Harga Kebutuhan Jelang Lebaran 1439 H di Pasar

Langganan tiap Lebaran, pasti ada acara silaturahim di rumah. Ibu sebagai anak tertua menjadi tempat jujukan bagi adik-adiknya yang tinggal di Jakarta. Sudah menjadi tradisi dari tahun ke tahun, sejak saya masih kecil.

Bukan ibu namanya kalau jelang Lebaran tidak sibuk di dapur. Demi menyediakan masakan untuk saudara yang datang ke rumah. Jadilah ritme berulang dari tahun ke tahun menjadi sama. Sibuk masak dan mempersiapkan bumbu di malam takbiran. Ada kasihan, karena melihat ibu kelelahan, mengingat usianya semakin bertambah dari tahun ke tahun. Ada senangnya, karena menandakan kami masih punya banyak saudara. Begitulah perasaan yang timbul tiap tahunnya jelang Lebaran.

Tidak seperti biasanya, jelang Lebaran kali ini persiapan masak memasak sungguh dadakan. Kalau biasanya sudah ke pasar sejak tiga hari atau dua hari sebelum lebaran. Kali ini, baru tadi pagi ke pasar, sementara nanti malam takbiran. Alasannya masih sama seperti postingan masak dan makan suki & BBQ halal di Raa Cha. Karena rumah masih berantakan dan sangat berdebu. Efek dari tukang yang lelet menyelesaikan pekerjaannya, untuk mengganti keramik kamar mandi.

Jadilah, malam nanti takbiran pagi harinya kami ke pasar. Bakda sholat Subuh, saya dan ibu bersiap untuk ke pasar Senen. Tujuannya membeli kaki sapi, untuk dibuat soto kaki. Yang menjadi ciri khas makanan suguhan ibu di hari Lebaran. Pasar Senen dipilih, karena memang sudah biasa ke sana. Lagi pula banyak pilihan untuk kaki sapinya. Di sana tidak hanya daging sapinya saja yang dijual. Tapi juga termasuk kakinya. Penjualnya juga banyak, jadi pembeli bisa memilih akan membeli di mana. Sementara pasar lain yang lebih dekat dari rumah seperti pasar Jatinegara, sedikit pilihannya. Ditambah lagi kami memang tidak terbiasa belanja kaki sapi di sana. Yah, masalah kebiasaan dan kenyamanan berbelanja saja.

Pasar Senen beberapa kali mengalami kebakaran beberapa tahun yang lalu. Membuat para pedagang di sana tergusur dan harus rela untuk ditempatkan di kios-kios sementara. Menunggu pembangunan gedung pasar yang baru. Tahun 2017 lalu kami masih mengalami berbelanja kaki sapi di kios sementara. Di tahun ini rupanya, kios sementara sudah dirubuhkan. Para pedagang direlokasi ke gedung pasar yang baru. Ketidaktahuan akan perpindahan tersebut membuat kami sempat bingung. Setelah memarkirkan motor dan akan masuk ke kios mencari pedagang kaki sapi. Ternyata kios sudah rata dengan tanah. Tertinggal hanya hamparan tanah kosong yang cukup luas. Mau tidak mau, bertanya menjadi solusinya. Saya pun bertanya ke mana pedagang dan kios yang ada di tempat lama. Ditunjukilah kalau kami harus jalan kurang lebih dua ratus meter, untuk mencapai gedung pasar yang baru.

Para pekerja yang sedang membersihkan kaki sapi agar siap dijual

Kami pun mulai mengikuti petunjuk yang diberikan. Melintasi tanah kosong bekas kios sementara untuk menuju gedung baru. Belum sampai tujuan kami melihat tumpukan kaki-kaki sapi di sebuah bedengan. Tidak hanya tumpukam kaki sapi yang ada di dalam bedeng. Di tempat itu juga ada beberapa pekerja yang serius mengerjakan pekerjaannya. Ada yang mencukur bulu, merebus, ada yang membelah dan memisahkan kuku, dan sebagainya. Bedeng itu ternyata semacam bengkel untuk mengolah kaki sapi, hingga siap dijual di dalam pasar. Dengan rasa ingin tahu, ibu pun bertanya ke pada salah satu pekerja yang ada di bedeng itu. “Apakah ada kaki sapi yang bisa dibeli dan berapa harganya?” Alhamdulillah, tepat sasaran pertanyaannya. Di bedeng itu kami memang bisa membeli kaki sapi sebanyak yang diinginkan. Ibu akhirnya melakukan tawar menawar untuk kaki sapinya. Setelah terjadi kesepakatan harganya, barulah kaki sapi yang sudah dipilih dibawa salah satu pekerja ke dalam gedung pasar. Satu kaki sapi yang berukuran lumayan besar dihargai Rp. 130 ribu.

Kaki sapi yang siap dijual dan siap dibersihkan

Karena diminta untuk mengikuti pekerja itu ke dalam pasar. Akhirnya kami pun jadi tahu gedung pasar aneka daging dan sayur mayur yang baru di pasar Senen. Bermacam bagian dari tubuh sapi yang siap jual, menjadi pemandangan pertama yang menyambut kedatangan para pengunjung. Ada daging, lidah, buntut, jeroan, mata, paru, hati, dan sebagainya. Semua digantung di masing-masing kios milik pedagang. Menunggu untuk dibeli oleh para pembeli. Dipandu oleh salah satu pekerja di bedeng tadi, kami pun hanya melewati kios-kios itu menuju salah satu kios. Sesampainya di kios yang dituju, kami pun diminta untuk menunggu. Tiga kaki sapi yang kami beli akan dibersihkan lagi serta dipotong menjadi kecil-kecil.

Aneka bagian tubuh sapi yang dijual: daging, kaki, lidah

Harga Kebutuhan Jelang Lebaran 1439 H di Pasar

Saya paling senang kalau menemani ibu ke pasar saat jelang Lebaran. Alasannya, selain melihat-lihat, sekaligus bisa memantau harga kebutuhan jelang Lebaran 1439 H di pasar. Lumayan bisa saya jadikan catatan dan tulisan di blog catcilku. Selain itu bisa juga dijadikan pembanding harga dari tahun ke tahun.

Pedagang sedang membersihkan kaki sapi

Mari kembali ke cerita kaki sapi yang sedang dibersihkan 😊. Selagi menunggu kaki sapi dibersihkan, kami pun berjalan mencari kios yang menjual lidah sapi. Saya pun ikut mengintili sambil mengawal ibu yang akan membeli lidah sapi. Oh iya, buat anda yang ingin ke pasar sini, harap hati-hati karena lantainya sangat licin. Dengan kondisi lantai yang becek karena air yang entah dari mana. Di pasar Senen harga lidah sapi bervariasi. Ada yang menjual satuan seharga Rp. 110-130 ribu. Ada pula yang menjual kiloan dengan harga Rp. 100 ribu per kilo nya. Selesai berbelanja di pasar Senen, ibu masih minta diantar ke pasar di dekat rumah. Ke pasar Palmeriam tujuan berikutnya saya antar dan menemani beliau. Untuk membeli bumbu dan kebutuhan masak lainnya.

Pasar Palmeriam terletak di kecamatan Matraman. Di pasar ini cukup komplit dagangan yang disediakan. Di pasar ini tersedia berbagai kebutuhan yang paling dicari masyarakat saat jelang Lebaran. Seperti kelapa, daging, pepaya muda, ayam, kulit ketupat, dan sebagainya. Saya sempat bertanya harga kebutuhan jelang Lebaran 1439 H di pasar kepada beberapa penjual. Di pasar ini harga daging Rp. 120 ribu per kilonya sementara telur per kilo Rp. 24 ribu. Untuk buah, harga per kilo jeruk medan Rp. 15 ribu sedangkan salak pondoh Rp. 10 ribu.

Pedagang sedang memeras kelapa untuk diambil santannya

Lebaran identik dengan ketupat, bila tidak ada panganan satu ini terasa ada yang kurang. Jadilah ibu membeli kulit ketupat. Beda penjual beda harga dan ada harga ada rupa tentunya. Kulit ketupat yang baru dianyam harga per sepuluhnya Rp. 12 ribu. Sementara kulit ketupat anyaman hari kemarin (kulitnya sudah sedikit coklat pinggiran atau ujungnya), dihargai Rp. 8-10 ribu per sepuluhnya. Selain kulit ternyata ada juga yang menjual ketupat matang.

Ketupat matang

Baru jelang Lebaran 1439 H di pasar Palmeriam banyak sekali dijual ketupat matang. Mungkin memenuhi permintaan pasar yang membutuhkan ketupat matang. Harganya pun bervariasi untuk 10 ketupat. Mulai dari Rp. 20 ribu sampai Rp. 25 ribu tinggal pembeli memilih yang mana suka.

Semoga Lebaran ini memberikan keberkahan bagi kami sekeluarga dan juga anda. Taqobalallahu minna wa minkum, semoga Allah swt. menerima amalku dan kalian. Selamat Idul Fitri 1439 H, mohon maaf lahir dan batin.

4 thoughts on “Harga Kebutuhan Jelang Lebaran 1439 H di Pasar

  1. Pasar Senen, masih menggeliat juga walau sering dilanda kebakaran. Ternyata harga kaki sapi tergolong elit juga. Kalau dikampung saya,boro-boro ada yang mau.

    • Iya mas, kaki sapi harganya hampir sama dengan harga daging sapinya. Mungkin karena belum tau gimana cara masak dan rasanya mas, jadi tidak ada yang mau 😁. Rasanya eunak tenan kok kalau di buat soto

    • Sepekan kemarin sih masih belum. Wortel aja ada yang harganya 12rb/kg, kembang kol dan brokoli malah lebih mahal 20rb/kg

Leave a Reply to admin Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>