Iklan yang Mengambil Momen Viral

Sudah hari Ahad sekarang, terima kasih bagi anda yang sudah meluangkan waktu untuk membaca postingan ini. Dua pekan yang lalu sempat ramai soal daftar menu yang ditulis tangan oleh pramugari dari perusahaan penerbangan BUMN.

Saya sempat membaca judulnya saja di grup wa yang saya ikuti. Cuma membatin, bakal ramai dan akan dilaporin kayaknya nih. Isi tautan ke YouTube tentang daftar menu yang ditulis tangan itu belum sempat saya buka dan lihat. Sampai beberapa hari kemudian masih ramai dan menjadi perbincangan di grup. Baru tahu kalau beritanya menjadi viral, karena dibuat oleh vlogger. Bahkan sudah ada vlog selanjutnya untuk menerangkan dan klarifikasi dari si vlogger. Saya pun penasaran dan mencoba untuk membuka tautan dan menontonnya. Perbincangan di grup wa, lebih banyak yang mendukung vlogger pembuat video daftar menu yang ditulis tangan oleh pramugari. Termasuk saya salah satunya. Setelah menonton sampai habis video itu. Tidak ada yang salah dengan vlognya, hanya menyampaikan apa yang terjadi sebenarnya.

Selang sehari kemudian mendapat tautan berita lagi kalau si vlogger akhirnya dipolisikan 😱. Walau dalam satu atau dua hari kemudian ada berita terbaru lagi, kasusnya berakhir damai. Tetap saja mengerikan! Jadi teringat kasus beberapa tahun lalu, menimpa seorang ibu rumah tangga. Sama dipolisikan juga, dengan UU ITE gara-gara dianggap mencemarkan nama baik. Kasus tersebut viral dan menjadi heboh sekali kala itu. Karena dianggap sebuah kematian bagi kebebasan berpendapat. Sehingga tidak ada lagi ruang untuk berpendapat bagi publik. Sampai ada gerakan dukungan atas kasus tersebut, yaitu “koin untuk prita”. Untuk mendukung prita dalam menghadapi kasus hukum yang menjeratnya.

UU ITE sendiri banyak mendapatkan pro dan kontra hingga hari ini. Menurut pendapat para ahli dan orang-orang yang berkecimpung di dunia hukum. Dengan menilik kasus-kasus yang ada, UU itu sepertinya hanya dipakai untuk menggebuk dan menghabisi lawan. Nyaris lebih banyak digunakan sebagai alat balas dendam. Entahlah sebuah kemajuan atau kemunduran bagi negeri ini. Kalau menurut saya mengeluarkan pendapat bisa dalam berbagai bentuk. Bisa berupa saran, masukan, dan kritk. Jadi siapapun seharusnya lebih bijak dalam menyikapi pendapat yang diberikan oleh orang. Tidak semua pendapat yang diberikan itu menjadi buruk, tinggal instropeksi saja. Publik juga akan memberikan penilaiannya sendiri dan dapat memfilternya. Apakah pendapat yang diberikan itu benar atau tidak pada kenyataannya.

Dibalik viralnya kejadian vlogger yang kemarin itu, malah membuat pihak lain ambil kesempatan. Ber”iklan” dengan menggunakan rangkaian kejadian vlogger, perusahaan penerbangan, dan masyarakat umum tersebut. Kok jadi ada 3 yang terlibat? Iya dong, kan masyarakat umum sempat mendapat efeknya juga. Di mana perusahaan penerbangan plat merah itu sempat membuat larangan kepada para penumpangnya. Yang mengambil foto dan video di dalam pesawatnya. Dengan alasan akan mengganggu kenyamanan dan privasi dari penumpang lainnya. Namun dengan berakhir damai kasusnya, maka pelarangan tersebut pun sepertinya sudah dihentikan juga. Entahlah. Yang jelas sampai sekarang saya sendiri belum pernah naik pesawat milik BUMN itu. Jelas masih punya harapan dong, suatu saat bisa mengudara bersamanya.

Iklan yang Mengambil Momen Viral

Beberapa perusahaan publik akhirnya membuat iklan yang mengambil momen viral dan diplesetkan, malah bisa menjadi hiburan buat yang membacanya. Karena menyontek dengan kasus nyata tapi malah dibuat lucu-lucuan. Kalau kasusnya tidak boleh mengambil foto, di iklan malah sebaliknya. Disuruh memoto dengan berbagai gaya atau malah diperintah untuk melakukan sesuatu. Terpenting lagi ada yang memberikan imbalan hadiahnya, keren kan. Kita lihat yuk, siapa saja perusahaan yang membuat iklan yang mengambil momen viral, sebagai “tandingan” itu:
1. Air Asia
Sama-sama perusahaan penerbangan. Kali alih-alih melarang penumpangnya untuk berswafoto di dalam pesawat. Air Asia malah memberikan hadiah tiket pesawat ke Labuan Bajo. Bagi penumpangnya yang membagikan momen bahagianya terbang bersama AirAsia

Momen viral iklan air asia

2. JNE
Perusahaan yang bergerak dalam jasa pengiriman dan logistik ini ikut meramaikan momen viral tersebut. JNE juga memberikan hadiah berupa pulsa. Bagi pelangganya yang membagikan foto saat mengirimkan paket, di media sosial

Momen viral iklan JNE

3. Sukro
Berisi himbauan dan cara makan sukro yang benar

Momen iklan viral sukro

4. Grab
Perusahaan ojek daring ini menghimbau para pelangganya yang ingin mendokumentasikan perjalanannya bersama supir ojek

Momen viral iklan Grab

5. Sang Pisang
Lain lagi dengan Sang Pisang yang juga ikut membuat pelarangan bagi pelanggannya. Yang hanya mendatangi konter tanpa membeli atau menggoda karyawannya. Pelarangan yang dibuat kocak

Momen viral iklan sang pisang

6. Gramedia
Kalau Gramedia menuliskan bagaimana cara mendokumentasikan kegiatan membaca buku.

Momen viral iklan gramedia

Benar atau tidaknya iklan yang mengambil momen viral dari keenam perusahaan itu, belum saya klarifikasi. Atau jangan-jangan itu ulah iseng dari para netizen yang begitu kreatif untuk membuatnya. Sebagai bentuk sarkasme atas surat larangan mengabadikan kegiatan di perusahaan penerbangan milik BUMN itu. Yang jelas keenamnya sudah ikut menjadi viral juga. Membuat saya tertarik untuk mengabadikannya dalam tulisan ini 😊. Berharap ke depannya tidak ada lagi yang terkena kasus hukum akibat UU ITE. Baik karena memberikan masukan, kritik, dan saran atas sebuah produk, pelayanan, jasa dari sebuah perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>