Manasik Haji Siswa TK se Jakarta Timur

Sudah hari Jumat saja, semoga kita semua mendapatkan keberkahan di hari ini, Aamiin. Senin kemarin tanggal 14 Oktober 2019 saya berkesempatan ikut mengantar rombongan anak-anak taman kanak kanak. Ke Asrama Haji di Pondok Gede untuk mengikuti rangkaian acara manasik haji siswa TK se Jakarta Timur. Kebetulan sekali kali ini bisa ikutan. Karena biasanya kalau ada kegiatan apapun di sekolah anak, orangtuanya tidak diperkenankan ikut. Senin kemarin, dimintai tolong untuk menjadi supir mengantar sampai ke Asrama Haji, jadi saya ikut. Lumayan bayarannya 😅😅.

Hari Kamis atau Jumat pekan sebelumnya ada pemberitahuan di grup kelas, kalau seluruh murid TK A dan B akan mengikuti acara manasik haji. Di pengumuman ditulis harus kumpul di sekolah pukul 05.00 pagi. Beneran deh itu pengumuman, bikin deg degan. Sanksi juga sih apa iya anak-anak TK bisa disuruh kumpul jam 05.00 pagi hehe. Soalnya adek termasuk yang agak sulit dibangunkan dan mandi pagi-pagi. Makanya saya sudah sosialisasikan soal keberangkatan pagi ini ke anaknya langsung. Sekaligus memintanya untuk bangun pagi pukul 04.00 untuk persiapan di hari Senin. Alhamdulillah adek mengerti dan mau bekerja sama.

Betul saja di Senin pagi kurang lebih pukul 04.00 adek sudah saya bangunkan untuk bersiap-siap. Pada awalnya sih seperti biasanya, ada rengekan dan penolakan. Tapi saat dibilang “kan adek mau manasik haji…” dia mau mengerti dan bisa bekerja sama. Mandi pagi tanpa air hangat dan memakai baju seragam hari Jumatnya yang kebetulan berwarna putih putih. Selesai sarapan pagi dan berkemas, pukul 05.10 diantar suami kami pun segera menuju sekolah. Agak telat kalau sesuai pengumuman. Ternyata saat sampai di sekolah adek menjadi murid yang pertama kali datang. Yeay adek keren.

Adek ikut dalam rombongan mobil yang diberangkatkan pertama kali pada pukul 05.40 bersama teman-teman dan gurunya. Keseluruhan ada empat mobil yang membawa rombongan anak anak TKIT sekolah Permata Bunda. Rombongan sampai sekitar pukul 06.50 pagi di Asrama Haji Pondok Gede. Dari parkiran anak-anak yang sudah siap dengan pakaian ihromnya dibariskan untuk memasuki area manasik. Sudah banyak juga peserta dari sekolah taman kanak kanak lainnya. Semua peserta, pembimbing (guru), dan pengantar (orangtua) manasik haji siswa TK di Pondok Gede. Diwajibkan menggunakan tanda pengenal yang sudah ditentukan dan pakaian serba putih. Dijamin tidak diperbolehkan masuk, bila ada yang menggunakan warna lain.

Dari termpat parkir menuju tempat penyelenggaraan manasik, terlihat panitianya kurang sigap menyambut para peserta cilik dan gurunya. Tidak ada petunjuk harus kemana dan melalui mananya. Hanya ada beberapa petugas tapi itupun tidak mengarahkan kemana arahnya. Kami hanya disuruh masuk saja dan mengikuti arus peserta yang lainnya. Saya yang baru pertama kali ikut kegiatan manasik haji untuk anak, jadi sedikit bingung 😁. Tapi mau gimana lagi, ya ikuti arus saja ke mana jalannya.

Manasik Haji Siswa TK se Jakarta Timur

Ternyata kami menuju sebuah masjid, tapi saya kok tidak melihat nama masjidnya ya. Tidak ngeh sepertinya, karena asik membantu ibu guru mengabadikan kegiatan anak-anak. Masjid yang bernama Al-Mabrur menjadi area manasik haji siswa TK se Jakarta Timur. Peserta manasik haji masih harus mengantre di depan area masjid, karena acara manasik ini belum resmi dibuka. Setelah seremoni peresmian acara, maka masing-masing rombongan TK yang dianggap satu keloter jamaah. Mulai memasuki halaman masjid yang begitu luas. Setiap sekolah akan diberikan bendera kecil berwarna hijau yang bertuliskan nomor keloternya. Rombongan siswa sekolah Islam terpadu Permata Bunda mendapat nomor keloter 15.

Manasik haji siswa TK se Jakarta Timur

Ternyata acara manasik haji ini diberikan penilaian oleh panitia, entah apakah dilombakan atau tidak. Dimulai dari tenda yang digunakan sebagai tempat seremoni peresmian acara. Tiap barisan dicatat asal sekolahnya dan diminta untuk berbaris yang rapi. Selanjutnya proses manasik haji dimulai. Layaknya jemaah haji sungguhan, para peserta yang sudah mengenakan kain ihrom dari rumah melewati padang Arofah menuju masjid Al-Mabrur yang dianggap sebagai Masjidil Haram. Di dalam masjid rombongan anak anak ini dipisahkan shafnya, muslim berada di barisan kiri sementara muslimah berada di barisan kanan. Setelah rapi duduk semua, mereka kemudian dibimbing untuk melakukan sholat Subuh (ceritanya masih waktu Subuh). Dipimpin oleh seorang imam, anak-anak peserta manasik menjadi makmumnya. Mengikuti gerakan imam sesuai urutan sholat Subuh dalam shaf shafnya. Saking banyaknya rombongan peserta, kegiatan sholat Subuh harus dibagi menjadi beberapa kali penyelenggaraan. Karena masjid tidak menampung jumlah jamaah manasik haji siswa TK se Jakarta Timur.

Sholat Subuh berjamaah di Masjid Al Mabrur

Informasi bagi para guru dan orangtua yang akan mengikuti manasik haji siswa TK di Pondok Gede, sebaiknya siapkan kantong plastik. Berfungsi untuk menyimpan sepatu atau sendal anak-anak saat memasuki masjid, supaya tidak tertukar atau berebutan saat keluar.

Melempar jumroh manasik haji siswa TK

Selesai sholat, jamaah manasik haji kemudian diarahkan untuk melempar jumroh. Tentunya batu kecil yang digunakan bukan sungguhan, melainkan bola-bola kecil terbuat dari kertas koran. Yang sudah dihancurkan dengan air dan sedikit sagu supaya melekat saat dibentuk. Jamaah kecil peserta manasik pun dengan semangat mengikuti arahan untuk melemparkan kerikil kerikil kecil itu. Selesai melempar jumroh, giliran yang ditunggu tunggu oleh para jamaah. Baik yang baru belajar maupun para jemaah haji sungguhan, yaitu melihat ka’bah dan memutarinya sebanyak 7 kali. Karena ini baru belajar, maka tawaf mengelilingi replika ka’bahnya pun hanya satu kali saja, itupun harus antre. Para jemaah manasik haji siswa TK pun sempat melakukan doa di depan makam Ibrahim dipandu oleh seorang petugas.

Jalur sa'i manasik haji siswa TK

Jemaah manasik haji dari SIT Permata Bunda pun melanjutkan perjalanannya ke bukit shafa dan Marwa. Dari bukit Shafa menuju ke bukit Marwa anak-anak pun diajarkan gerakan sa’i. Yaitu berlari lari kecil di dalam sebuah jalur khusus sa’i, layaknya di tanah haram Mekah. Selesai mendaki replika bukit marwah tidak lupa seluruh jamaah manasik haji melakukan tahalul, yaitu memotong sedikit rambutnya. Dengan dilakukan tahalul, maka selesai sudah rangkaian acara manasik haji yang diikuti oleh anak-anak sekolah Permata Bunda. Keseluruhan kegiatan ini menghabiskan waktu tiga jam lamanya, yaitu mulai pukul 07.00 selesai pukul 10.00 pagi.

Kesan mengikuti acara manasik haji siswa TKIT Permata Bunda adalah rame, lucu, dan gemesin. Ternyata anak-anak itu kalau tidak ada orangtuanya mandiri loh. Hanya dengan gurunya saja nurut dan mau mengikuti semua arahan. Ya ada juga sih anak yang tidak bisa diam dan heboh sendiri. Pokoknya semangat belajar dan mengenal ajaran agamamu ya nak.

Suasana di Asrama Haji Pondok Gede saat ada manasik haji siswa TK, terlihat mirip dengan yang sesungguhnya. Selesai para jamaah mengikuti manasik akan disambut oleh para pedagang. Jadi bagi para orangtua yang ikut siap-siap anaknya minta jajan ya 😁. Ada yang membuka foto studio dengan replika unta. Sekali foto menaiki unta akan dikenai biaya 25 ribu rupiah, hasil cetakan foto bisa langsung jadi. Dapat diambil di tempat terpisah, menuju pintu keluar. Selain sebagai aksesoris foto, unta dalam bentuk boneka dengan berbagai ukuran juga ada dijual. Pedagang kurma, kacang arab, dan kismis pun banyak yang mencoba peruntungannya berdagang di area Asrama Haji Pondok Gede. Kalau di tempat perkir jangan ditanya, akan lebih banyak ditemui pedagang dengan aneka jualannya. 

Gerai foto dengan unta

Pedagang kurma, kacang arab, dan kismis di manasik haji siswa TK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>