Gojek Dilarang

image

Gojek, nama ini saya kenal dari sebuah status yang berisi tautan dari tulisan teman-teman blogger di FB. Tapi sampai sekarang belum pernah membaca tautan itu, maafkan ya. Jadi hanya bisa mengira-ngira kurang lebih gojek itu apa. Yaitu tukang ojek yang bisa dipesan secara online.

Ternyata pengertian saya tidak terlalu salah, setelah di hari Idul Fitri adik sepupu datang menceritakan sedikit. Kalau gojek bisa dipesan melalui sebuah aplikasi di android. Berarti ojek melalui online. Adik sepupu juga memperlihatkan aplikasi gojek yang sudah dipasang di tabnya. Bahkan dia pun sudah pernah mencoba jasa gojek, yang saat ini sedang promosi. Hanya bayar 10 ribu saja untuk semua tujuan, hingga tanggal 27 Juli. Kemarin saat kumpul keluarga, kami bahkan sempat ngobrolin tentang gojek. Ya dengan promosinya yang 10 ribu keseluruh tujuan tentu menjadi menarik untuk diobrolkan hehe. Salah satu obrolannya, penasaran ingin mencoba jasa gojek yang sedang promosi.

Gojek merupakan sebuah jasa penyedia antar jemput dengan menggunakan sepeda motor. Saat ini sedang naik daun di Jakarta  (entah karena sedang promo 10 ribu atau tidak). Bahkan saya mendapatkan informasi lowongan pekerjaan sebagai gojek di salah satu grup di wa. Lumayan kemungkinan penghasilannya, cukup besar. Menurut suami, teman-teman kantornya bahkan ikut menjadi gojek. Entah karena iseng coba-coba atau apa alasannya. Yang jelas penghasilannya memang lumayan buat tambah-tambah. Berarti dengan adanya gojek membuka lapangan kerja baru, bagi siapa saja. Baik itu sebagai sambilan atau pekerjaan pokok.

Sekarang sudah semakin banyak gojek-gojek yang “berkeliaran”. Jelang Idul Fitri saya pun berpapasan dengan beberapa gojek di dekat rumah. Para gojek sangat mudah dikenali dari tulisan gojek warna hijaunya. Baik di helm maupun di jaket yang dipakainya. Dari info lowongan kerja menjadi gojek, ada pelatihan yang akan diberikan kepada calon gojek. Tapi saya tidak mengetahui pelatihan seperti apa yang diberikan. Seharusnya sih pelatihan yang diberikan bekerja sama dengan pihak kepolisian. Karena berhubungan dengan kegiatan para gojek yang selalu ada di jalan raya (lalu lintas). Agar para gojek taat peraturan lalu lintas. Demi keamanan bersama baik para gojek, penumpangnya maupun pengguna jalan lainnya.

image

Saat Idul Fitri saya melihat pengendara motor yang menggunakan helm gojek. Sayangnya yang dibonceng tidak menggunakan helm yang disediakan. Bahkan helmnya hanya ditenteng dalam tas saja. Entah apakah si pengemudi adalah gojek terdaftar atau kebetulan helmnya dipinjam pakai oleh orang lain. Berharap para gojek yang sudah diberikan pelatihan dapat menyumbangkan suasana lalu lintas yang tertib dan aman.

Sayang disayang gojek yang sedang naik daun ini ternyata tidak semua orang suka. Lima hari sebelum Idul Fitri, saat melintasi jalan saya melihat sebuah spanduk. Berisi pelarangan (penolakan) terhadap gojek untuk memasuki sebuah wilayah. Spanduknya berisi tulisan berukuran besar berwarna merah, yaitu: Mohon maaf kepada ojek online agar tidak memasuki area ini/kecamatan Matraman.

Tidak diketahui siapa yang memasang spanduk pelarangan (penolakan) itu. Yang jelas (maaf) ada yang tidak suka dan merasa tersaingi. Juga khawatir ladang uangnya atau sumber penghasilannya diambil para gojek (ojek online). Akhirnya gojek dilarang. Menurut pendapat saya seharusnya pemasang spanduk tidak perlu khawatir akan adanya persaingan. Kalau mereka jeli melihat peluang, seharusnya mereka ikut senang. Dengan adanya peluang baru ini. Bahkan bisa ikut bergbung menjadi gojek. Jadi selain memiliki penghasilan utama, sekaligus nemiliki  penghasilan tambahan hasil dari menjadi gojek.

Mudah-mudahan pelarangan (penolakan) seperti ini segera berakhir. Serta tidak meluas ke wilayah yang lainnya. Jangan pula sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau ada pihak gojek (@gojekindonesia) yang membaca postingan ini mungkin bisa mengambil langkah bijaksana. Mengajak para penolak untuk duduk bersama dan diberi pengertian. Sekaligus bisa diajak menjadi gojek. Jadi tidak ada lagi gojek dilarang dan ditolak di seluruh wilayah Jakarta.

9 thoughts on “Gojek Dilarang

  1. Seru jg kota yang udah punya layanan gojek seperti itu, dengar-dengar sudah sampai Bali. Di Mataram belum ada gojek euy 😀
    Driver gojek sebaiknya jg mengingatkan ke penumpang untuk mengenakan helm yg sudah disediakan :)

  2. Waahh,, aku pernah sekali pakai gojek pakai henpon adik ku.. Jadi kita pesan 2 gojek.. Menurutku pengemudi nya ramah dan taat sama peraturan lalu lintas. Aku di beri helm makk, pun bersih.. Tapi gak dikasih jaket, aku masuk angin deh setelahnya hehehe.. Dan murah karena saat itu sudah jam 7PM hanya bayar IDR 10.000

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>