Komentar Yang Membawa Gelisah

Jelang dzuhur tadi entah kenapa, kok saya usil sekali ya. Tidak tahu alasannya kenapa memiliki perasaan seperti itu tiba-tiba. Begini ceritanya: Tidak biasa-biasanya saya mengomentari orang lain tanpa diminta. Kali ini yang saya komentari pun belum pernah ketemu muka dan belum kenal dekat. Kenal hanya dari dunia maya, dari hasil blogwalking. Yang dikomentari pun hal yang lumayan sensitif. Saya menyebutnya komentar yang membawa gelisah.

Sebuah profile picture di G+ milik seorang teman yang saya lihat dan akhirnya dikomentari. Menjadi sumber keresahan saya hingga tulisan ini dibuat. Entah kenapa, kok tiba-tiba tadi saya mengklik ikon hangout miliknya. Setelah melihat gambarnya yang berupa kartun hewan. Selanjutnya mulai mengomentari tentang pemilihan gambar itu. Sesuatu yang bukan urusan saya dan tidak pantas dilakukan. Sayangnya komentar itu telah terkirim, walau belum terbaca oleh yang bersangkutan. Sedetik kemudian baru tersadarlah diri ini, kalau sudah melakukan kebodohan. Benar-benarĀ komentar yang membawa gelisah.

Ah, sampai khawatir dan begitu merasa bersalah. Daripada kepikiran terus akhirnya membuat postingan ini. Semoga dibaca oleh yang bersangkutan. Secara terbuka minta maaf kepada pemilik pp yang telah saya komentari. Benar-benar sebuah kesepontanan semata. Tidak bermaksud untuk usil atau menggurui. Mohon maaf lahir dan batin ya.

Tidak akan berpanjang lebar di postingan ini. Hanya menambahkan kalimat yang ini: Sesungguhnya tiap muslim adalah saudara dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Bila saudaramu salah maka peringatilah dia. Kalimat tersebut sangat cocok ditujukan untuk diri ini.

5 thoughts on “Komentar Yang Membawa Gelisah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.