5 Manfaat Bersepeda Bagi Tubuh

Kalau ada yang tanya kapan terakhir kali olahraga? pasti saya jawab pekan lalu. Tapi jangan dibayangkan kalau olahraga yang saya lakukan adalah olahraga berat. Eits sebentar, mau meluruskan dulu nih. Yang menjadi olahraga berat versi saya, semisal: lari dan senam aerobik. Karena kedua olahraga tersebut sama sekali tidak sanggup saya lakukan. Bisa-bisa pingsan duluan 😁. Lari jelas, nafas tidak kuat. Kalau aerobik, saya tidak sanggup mengikuti gerakannya. Makanya daripada menghindari, jadi saya pilih saja jenis olahraga yang pas di hati. Pilihannya jatuh pada bersepeda. Sudah sejak kecil, bersepeda menjadi kegemaran saya. Sejak SD sering bermain dengan sepeda pinjaman milik tetangga ataupun kakak sepupu. Nasib, tidak pernah dibelikan sepeda oleh ibu. 

Hingga sekarang saya masih senang bersepeda. Walau tidak rutin, tapi pernah bersepeda. Yang dekat-dekat selain jalan kaki, saya lakukan dengan bersepeda. Dilakukan bersama anak-anak dan juga teman. Catatan terbaik dan terjauh bersepeda kami baru sampai monas. Dua tahun lalu, saya, seorang teman, nona, dan gadis kecil menuju puncak tugu monas dengan gowes sepeda. Bisa mengajak anak-anak bersepeda sampai monas prestasi tersendiri buat saya. Tahu sendirikan jalanan ibukota seperti apa ramai dan padatnya. Itu pun tidak tiba-tiba langsung ke monas dengan sepeda. Bisa gempor anak-anak. Perlu ada pengenalan dan latihan bersepeda dulu. Beberapa kali saya ajak bersepeda dengan rute yang pendek. Sependek-pendeknya kurang lebih 5 kilometer, terus diulang. Sampai anak-anak merasa senang, menikmati, dan sudah mulai kuat. Barulah saya berani memberi tantangan lebih kepada mereka.

Manfaat Bersepeda

Pilihan saya untuk berolahraga sepeda ternyata tidak salah. Selain karena olahraga yang murah, mudah, dan bugar, berikut ini beberapa manfaat bersepeda bagi tubuh yang bisa anda rasakan:

Menjaga Berat Badan 

Bermanfaat nih buat anda yang saat ini sedang melaksanakan program diet. Dengan olahraga yang bisa dilakukan dengan santai, yaitu bersepeda. Bersepeda termasuk salah satu jenis olahraga kardio. Maksudnya olahraga yang dapat meningkatkan detak jantung yang tersusun dari otot-otot. Otot jantung yang kuat dapat mempermudah pembuluh darah mengalirkan darah. Sehingga oksigen yang dialirkan ke dalam sel-sel otot lebih banyak. Yang memungkinkan sel untuk membakar lemak lebih banyak. Gimana, tertarik untuk bersepeda?

Meningkatkan kekuatan Otot, Sendi, dan Tulang

Lutut, pergelangan kaki, pergelangan tangan, sikut adalah beberapa sendi yang ikut bergerak saat bersepeda. Dengan sering bersepeda maka sendi dan otot tersebut dapat menjadi lebih terlatih dan kuat. Bersepeda juga sebagai latihan ringan bagi lansia yang sering bermasalah dengan tulang

Menumbuhkan jalinan pertemanan

Tidak terhitung banyaknya komunitas bersepeda, salah satunya adalah komunitas sepeda ontel. Yang beberapa tahun belakangan menjadi marak setelah sepeda ontel mulai dipopulerkan lagi. Ikut dalam komunitas maka akan menumbuhkan jalinan pertemanan dari orang-orang yang memiliki hobi yang sama

Menambah keakraban dengan keluarga

Bagi anda yang sibuk dan jarang ketemu keluarga bahkan untuk olahraga. Kegiatan bersepeda bersama anak dan keluarga sangat bermanfaat. Selain untuk kesehatan, tentu dapat mengakrabkan hubungan. Baik dengan anak, istri, atau suami. Anak-anak akan sangat senang bersepeda dengan ayah atau bundanya. Awas mereka jadi ketagihan

Meningkatkan kemampuan seks

Menurut ahli urologi, dengan bersepeda akan meningkatkan kemampuan seks seseorang. Mengingat semua otot yang dipergunakan saat bersepeda, juga otot yang sama dipergunakan saat melakukan hubungan seks

Walau tidak pernah dibelikan sepeda, tapi saya tetap bisa mengendarai sepeda. Kalau diingat lagi, proses belajarnya pun lumayan unik. Saking kepinginnya bisa mengendarai sepeda sendiri. Sepeda yang suka dipakai om di rumah, sering saya tuntun-tuntun. Kebiasaan menuntun sepeda sepertinya dimulai kelas 1 SD, kalau tidak salah mengingat. Padahal sepeda yang ibu belikan untuk adiknya itu cukup besar ukurannya. Yup, sepeda ontel yang sering saya tuntun di lapangan atau di jalan. Kebayangkan, kalau lebih besar sepedanya daripada orang yang menuntunnya. Masih kecil, saya jadi belum paham kenapa ibu membelikan sepeda ontel buat om. Mungkin saat itu, tahun 80-an awal, sepeda ontel masih banyak dipergunakan di Jakarta. Atau memang di zaman itu belum keluar model lainnya seperti BMX atau sepeda balap. 

Belajar Mengendarai Sepeda

Menuntun sepeda, menjadi awal proses belajar mengendarai sepeda yang saya lakukan. Sampai dengan kelas 3 barulah saya belajar mengendarai sepeda sesungguhnya. Masih tetap dengan meminjam sepeda milik tetangga. Itupun belajarnya diam-diam, tanpa sepengetahun ibu. Diajari oleh teman atau om sendiri. Proses belajarnya tentu ada jatuh bangunnya. Masih belum lancar, jadi sempat kecebur got sebanyak 3 kali, hingga lancar benar-benar. Pertama, karena memang belum bisa sama sekali. Baru tahap belajar. Benar-benar kecebur got sampai basah. 

Kedua, saat masih belum lancar tapi sudah berani boncengin teman, si pemilik sepeda. Akibat menghindari mobil yang datang dari arah berlawanan. Sementara saya masih bingung bagaimana cara menggunakan rem untuk berhenti πŸ˜‚. Tidak sampai kecebur di got, karena terganjal oleh tembok yang tertabrak. Hasilnya bibir bagian atas jontor, terbentur tembok. Saya tidak ingat apakah ada kerusakan pada sepeda dan bagaimana penyelesaiannya. 

Kecebur got yang terakhir yang terparah. Pada saat itu, sebenarnya saya sudah mulai lancar. Entah kenapa, saat tikungan saya bisa nyemplung di got. Celakanya, saya nyebur di got yang dalam sekali untuk ukuran tubuh anak kelas 3 SD. Alhasil, dari ujung kepala sampai kaki semua basah kena air got. Tau sendiri dong air got yang ada di Jakarta seperti apa. Air sedikit berlumpur, berwarna hitam pekat, dan sudah pasti berbau. Kejadian rincinya saya tidak ingat, apakah naik sepeda sendiri, memboncengi teman, atau bagaimana. Siapa yang menolong saya keluar dari got dan bagaimana kondisi sepeda milik teman. 

Dari 3 kejadian kecebur got saat belajar mengendarai sepeda. Sampai saat ini saya tidak ingat kalau pernah dimarahi ibu. Atas apa yang saya perbuat untuk bisa mengendarai sepeda. Tidak tahu juga, apakah ada ganti rugi yang harus ibu berikan. Kepada tetangga yang sepedanya saya pinjam. Yang jelas, biarpun sudah beberapa kali β€œkecelakaan” dengan sepedanya. Tetap saja kalau meminjam lagi selalu diberi dan dipinjamkan. Hubungan antar dua keluarga sebagai tetangga juga tetap baik. Sampai mereka pindah rumah ke Lampung. Terima kasih ya bude dan pakde sudah mengizinkan saya pakai sepedanya. 

39 thoughts on “5 Manfaat Bersepeda Bagi Tubuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.