Kantong Plastik Berbayar

image

Mulai tanggal 21 Februari 2016 kemarin, yang berarti baru enam hari berlalu. Ada sesuatu yang baru terkait penggunaan kantong plastik. Saya sendiri baru tahu saat iseng membaca berita melalui android pas hari Ahad lalu, tepat tanggal 21 Februari. Kalau akan dilaksanakan uji coba untuk tidak menggunakan plastik saat belanja. Dengan kata lain bila belanja di swalayan akan dikenakan biaya Rp. 200 untuk setiap kantong plastik kresek. Yang dipakai untuk membawa barang belanjaan. Iya, kali ini sifatnya masih uji coba. Saya masih belum mendapatkan informasi sampai kapan uji coba ini akan berlangsung.

Tujuan dari pengenaan dua ratus rupiah setiap kantong plastik yang dipakai adalah untuk mengurangi penggunaan plastik. Dalam jangka panjang diharapkan agar pencemaran akibat dari kantong plastik dapat dikurangi. Sudah tahukan, kalau plastik tidak bisa terurai di tanah walau hingga ratusan bahkan ribuan tahun? Makanya saat ini diberlakukan uji coba untuk membayar kantong plastik bila belanja di swalayan.

Saya pun sudah merasakan uji coba kantong plastik berbayar yang telah diberlakukan di beberapa kota di Indonesia. Beberapa kali saya belanja di toko swalayan sudah ada pengumuman di depan kasirnya. Kalau harus membayar dua ratus rupiah setiap kali menggunakan plastik untuk membawa barang belanjaan. Tapi ternyata uji coba palstik berbayar ini belum diberlakukan di seluruh swalayan yang ada di Jakarta.

image

Seperti tadi pagi menjelang siang, saya pergi membeli buah ke salah satu swalayan penjual buah. Ternyata toko tersebut baru akan memberlakukan uji coba kantong plastik berbayar pada tanggal 29 Februari 2016. Mereka sepertinya saat ini baru sebatas mensosialisasikan terlebih dulu tas belanjaan pengganti kantong plastik. Di depan kasir mereka memajang tas belanjaan yang dijual sebesar lima belas ribu rupiah.

Saya cukup mendukung toko buah ini, yang membantu mensosialisasikan uji coba plastik berbayar kepada para konsumen atau pelanggannya terlebih dulu. Dengan tidak langsung ikut menerapkan uji cobanya pada tanggal 21 Februari yang lalu. Karena menurut saya belum tentu seluruh warga Jakarta sudah mendengar atau mengetahui tentang uji coba kantong plastik berbayar yang diberlakukan di beberapa kota di Indonesia ini.

Uji coba kantong plastik berbayar sangat baik untuk diterapkan, tapi menurut saya sepertinya kurang efektif. Kalau tujuan jangka pendeknya efek jera dan untuk mendidik masyarakat agar mau membawa kantong atau tas belanjaan. Belum lagi tujuan jangka panjangnya untuk mengurangi pencemaran lingkungan yang diakibatkan dari penggunaan kantong plastik. Jangan hanya sebesar dua ratus rupiah per lembar plastik yang dipakai. Seharusnya lebih besar dari jumlah itu, seperti dua puluh ribu atau lima puluh ribu. Karena yang diharapkan dari dikenakan pembayaran kantong plastik adalah efek jeranya. Efek jera agar tidak menggunakan kantong plastik dan beralih ke tas belanjaan berbahan bukan plastik.

Kalau hanya dua ratus rupiah tentu saja teramat murah, khususnya bagi para konsumen atau masyarakat yang tinggal di kota-kota besar. Efek jera yang diharapkan dan beralih untuk membawa kantong plastik atau tas untuk membawa belanjaan dari rumah, tidak akan terwujud. Kalau ini sih menunjuk kepada diri saya sendiri yang malas membawa kantong plastik atau tas untuk belanjaan dari rumah.

Seperti hari Selasa yang lalu, kebetulan saya belanja untuk membeli kabel untuk komputer. Tentu seperti kebiasaan lama tidak membawa kantong atau tas untuk membawa belanjaan. Saat sampai di depan kasir saya baru teringat kalau harus membayar dua ratus rupiah untuk kantong plastik yang akan dipakai. Karena malas membayar untuk kantong plastiknya saya pun memilih untuk tidak membayar, walau harus repot saat membawa belanjaan yang berupa lima buah kabel komputer. Alasannya untuk mengajarkan kepada diri sendiri supaya jera. Hingga lain kali ingin belanja harus membawa kantong atau tas untuk membawa belanjaan.

Tapi kalau belanjaannya banyak, pastinya saya akan lebih memilih membayar sebesar dua ratus rupiah untuk tiap lembar plastik yang akan saya pakai. Bila memang tidak membawa kantong atau tas belanjaan dari rumah. Bukan hanya saya saja yang berpendapat bayar dua ratus rupiahnya terlalu murah. Beberapa teman yang sempat memberikan pendapatnya juga mengatakan terlalu murah. Ada juga yang mengusulkan lima ribu rupiah atau sepuluh ribu rupiah. Semoga uji cobanya sukses dan dilakukan evaluasi setelahnya. Agar ada perbaikan yang diperlukan di kemudian hari.

17 thoughts on “Kantong Plastik Berbayar

  1. Saya kira ini bukan hanya soal berbayar 200 rupiahnya, tetapi semangat dan aksi nyata dari pemerintah untuk menekan penggunaan kantong plastik. Semoga saja program ini terus berlangsung dan mampu menekan penggunaan kantong plastik, hitung-hitung ini juga akan mengubah trend masyarakat dalam membuang sampah.. Saya kira seperti itu.

  2. Baik sih, tapi belum menyentuh akar masalah. Sy rasa masalah kita adalah dibabatnya hutan hingga sudah tdk ada lagi altetnatif menggunakan daun utk bungkus, maka dari masyarakat menengah atas sampe menengah bawah semua menggunakan plastik krena sudah tdk ada pilihan lagi.

  3. Saya setuju kalau harga plastik berbayarnya terlalu murah. Sebaiknya harga plastik berbayarnya di kisaran lima ribu rupiah

    Tapi ini langkah yang bagus untuk mengurangi sampah plastik dalam jangka panjang. Lao Tzu bilang seribu mil perjalanan dimulai dari langkah pertama/kecil

  4. saya juga setuju kalau harga kresek ditambah jangan 200 perak, tapi kenyataannya ada loh yg protes dengan 200 perak. Malah jadi trending topic di FB

  5. Hmm.. melihat kenyataan yang ada di lingkungan sekitarku, banyak masyarakat yang masih belum aware tentang penerapan plastik berbayar. Misalnya ke toko warlaba terkenal yang di setiap pelosok ada. Sebagian dari pembeli di sana masih membayar 200 perak untuk satu kantong plastik. Dan mereka juga masih fine fine aja.

    padahal esensi plastik berbayar adalah untuk pengurangan sampah plastik. Dan mungkin benar harga 200 perak itu terlalu murah dan jadinya di sepelekan oleh sebagian orang yang malas membawa tote bag atau tas daur ulang lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>