Ikut Pawai antar RW di Perayaan HUT RI

Sebelum melanjutkan baca tulisan ini, izinkan saya mengucapkan Dirgahayu RI ke-73. Semoga menjadi negara yang mampu bangkit dari keterpurukan dan mampu memperbaiki di masa depan. Semoga rakyat dan pemimpinnya dapat bersatu untuk membangun negeri tercinta ini. Baiklah mari lanjut ke ceritanya.

Hari tepat tanggal 17 Agustus, jatuh pada hari Jumat. Semoga mendapatkan keberkahan. Tadi siang, selepas sholat Jumat saya mengawal anak-anak untuk ikutan pawai. Masih dalam rangkaian perayaan HUT RI ke-73. Acara perayaan sudah didahului dengan aneka lomba agustusan yang diselenggarakan di RW 012 Utan Kayu Selatan. Silakan dibaca di link tersebut. Sebelum acara puncak berupa syukuran, biasanya memang diadakan pawai. Pawai pun dilombakan antar RW satu kelurahan. Dari tahun ke tahun seingat saya, pawai selalu ada. Pernah waktu SD diikutkan dalam lomba pawai.

Ikut Pawai antar RW di Perayaan HUT RI

Kali ini saya kebagian untuk mengawal anak-anak yang ingin ikutan pawai. Sudah dua tahun berturut-turut, tidak bisa menemani pawai. Alasannya, karena pada tahun 2016 saya masih punya bayi. Di tahun 2017 sedang tidak enak badan. Alhamdulillah, tahun ini baru bisa menemani sekaligus mengawal dua anak ikut pawai. Hitung-hitung ikut berpartisipasi memeriahkan kegiatan bersama warga lain satu RW.

Sedari Kamis malam kakak sudah bilang ingin ikut pawai antar RW di perayaan HUT RI. Sementara adek tidak mau ikut, alasannya panas dan capek. Saya hanya mengiyakan keinginan keduanya. Hari pun berganti, mereka berdua harus ikut upacara bendera dalam rangka memperingati detik-detik proklamasi. Pembicaraan tentang pawai baru dimulai lagi, setelah anak-anak pulang dari upacara di sekolah. Ternyata kakak sudah janjian dengan teman mainnya yang juga tetangga depan rumah. Kalau akan ikut pawai dan meminjam baju adat di salon. Untuk baju pinjaman ini, belum ada kabar apakah digratiskan atau harus membayar.

Saya sedang melakukan sedikit kerjaan saat anak-anak memberi informasi. Kalau mereka sudah janjian dengan temannya ingin meminjam baju adat di salon. Berhubung masih tanggung dengan kerjaan, saya meminta kakak dan adek untuk belajar pinjam sendiri. Alhamdulillah, mereka setuju untuk ke salon sendiri. Tidak lama mereka di salon dan pulang sudah membawa baju yang akan mereka pakai saat pawai. Saya pun segera menyelesaikan pekerjaan dan beberes. Karena sudah mulai terdengar suara pengajian di masjid. Menandakan waktu sholat Jumat hampir tiba. Itu berarti waktu untuk mengawal anak ikut pawai antar RW di perayaan HUT RI tinggal sebentar lagi.

Selesai sholat dzuhur, sekitar pukul satu lewat lima menit, kakak dan adek sudah siap dengan memakai baju adat. Yang sudah mereka pinjam sejak pagi tadi. Saya pun sudah siap mengawal mereka ikut pawai keliling. Berhubung mereka sudah janjian dengan temannya, jadi tidak mau berangkat duluan. Malah memilih untuk menyamper dan menunggu teman-temannya yang belum siap sama sekali. Hmm… Saya pun harus rela menunggu. Hampir 30 menit sendiri kami menunggu, tapi yang ditunggu belum juga siap. Akhirnya saya memutuskan mengajak anak-anak untuk jalan duluan. Karena ingin memberi pelajaran kepada kakak dan adek. Kalau orang yang lelet jangan didiamkan dan ditunggui saja. Juga memberi pelajaran kepada orang tua temannya untuk segera mempersiapkan anaknya. Jangan malah santai-santai, padahal tahu kalau sudah ada yang menunggu. Terbukti, baru beberapa langkah kami berjalan. Teman-temannya sudah rapi dan memanggil, meminta untuk ditunggu.

Rombongan kecil kami bergegas jalan menuju kantor RW. Ternyata di sana sudah ada sebagian peserta lainnya yang sudah siap berangkat. Menuju titik pemberhentian selanjutnya sebelum berjalan bersama menuju depan kantor kelurahan. Cukup lama peserta pawai menunggu di jalan kelapa lilin. Entah apa yang ditunggu oleh panitia. Karena saya melihat rombongan pawai dari RW kami sudah semakin banyak. Saya sampai tidak melihat jam berapa, saat rombongan pawai RW kami pada akhirnya dibolehkan jalan. Ternyata cukup mengular juga barisan pawai dari RW 012. Yang akan ikut pawai antar RW di perayaan HUT RI. Paling depan ada reog kecil yang diiringi musik gamelan yang menggunakan mobil. Diikuti oleh ibu PKK pembawa sepanduk di depan pasukan pembawa bendera merah putih (paskibraka). Dilanjutkan pakaian adat, dimulai dari anak kecil-kecil sampai yang sudah dewasa. Dilanjutkan dengan aneka kostum menarik lainnya hingga kebelakang. Rombongan pawai kami sempat dihentikan lagi oleh panitia. Kali ini untuk merapikan barisan, supaya mendapatkan nilai. Iya, pawai antar RW yang diadakan tiap tahun ini dilombakan. Makanya sebelum sampai di depan kantor kelurahan dirapikan lebih dulu.

Rute yang ditempuh pada pawai kali ini tidak terlalu jauh. Dibanding dulu saat saya kecil mengikuti pawai. Rutenya tiga kali lebih jauh, hingga melewati wilayah lainnya. Bahkan sampai ketemu beberapa kali dengan rombongan pawai dari kelurahan lain. Kemeriahannya pun lebih terasa dibanding sekarang. Sampai terasa sekali capek dan panasnya. Sementara kali ini hanya melewati kantor kelurahan dan berputar. Melewati jalan di belakang kantor kelurahan. Paling tidak ikut pawai antar RW di perayaan HUT RIsudah membuat anak-anak senang. Jadi bisa memberikan kenangan masa kecil kepada mereka kelak saat dewasa. Anda punya pengalaman yang sama dengan kami? Yuk tuliskan di kolom komentar cerita pengalaman ikut pawai antar RW di perayaan HUT RI. Pasti seru deh 😁.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.