Indonesia dan Vietnam Bekerjasama Untuk Kopi

Kopi Indonesia tersedap di duniaKopi, semerbak harum wanginya saat diseduh dengan air panas yang baru diangkat dari kompor. Wangi, enak dan manis, itu saja pendapat saya tentang kopi. Mohon maaf, berhubung saya memang bukan pecinta minuman kopi. Minum kopi pun saya sangat-sangat jarang, hanya jika mau saja atau nyruput kopi di cangkir milik suami atau ibu. Jadi benar-benar tidak mengetahui perbedaan dari kopi yang enak atau yang tidak enak seperti apa.

Jujur saya pun baru tahu kalau Indonesia menduduki tempat ketiga sebagai negara penghasil kopi terbesar di dunia setelah Vietnam. Padahal dulu katanya Vietnam belajar dari Indonesia tentang apa itu kopi dan bagaimana mengembangkan budidaya tanaman kopi untuk negaranya. Hasilnya, sekarang ini kopi Vietnam lebih unggul dari kopi Indonesia. Hmm.. mudah-mudahan bisa diambil pelajaran tentang ketertinggalannya nih.

Jenis kopi dari Indonesia begitu banyak dan katanya memiliki keunikan tersendiri dari cita rasanya. Terakhir yang lagi booming adalah kopi luwak, itu loh kopi yang berasal dari kotoran musang (luwak). Kopi luwak dari Indonesia juga menjadi kopi terenak dan sudah terkenal di seluruh dunia, bahkan menjadi kopi luwak termahal di dunia. Yang per kilogramnya dijual dengan harga kisaran antara USD 60 hingga USD 100.

Bayang-bayang kopi Vietnam yang menduduki posisi kedua penghasil kopi terbesar di dunia tidak lantas menyusutkan minat dari para petani kopi di Indonesia untuk terus dapat memproduksi kopi yang terbaik sehingga dapat bersaing di dunia perkopian. Bahkan Indonesia dan Vietnam dapat bekerja sama bersama, sebagai negara anggota komunitas ASEAN. Memperbesar nama ASEAN di perekonomian dunia dengan tidak menghilangkan ciri khas masing-masing negara.

Indonesia dengan ke khas-an rasa dari kopi yang dihasilkannya begitu pula dengan Vietnam dengan kopinya. Masing-masing pastinya sudah memiliki penikmatnya masing-masing. Karena di sini yang bermain adalah selera dari masing-masing individu penikmat kopi tadi. Dengan alasan tersebutlah pasti ada persaingan, namun persaingan yang sehat. Tinggal masing-masing negara berusaha sebaik mungkin agar dapat menghasilkan kopi yang terbaik sesuai dengan selera pasar.

Dengan kerjasama yang baik dan dengan dukungan dari komunitas ASEAN, tentunya Indonesia dan Vietnam dapat merebut pangsa pasar kopi di dunia. Yang dapat mengangkat nama ASEAN dan tentunya nama negara masing-masing penghasil kopi Indonesia dan Vietnam.

 

9 thoughts on “Indonesia dan Vietnam Bekerjasama Untuk Kopi

  1. Kalau saya kadang suka minum kopi tapi kopi instant yang nggak pahit,qiqiqi. Bukan coffe lover nih..kerjasama untuk menjadi peraih pangsa pasar kopi dunia, semoga saja.

  2. dulu kopi luwak memang nomor satu. sekarang sudah ada pesaing namanya kopi gajah dari thailand. prosesnya hampir sama dengan kopi luwak. bedanya kalo kopi gajah biji kopi dipungutnya dari kotoran gajah

    kalo begitu kenapa musti dengan vietnam tidak dengan thailand saja. produksi terbatas tapi harga mahal kayaknya lebih menguntungkan ketimbang kopi biasa yang harganya murah walau produksinya tinggi…

    • iya sempat baca kalo sekarang ada kopi gajah, tapi belum tahu bentuknya :) tidak terbayang juga di dalam ee gajah yang ndeplok-ndeplok gitu jijik kali ya hehe

  3. jujur saja saya kurang menikmati minum kopi mas..
    saya lebih suka minum susu segar :)

    soalnya minum kopi kadang malah membuat badan lemes dan ngantuk mas kalau bagi saya

Leave a Reply to tomi Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>