Kesibukan Orang Tua Mempersiapkan Anak Sekolah

image

Hari Ahad ini jalan-jalan di Ibukota masih ramai lancar, karena sudah tidak lengang lagi. Besok Senin adalah hari pertama sekolah masuk setelah libur panjang Ramadhan dan Idul Fitri. Sekaligus awal dari Tahun Ajar baru 2015-2016. Kesibukan Jakarta mungkin akan kembali normal seperti biasanya. Anak sekolah sudah memulai aktivitas sekolahnya. Sementara para pekerja yang mengambil cuti pun sebagian besar sudah mulai masuk kerja lagi.

Kesibukan Ibukota juga perbanding lurus dengan kesibukan para orang tua di Tahun Ajar baru. Anak-anak yang baru saja masuk sekolah melibatkan para orang tua. Yang baru mau masuk SD, SMP, SMA atau kuliah. Kesibukan orang tua meningkat untuk membantu anaknya mempersiapkan masuk sekolah baru. Membelilan buku dan menyampulkannya. Menyiapkan perlengkapan untuk Masa Orientasi Sekolah (MOS) maupun kuliah. Wira wiri ke sana kemari untuk membelikan alat-alat yang akan digunakan.

Tiap sekolah atau universitas beda-beda apa yang harus disiapkan oleh para siswa atau mahasiswa barunya. Ada yang hanya menyiapkan papan nama dari kardus atau karton yang diberikan tali. Ada pula yang harus repot mempersiapkan pesanan dari para seniornya. Membuat tas dari kardus, membuat tempat pensil, membuat kipas, membawa balon. Ada pula yang harus membawa makanan dengan menu khusus. Belum lagi untuk para siswi atau mahasiswi. Masih harus dandan ekstra, seperti harus dikuncir beberapa buah. Tentu lengkap dengan warna warni pita yang diperintah. Untuk siswa atau mahasiswanya lebih ringan untuk masalah dandanan. Hanya potong rambut yang pendek dan rapih sesuai dengan model potongan untuk para pria. Paling parahnya rambut harus dipotong plontos alias dibotak kepalnya.

Tidak ketinggalan pula, orang tua harus menyiapkan tempat tinggal bagi sang anak. Bila letak sekolah atau universitas yang diinginkan jauh atau berbeda kota dengan tempat tinggal. Ada yang menitipkan anaknya kepada kakak atau adiknya (om atau tante), ke saudara atau kepada kerabatnya. Yang tidak memiliki saudara atau kerabat tentu harus sibuk mencari tempat kos. Bahkan yang mencari tempat kos harus mulai kesibukannya sejak sebulan atau kurang dari sebulan yang lalu.

Tentu saja semua yang dipersiapkan oleh orang tua itu membutuhkan dana yang lumayan. Kalau tidak ada tabungan atau persiapan tentu saja akan sangat kerepotan. Untuk sekolah atau universitas negeri mungkin tidak terlalu besar. Lain halnya untuk yang tidak dapat negeri. Bayangkan saja orang tua harus membayar uang masuk sekolah atau kuliah swasta dengan bilangan juta bahkan ratusan juta rupiah.

Jadi terbayang bagaimana saya dan suami pun harus mulai mempersiapkan dana untuk tiga anak kami. Tahun ini saja saya harus mengeluarkan uang untuk masuk sekolah si sulung ke SD. Berhubung umurnya belum cukup untuk masuk SD negeri, yaitu 7 tahun. Karena anak kami baru berumur 6 tahun 7 bulan. Akhirnya sekolah dasar swastalah yang menjadi pilihan kami,  SDIT tepatnya. Ditambah lagi harus membayar uang daftar ulang si tengah yang masuk TK B. Benar-benar berasa dalam mengeluarkan uang. Sementara untuk buku cetak, alhamdulillah saya tidak mengeluarkan uang lagi. Karena sudah dapat paket buku pelajarannya dari sekolah. Tinggal membelikan buku tulis, sampulnya, alat tulis (pensil, tempat pensil, penghapus, penggaris). Entah untuk tahun-tahun berikutnya nanti. Masih dapat paket dari sekolah atau harus membeli sendiri.

Bagaimana dengan anda, apakah ikut mempersiapkan anak yang akan sekolah besok?

9 thoughts on “Kesibukan Orang Tua Mempersiapkan Anak Sekolah

  1. Anak saya tadi baru komen: “Hari pertama sekolah itu merepotkan sekali ya, Ma”.
    Padahal dia cuma naik dari kelas 3 ke kelas 4 jadi tidak ada MOS dan sejenisnya. Ribet banget memang. Yang paling bikin BT jelas… menyampul buku pelajaran haha.

  2. Anak saya besok masuk pertama SMP….dia happy banget hihihi.
    Alhamdulillah karena saya punya anak cuma satu, jadi saya masukkan anak ke sekolah yang Insya Allah terbaik di tempat kami, yaitu SMP Islam Al Azhar. Buat membentuk karakter islami dan semoga dampaknya baik ke depannya. Karena sekolah adalah rumah ke dua anak saya :)
    Selamat bersekolah juga buat anak2mu Mba :)

  3. Kehidupan normal paska lebaran ditandai dengan kegiatan anak-anak masuk sekolah ya Jeng. Ini melibatkan, utamanya, kaum ibu
    Anak saya juga sibuk membelikan alat-peralatan sekolah
    Salam hangat dari Surabaya

Leave a Reply to admin Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>