah mulai keranjingan bermain mash up monsters. Saat membuka kerdus permainan dan memulai membaca petunjuk permainan saya cukup bingung. Ya, mungkin karena baru kali ini saya memainkan papan permainan (game board) kalau monopoli bukan termasuk papan permainan. Jadi masih harus meraba dan pelan-pelan mempelajari petunjuk permainannya.

2 kartu gabung jadi 1 dapat monster baru

Di dalam kardus papan permainan mash up monsters akan ditemui beberapa perlengkapan untuk bermain. Ada 60 kartu yang bergambar monster-monster lucu dengan dasar berwarna putih. Masing-masing dari kartu tersebut memiliki belahan horisontal seukuran separuh kartu. Selain petunjuk permainan tentu saja disediakan dua buah dadu. Dengan percaya diri saya mulai mengocok kartu-kartu bergambar monster tersebut. Sesuai petunjuknya saya membagikan 4 buah kartu kepada masing-masing pemain dan memulai permainan dengan mengocok dadu. Keluarlah nomor dari dadu pertama kemudian gambar dari dadu kedua.

Selanjutnya masing-masing pemain yaitu saya, kakak, dan adik mulai mencocokan kartu yang ada di tangan. Dengan angka dan gambar yang keluar dari dadu yang baru saja dikocok. Tiga putaran berlalu dan berhasil dimainkan dengan menyenangkan dan tanpa hambatan. Namun dalam permainan keempat saya merasa ada yang berbeda dan ada yang aneh dengan belahan horisontal yang ada di masing-masing kartu. Pasti ada maksud dan tujuan dibuat belahan di kartu secara horisontal itu. Maka saya pun berhenti sebentar untuk mencari tahu apa maksud dan tujuannya.

Aha, saya pun menemukan jawabannya, setelah secara tidak sengaja adek menggabungkan 2 kartu menjadi 1. Ternyata belahan horisontal di tengah masing-masing kartu adalah untuk menggabungkan. Ya menggabungkan 2 kartu menjadi 1 kartu, sehingga akan didapatkan bentuk monster baru yang lucu. Acungan jempol buat ide dan kreativitas dari para pembuat kartu dari mash up monsters ini.

Permainan mash up monsters cocok untuk mengisi liburan sekolah bagi anak dan keluarga. Dapat memberi keakraban bersama, antara anak dan orang tua. Alasan terpenting adalah menjauhkan dari telepon genggam dan dunia online. Sebagai orang tua tentunya harus selektif dan sudah membuat peraturan di awal tentang waktu-waktu bermain. Dengan begitu anak dapat belajar memanfaatkan dan membagi waktunya. Karena biar bagaimana pun permainan harus dibatasi.

4 thoughts on “Mash Up Monsters Teman Bermain Saat Senggang Bersama Anak

      • Bunda agak nya ada yang salah tuh waktu nge-mashup monster-monsternya. Ketika di mashup, satu monster harus jadi kepala, satu lagi jadi kaki (bagian kaki itu yang ada nama ilustratornya).. kalau dari foto-foto diatas ada kaki-kaki, sama kepala-kepala, tapi kalau memang untuk memudahkan pemain yang lebih muda untuk memainkannya aturan diatas bisa di hilangkan. hehe..

        • Akhirnya ada admin manikmaya yang mengoreksi. Ternyata gitu ya caranya, maklum belum pernah main. Karena cari caranya di manualnya tidak ada. Kalau main lagi segera diperbaiki. Makasih infonya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>