Fuji Film Dalam Kenangan

Fuji film dalam kenanganPostingan ini untuk bernostalgia tentang sebuah merek yang cukup terkenal dan berjaya. Pada saat itu sekitar tahun 80-an hingga akhir 90-an. Pertama kali saya mengenal kamera adalah saat saya masih sekolah SD. Waktu itu ibu membeli kamera yang sederhana, bermerek Fuji. Zamannya saat itu kamera masih menggunakan film. Belum ada teknologi kamera digital seperti sekarang.

Saat itu memiliki kamera yang sederhana seperti itu saja sudah menjadi barang berharga. Alasannya masih jarang juga sebuah keluarga yang memiliki kamera. Jadi berasa seperti orang kaya πŸ˜€ maklum pemikiran anak SD.

Di paragraf pertama tadi saya sempat menyebutkan sebuah merek dari kamera. Ya, Fuji. Dulu merek ini cukup berjaya dan menguasai pangsa pasar. Selain kamera yang dijualnya, Fuji juga merupakan salah satu merek film. Dengan nama dagang Fuji Film, merek ini bersaing ketat dengan kodak dan konica (seingat saya).

Tapi Fuji Film sepertinya cukup menjadi merek yang lebih diunggulkan oleh konsumen pada waktu membeli film pada saat itu. Film di sini adalah berfungsi untuk mengisi kamera. Jadi media penyimpanan hasil foto-foto berbentuk rol film. Selanjutnya film tersebut dibawa ke tempat cuci cetak foto.

Fuji selain merupakan merek dari film, kamera juga memiliki tempat untuk cuci foto. Salah satu kantor atau gerainya yang terbesar berada di jalan Matraman Raya. Bahkan saya sempat dengar kalau kantor itu merupakan kantor pusat dari Fuji Film.

Fuji film dan sevelKalau anda pernah punya pengalaman mencuci cetak di Fuji Film. Atau paling tidak pernah melewati jalan Matraman. Pasti anda tahu kalau kantor/gerainya yang berada di Matraman ini adalah yang terbesar.

Tapi mari lihat kondisi sekarang, di mana teknologi telah berkembang begitu pesat dan cepat. Kamera digital telah menggantikan kejayaan dari kemera teknologi film. Tentunya kamajuan teknologi ini tidak dapat dihindari. Bahkan Fuji Film pun harus mengalaminya. Begitu pula para saingannya–Kodak dan Konica–saat itu.Β Kini kebesaran Fuji Film dalam kenangan saja.

Sekarang kalau anda melewati jalan Matraman pasti ada yang berubah. Fuji Film yang awalnya memiliki gerai yang cukup lebar, berubah 180Β°. Saya pernah melihat ke bagian belakang gedung beberapa waktu lalu pada hari Sabtu. Kondisinya cukup memperihatinkan. Alasannya gedungnya menjadi begitu sepi dari aktivitas dan terkesan gelap.

Ditambah ada sebuah ruangan seperti untuk memajang beberapa mesin. Mesin yang bukan barang murah. Dulu di masa jayanya begitu hebat melayani pelanggan untuk mencetak foto. Tapi kini hanya sebagai ‘pajangan’ karena memiliki teknologi yang telah usang. Walau pada zamannya dulu, mungkin adalah mesin dengan teknologi terbaru dan canggih.

Fuji Film dalam kenangan. Gerai Fuji Film yang dulu kelihatan begitu wah, kini harus berubah. Merubah diri menjadi lebih kecil dan harus berbagi dengan sebuah swalayan atau mini market. Yang memiliki konsep tempat nongkrong anak muda. Bernama 7 Eleven, biasa disingkat dengan sebutan Sevel. Semua gerai Fuji Film sepertinya memiliki nasib yang sama seperti yang berada di jalan Matraman Raya.

14 thoughts on “Fuji Film Dalam Kenangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.