Ini Dia Bedanya Pelajar Angkatan 2019/2020

Ini dia bedanya pelajar angkatan 2019/2020

Selalu ada saja cerita baru dari pengalaman selama menghadapi pandemi virus korona. Iya semua orang, di seluruh dunia gagap menghadapinya. Tidak ada yang siap menghadapi kondisi sulit ini. Semua terpaksa harus belajar dan beradaptasi dengan kondisi yang ada. Di rumah saja, jaga jarak fisik, gunakan masker, menggunakan penyanitasi tangan. Adalah protokol kesehatan yang mau tidak mau ditaati setiap saat. Untuk melindungi diri dan keluarga, supaya terhindar dari penularan virus korona. Sampai kapan kondisi seperti ini berlangsung? Wallahualam.

Akibat dari adanya pandemi, semua kegiatan menjadi terbatasi. Ruang gerak tidak sebebas sebelumnya. Sebisa mungkin seluruh kegiatan dilakukan secara daring. Para pekerja diharuskan bekerja dari rumah, bahkan ada yang dirumahkan selamanya. Pelajar diharuskan sekolah dari rumah. Entah sampai kapan para pelajar bersekolah dari rumah. Anak-anak bahkan sudah mengeluh bosan. Sudah kangen, ingin segera kembali masuk dan belajar di sekolahnya. Sepertinya para pelajar masih harus bersabar. Terus sekolah dari rumah, hingga Januari tahun depan. 

Tahun ajaran baru sudah di depan mata, itu tandanya akan ada kenaikan kelas, kelulusan, dan pendaftaran sekolah baru. Walau sekolah dari rumah, tahun ajaran tetap berjalan seperti normal. Bulan Juli menjadi penanda awal tahun ajaran baru. Ada beberapa hal yang menarik, bisa menjadi catatan. Untuk para pelajar yang sekolah di tahun ajaranyang sekarang. Ini dia bedanya pelajar angkatan 2019/2020 dengan angkatan sebelumnya:

Sekolah dari Rumah

Sejak bulan Maret, hingga akhir tahun ajaran. Seluruh pelajar dan mahasiswa tanpa terkecuali sekolah dan kuliah dari rumah. Proses belajar dan mengajar dilakukan dengan daring. Whatsapp menjadi satu-satunya aplikasi yang paling banyak digunakan. Termasuk SDIT tempat anak saya sekolah. Whatsapp group menjadi andalan saat menyampaikan pelajaran dan tugas. Selain itu, gurunya sesekali menggunakan aplikasi zoom. Untuk melakukan pertemuan tatap muka. Sekaligus untuk menerangkan kepada para siswa. Tapi sayangnya tidak semua siswa mau hadir saat pertemuan menggunakan aplikasi secara langsung. Entah karena kelalaian anak atau bagaimana, belum dapat diketahui. Namanya juga sebuah sistem yang baru yang membuat semua orang gagap untuk menerapkannya. 

Ujian Nasional Ditiadakan

Awalnya ujian nasional tahun ini menjadi yang terakhir untuk diselenggarakan oleh pemerintah. Karena menteri pendidikan yang baru, sudah merencanakan kalau Ujian Nasional (UN) mulai tahun depan akan ditiadakan. Sayangnya rencana tersebut maju lebih awal. Dikarenakan pandemi virus korona yang masih belum bisa ditaklukan. Bahkan sampai dengan saya membuat kiriman ini di blog. Jadi penilaian untuk Kelulusan pada tahun ini, diambil dari nilai ujian yang dilaksanakan di sekolah. Sudah menjadi rahasia umum, kalau UN adalah momok menakutkan bagi para pelajar. Karena seolah-olah nasib pelajar hanya dinilai dan ditentukan oleh hasil nilai UN. Entah berkah atau bukan bagi angkatan tahun 2019/2020. Yang jelas pelajar pada angkatan ini tidak terbebani oleh kengerian melaksanakan ujian nasional. 

Wisuda Virtual

Baru pertama kalinya dalam kurun waktu tiga puluh tahun terakhir. Acara wisuda kelulusan sekolah untuk tahun ini terpaksa dilakukan secara virtual. Untuk menghindari adanya kumpulan orang banyak dan jaga jarak fisik. Wisuda virtual merupakan sesuatu yang amat sangat baru, karena selama ini belum pernah ada. Atau saya yang belum pernah tahu atau dengar. Yang pernah saya tahu sih, pernikahan secara virtual. Mempelai pria di satu kota sementara mempelai wanita ada di kota yang lainnya. Kemudian mereka melakukan pernikahan melalui telepon dan video.

Kalaupun pernah ada wisuda virtual sebelumnya, pasti akan sangat jarang dilakukan kalau dalam kondisi normal. Karena nilai dan momennya tidak terasa asyik. Normal di sini, berarti kondisi sebelum diserang oleh virus korona. Kebetulan anak ragil saya masih TK-A, seperti kakak-kakaknya saat masih TK. Bila ada acara kelulusan, adik-adik kelas diikutsertakan dalam mengisi acara. Kali ini pun sama, ada acara kelulusan kakak kelasnya di SIT Permata Bunda. Jadi putri kecil diminta untuk mengisi acara, secara virtual juga. Maka beberapa waktu sebelumnya, saya sudah membuat video yang berisi Adek sedang bernyanyi sambil menari. Seperti video yang dicontohkan oleh Ibu Gurunya. 

Apakah anda menemukan bedanya angkatan tahun ini dengan lainnya. Selain yang sudah saya tuliskan di ini dia bedanya pelajar angkatan 2019/2020 dengan angkatan sebelumnya?

20 thoughts on “Ini Dia Bedanya Pelajar Angkatan 2019/2020

  • Ya ampunn iya bangettt. Kedua adekku termasuk dalam angkatan ini. 1nya skripsi online 1nya juga UAN yang ditiadakan. Wisudanya semua via daring. Sedih. Tapi jadi istimewa karena ngga semua anak mengalami itu sebagai pelajaran dan cerita untuk anak cucu kelak yaa kak. So touching banget tulisannya.

  • Pasti untuk para siswa maupun mahasiswa yang merayakan kelulusan merasakan euforia yang berbeda.
    tak ada ucapan selamat, keriuhan saat bersama teman merayakan kelulusan, pelukan hangat dari orang tua atas kelulusan.

    Karena pandemi covid-19 ,semua dilakukan secafa virtual tuk menghentikan mata rantai penyebaran covid-19.
    semoga para siswa maupun mahasiswa tetap bersemangat melanjutkan cita cita

  • Ah memang banyak sekali penyesuaian di tahun ajaran kali ini kak. Kuliah saya saja sudah final akan tetap daring sampai bulan desember. Tapi untungnya masih bisa berkumpul bersama keluarga. Semoga vaksin dan tenaga kesehatan segera menemukan solusi dari wabah yang satu ini.. Aamiin

  • Unik banget lho jadinya. Meski beberapa anak pasti merawasakan kekecewaaan. Dulu zamanku kita berharap gak ada UN, nah di zaman sekarang betul-betul dikabuli tapi dengan cara berbeda. Nah kan jadi merinding hehe

  • Beda dalam banyak hal dan kurang lebih sama seperti yang sudah dituliskan. Buat ortu juga rasanya beda karena selama pandemi ini harus total menjadi guru buat anak-anak. Heuheu, gak gampang lho, apalagi kalau anak masih kecil2. Tapi di situ saya jadi belajar bahwa mendidik memang sebenarnya tanggung jawab ortu.

  • Dulu pas masuk kuliah di IPB, itu angkatan saya sering dibilang angkatan kelinci percobaan. Masuk IPB tanpa jurusan. Setahun kemudian baru penjurusan berdasarkan minat dan bakat kita, disesuaikan dengan nilai 2 semester. Selalu ada bedanya. Sekarang pelajar tahun ajaran baru bersekolah dalam situasi masih COvid-19. Semoga kelak mereka menjadi anak-anak yg tangguh dan mempunyai semangat belajar tinggi.

  • Di sini kurang lebih sama sih mba. Anak2 sama orang tuanya hampir tiap hari ada yg nanya ke ibuku soal kapan masuk sekolah. Dah bosen belajar dari rumah. Corona mengubah segalanya ya. UN tahun terakhir pun jadi ditiadakan. Tapi bagus sih UN tiada biar anak dan orangtua gak was-was lagi.
    .
    Walaupun banyak kegiatan yang bisa dilakukan secara virtual. Wisuda virtual tetep aja rasanya kurang greget emang ehehe. Semoga pandemi segera udahan deh nih.

  • Ada yang bilang tahun ini enak sekali karena bisa dinyatakan lulus semua. Terlepas dari enak atau tidaknya lulusan tahun ini, yang pasti hidup dalam ketakutan akan pandemi corona sangat tidak enak. Semoga badai ini segera berlalu

  • angkatan corona. kasihan anak anak. jadi ingat anak sendiri yang kangen sekolah. guru dan teman temannya. padahal masih TK. SDnya nanti gimana nih. dijalani aja wes. semoga corona cepat pergi ya. biar bisa sekolah lagi

  • Anak saya termasuk angkatan 2019/2020 ini kelulusan SMPnya. Ga ada selebrasi apapun UN juga ga ada. Tp insyaallah jd angkatan berkesan, angkatan Covid-19 yang perdana gak mengikuti UN

  • Angkatan ini sebenarnya istimewa, karena mereka bertahan di situasi pandemi. Mungkin di tengah krisis ekonomi orang tua juga.

  • tapi karena mengalami masa pembelajaran di tengah pandemi begini, angkatan 2020 kelak akan menjadi orang2 langka, hehe,,, bikin film suka dukanya bakal banyak yang minat nonton kayaknya

  • Pelajar angkatan virtual.. Hihii

    Kalau rasaku ya kurang enak dan ilamg euforia belajar dan bermain nyaa tapi mau gimana lagi ya kak. Semoga pandemi segera berakhir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.