Fasilitas Ruang Perawatan Kelas Satu Yang Minim

Jumat pagi penuh berkah, mencoba menulis postingan tentang kejadian yang mungkin dianggap biasa dan “normal” bagi sebagian orang. Tapi kalau mau dikaji lebih lagi sepertinya kejadian itu tidaklah dapat dikatakan normal, namun sudah masuk ke dalam bentuk kecurangan. Kecurangan apa sih… penasaran tidak? Yuk simak ceritanya di catatan kecilku untuk saling berbagi ini.

Catatan kecilku kali ini didasari dari pengalaman saat menunggu anak yang sedang dirawat di sebuah rumah sakit beberapa pekan lalu. Saat itu saya menyusul anak yang memang sudah berada di rumah sakit terlebih dulu bersama ibu. Sebelum menyusul ke rumah sakit saya mempersiapkan perlengkapan yang nantinya akan dipergunakan. Persiapan yang dilakukan layaknya ingin menginap di hotel atau ingin berlibur. Baju, perlengkapan mandi, perlengkapan sholat, sendok, gelas, sampai dengan selimut, bantal, dan guling milik anak saya persiapkan dan bawa.

Awalnya suami melarang saya untuk membawa bantal dan guling ke rumah sakit, karena beliau beranggapan di sana pasti sudah disediakan. Tapi saya tetap saja membawanya, paling tidak sebagai jaga-jaga kalau tidak ada. Kalau pun memang sudah ada dan disiapkan rumah sakit, bantal dan guling yang saya bawa bisa dipergunakan untuk saya atau suami yang menunggu sekedar untuk mengganjal kepala.

Fasilitas Ruang Perawatan Kelas Satu Yang Minim

Nyatanya saat sampai di ruang perawatan kami harus dapat menerima dengan ikhlas, fasilitas yang betul-betul seadanya yang diberikan pihak rumah sakit. Bayangkan saja kami memilih fasilitas kelas satu untuk perawatan anak dengan menggunakan asuransi dari kantor suami tapi fasilitas yang diberikan benar-benar kurang. Tidak ada bantal apalagi guling, seprai yang dipasang sangat kecil mudah terbuka bila ada orang yang berada di atasnya. Jadi saat anak tidur di kasur, seprainya bagian atas atau bagian bawahnya terbuka hehe. Seperti kekurangan kain untuk dijahit sebagai seprai penutup tempat tidur, sudah begitu kasurnya seperti matras yang licin, klop sudah.

Ini cerita pertama saya tentang pengalaman di sebuah rumah sakit, nantikan pengalaman lainnya di postingan berikutnya :D. Sengaja dibuat terpisah agar tidak terlalu panjang.

 

3 thoughts on “Fasilitas Ruang Perawatan Kelas Satu Yang Minim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>