Kebersamaan Yang Dirindukan

Kebersamaan yang dirindukan

Kebersamaan yang dirindukan, begitulah menurut saya judul yang layak untuk postingan kali ini.  Kebersamaan sejatinya disukai setiap makhluk hidup. Bukan melulu manusia yang hanya bisa merasai kebersamaan itu. Tapi juga hewan, bisa jadi tumbuhan juga. Hanya saja manusia tidak mengerti akan kebersamaan yang dilakukan oleh tumbuhan. Makanya saya katakan makhluk hidup. Buktinya manusia dan hewan senang hidup berkumpul dan berkelompok. Baik kelompok kecil maupun dalam kelompok yang besar.

Kebersamaan yang bisa dirasakan dalam kelompok terkecil ada pada keluarga. Meningkat dalam rukun tetangga lalu rukun warga dan seterusnya. Hingga kebersamaan dalam kelompok yang lebih besarnya ada dalam sebuah negara. Kesibukan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga acap kali menggerus kebersamaan tadi. Banyak yang terjerumus dalam hidup sendiri-sendiri. Merasa segalanya dapat diselesaikan sendiri tanpa memerlukan orang lain. Parahnya ada yang berani berpikiran kalau kebersamaan dapat digantikan dengan uang. Begitulah tingkah polah manusia. Padahal dalam kesendirian itu manusia merindukan sebuah kebersamaan. Tapi lebih senang untuk mengabaikan, berusaha untuk mengingkari, dan melupakan.

Manusia sekarang lebih senang untuk menyendiri daripada berkumpul. Lebih memilih menghindar daripada sedikit bertegur sapa. Lebih senang memalingkan wajah daripada memberikan seuntai senyuman. Jangankan kepada orang yang baru ditemuinya di tengah jalan. Dengan tetangga kanan kiri depan belakang rumah saja pun terasa berat sekali. Padahal kebersamaan tidak harus selalu bersama-sama di seluruh waktu yang dimiliki. Bisa dirasakan kenikmatannya kapan pun, bahkan bisa diciptakan. Modalnya tidak banyak kok tidak perlu mengeluarkan uang. Hanya bermodalkan senyuman dan sedikit saja tegur sapa. Dengan modal tadi akan tercipta obrolan dan kedekatan sedikit demi sedikit. Selanjutnya terserah anda.

Beberapa waktu lalu saya menemukan suasana kebersamaan yang sudah jarang terlihat. Bisa dibilang kebersamaan yang dirindukan. Saya melihat sebuah kebersamaan antar tetangga di rumah. Empat orang ibu mengadakan rujakan sore hari. Adalah ibu saya yang awalnya ingin memakan rujak. Kebetulan ada tetangga depan rumah sedang momong (mengajak main) cucunya. Diajaklah tetangga itu oleh ibu membuat rujak. Bahkan ikut menyumbang jambu kelutuk yang sedang berbuah banyak di halaman rumahnya. Jadilah sebuah kebersamaan yang hangat antar tetangga di sore hari. Sungguh jarang sekali acara kecil seperti ini terlihat. Entah kalau di tempat lain.

Kebersamaan sesuatu yang sulit didapatkan, yang ada begitu dirindukan. Ya, kebersamaan yang dirindukan. Baik dengan tetangga apalagi dengan anggota keluarga. Anda ingin merasakan kebersamaan seperti itu? Cobalah dengan sesuatu yang sederhana dan mudah untuk dilakukan. Dimulai dari senyuman tulus. Berani mencoba?

3 thoughts on “Kebersamaan Yang Dirindukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.