Gambaran Sebenarnya Dari Kebanyakan Rakyat Negeri Yang Kaya Ini

Transaksi di AngkotNamanya ibu-ibu, kalau untuk urusan belanja memang nomer satu deh. Di mana saja mereka bisa belanja hehe. Tidak terkecuali belanja di dalam sebuah angkot. Pernahkah kamu melihat, mengalami atau membayangkan?

Saya pernah melihat sekaligus ikut terlibat. Kejadian belanja dan bertransaksi di dalam sebuah angkot ini sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Saya berhasil mengabadikannya dalam sebuah foto. Tapi terlupakan di mana menyimpan fotonya, baru sore hari ini saya berhasil menemukannya, setelah ngubek-ngubek.

Yang berbelanja dan melakukan transaksi adalah ibu saya sendiri saat berada di angkot, yang membeli buah yang ditawarkan oleh pedagangnya yang juga seorang ibu.

Tepatnya tanggal 10 November tahun lalu, saat itu kami naik mikrolet 06 dari Perempatan Kampung Rambutan dengan tujuan Kelor (Gang Bunga atau Jalan Slamet Riyadi). Kami sudah berada di dalam angkot lebih dulu, kemudian ada seorang ibu tua pedagang buah-buahan naik di Pasar Rebo. Ibu itu sendirian dengan membawa 1 peti, 1 karung buah-buahan.

Bayangkan ibu itu tinggal sendiri di Jakarta dengan mengontrak sebuah kamar yang disebutnya dengan rumah. Umurnya sudah hampir 75 tahun, sementara suami dan anaknya berada di kampung. Dengan umur setua itu, si ibu harus menggendong buah dagangannya sendiri saat turun dari angkot.

Benar saja saat turun di sekitar Jatinegara si ibu pedagang buah mengangkati sendiri dagangannya. Berat sekali beban yang harus diangkatnya, karena buah-buahan yang akan dijual di Pasar Senen itu adalah buah melon, mangga dan semangka. Lapak tempat berjualan di kaki lima dibuka sekitar mulai jam 5-an hingga jam 3-an pagi esok harinya.

Itulah gambaran sebenarnya dari kebanyakan rakyat negeri yang kaya ini. Sedih sekali. Seorang ibu tua yang seharusnya berkumpul dengan suami, anak dan cucunya untuk menikmati hidup, namun masih harus bergumul dengan keletihan untuk mendapatkan dan mengumpulkan uang untuk menyambung dan bertahan hidup.

Salut buat para ibu di negeri ini, yang mau berjuang demi hidupnya dan harga dirinya. Yang tidak begitu saja menyerah dengan alasan kemalasan dan akhirnya mengemis menghinakan diri di pinggir jalan, di lampu merah. Ibu yang mau bekerja demi keluarganya, berusaha untuk keluar dari lingkaran kemiskinan, dan untuk meningkatkan derajatnya.

Semoga diberi kemudahan dan kemuliaan untuk para ibu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2 thoughts on “Gambaran Sebenarnya Dari Kebanyakan Rakyat Negeri Yang Kaya Ini

Leave a Reply to @bangsaid Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>