Di Balik Layar Wisuda Virtual

Di tulisan yang sudah tayang pada kiriman sebelumnya, ini dia bedanya pelajar angkatan tahun 2019/2020 dengan sebelumnya. Salah satunya adalah dalam penyelenggaraan wisuda. Untuk tahun ini semua kegiatan wisuda dilakukan secara virtual. Ada rasa sedih yang datang begitu saja, saat mendengar akan ada wisuda virtual. Semua itu dilakukan untuk keselamatan semua orang. Daripada tidak dilakukan wisuda sama sekali, pastinya akan menambah kesedihan. 

Kalau kita tengok sepuluh atau belasan tahun di belakang. Acara wisuda hanya dilakukan oleh para mahasiswa yang telah menyelesaikan kuliahnya. Coba lihat sekarang, acara wisuda sudah dilakukan mulai dari tingkat PAUD. Entah siapa yang mempopulerkannya. Mungkin awalnya, si pencetus ide wisuda anak PAUD. Hanya sebatas lucu-lucuan saja. Tapi ternyata disukai dan dapat diterima oleh banyak orang, karena menghibur. Belum lagi, pada penyelenggaraan wisuda ada nilai ekonomisnya. Dalam arti bisa dijual dan menguntungkan. Bagaimana tidak? Setiap kali ada acara wisuda banyak sekali yang harus disiapkan. Seperti baju toga lengkap, salon, kostum, foto studio, tempat, dekorasi, makanan dan minuman, percetakan, penyelenggara acara, dan sebagainya. Dari persiapan itu semua, ada perputaran uangnya. Dengan nilai yang cukup lumayan, bahkan fantastis. Tergantung konsep acara yang dibuat oleh panitia. Obrolan tentang wisuda di masa pandemi virus korona, tentu tidak jauh-jauh dari wisuda virtual. 

Di Balik Layar Wisuda Virtual SIT Permata Bunda

Sudah tentu terasa bedanya, di wisuda virtual semua terlihat lebih sederhana. Terlihat jelas seremonialnya, karena hiburannya sedikit dan tidak seseru kalau wisuda langsung. Walau begitu, tetap saja ada yang perlu dipersiapkan di balik layar wisuda virtual. Ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan. Seperti terlihat di saat mengikuti geladi bersih yang dilakukan melalui aplikasi pertemuan. Tinggal terhubung jaringan internet dan masuk menggunakan aplikasi pertemuan melalui video. Dalam mempersiapkan wisuda virtual, pihak sekolah memiliki dua pilihan. Pertama, menyelenggarakan dan mempersiapkan sendiri wisuda virtualnya. Atau kedua, menggunakan jasa penyelenggara acara. Pilihannya sangat tergantung dari kemampuan sumber daya dari sekolah, dalam mengelola wisuda virtual. Selain itu, kembali lagi balik ke masalah dana dan anggaran yang disediakan.  

Dibalik layar wisuda virtual SIT Permata Bunda

Pelepasan siswa-siswi SIT Permata Bunda kali ini diselenggarakan secara virtual. Tunggu sebentar, kenapa sekarang istilahnya diganti pakai wisuda virtual ya? Mungkin pihak sekolah bingung, mau pakai istilah yang mana. Pelepasan virtual atau wisuda virtual. Biasanya untuk penyelenggaraan wisuda, pihak sekolah menggunakan sebutan pelepasan. Kali ini mungkin dibuat sama dengan yang lainnya, jadi disebut wisuda virtual. Tapi kok kalau dilihat di akun media sosialnya, pihak sekolah atau adminnya. Tidak menggunakan satu istilah, di video pertama menggunakan istilah pelepasan. Di video berikutnya menggunakan istilah wisuda. Ini membuat bingung dan tidak selaras. Seharusnya sih tidak perlu mengekor yang lain. Kalau dari awal menggunakan istilah pelepasan, ya terus sampai kiamat menggunakan pelepasan. Dengan menggunakan satu istilah, menurut saya malah menguatkan penjenamaan (branding) dari sekolah. Kalau pelepasan itu istilah yang digunakan oleh SIT Permata Bunda untuk wisuda siswa-siswinya. Beda dari yang lain itu keren. Baiklah semoga bisa jadi pembelajaran buat saya dan juga anda, dalam hal ingin menguatkan jenama (merek = brand). 

Karena tidak ada kekonsistenan dalam penggunaan istilah pelepasan yang digunakan pada tahun ini. Maka di tulisan ini, saya menggunakan istilah wisuda virtual SIT Permata Bunda. Sepengetahuan saya, proses persiapannya tidak terlalu lama, kurang lebih hanya sebulan. Mulai dari dihubungi oleh penyelenggara acara sampai dengan hari pelaksanaan wisuda virtualnya, pada Ahad 28 Juni 2020. Ada beberapa kegiatan yang dipersiapkan di balik layar wisuda virtual SIT Permata Bunda. Sama seperti acara pelepasan di dunia nyata, wisuda virtual juga butuh kerja sama dari orangtua. Tidak hanya siswa dan sekolah yang terlibat, tapi ada banyak pihak yang terlibat. 

Pengisi Acara

Di balik layar wisuda virtual SIT Permata Bunda, ada beberapa kegiatan yang perlu dipersiapkan, antara lain pengisi acara. Sama seperti biasanya, pengisi acara ditampilkan sebagai hiburan. Serta unjuk kebolehan dari adik-adik kelas. Mulai dari tingkat taman bermain, taman kanak-kanak, sampai sekolah dasar.  Bedanya kali ini para pengisi acara, mengisi acara di wisuda virtual dari rumah. Karena tidak bertemu langsung, maka pengisi acara melakukan rekaman di rumah masing-masing. Tergantung dapat tugas mengisi acara apa. Ada yang menyanyi, menari, bermain piano, membaca puisi, dan sebagainya. Ada peran orangtua membantu, mengarahkan dan merekam akting anak sampai menjadi video. Dari rekaman masing-masing anak, barulah pihak sekolah mengolah dan mengkompilasinya menjadi satu video secara utuh. Eh, bukan tugas sekolah tapi sudah menjadi tugas dari penyelenggara acara. Selanjutnya baru ditampilkan saat wisuda virtual sedang berlangsung. 

Pihak sekolah melalui gurunya, memberikan petunjuk berupa video sebagai contoh gerakan. Serta lirik dari lagu yang harus dinyanyikan sambil menari. Untuk Putri Kecil yang masih duduk di TK-A, mendapatkan dua tugas bernyanyi dan menari. Diiringi lagu Aku Bangga jadi Anak Indonesia dan Bismillah (Nisa Sabyan). Putri Kecil senangnya bukan main, saat mendapatkan tugas dan tahu kalau akan direkam. Kebetulan untuk lagu Bismillah sudah 80 persen sudah hafal. Karena sering bernyanyi bersama kakak-kakaknya. Tinggal melancarkan lagi dan menghafalkan lagu yang satunya lagi. Hanya butuh dua hari untuk latihan menghafal lagu dan gerak tarinya. Saya minta bantuan Nona Kecil dan Gadis Kecil untuk membimbing adiknya menghafalkan. 

Rekaman dilakukan malam hari dengan kostum yang sudah ditentukan. Untungnya sudah ada di rumah dan tidak perlu sewa atau beli kostum. Hanya menggunakan Atasan warna merah dan jilbab putih saat menyanyi dan menarikan lagu Aku Bangga Jadi Anak Indonesia. Untuk lagu Bismillah, menggunakan gamis putih dilengkapi dengan jilbab merah. Namanya juga anak-anak, saya masih harus mengambil hatinya supaya tidak mutung saat direkam. Alhamdulillah, kegiatan rekam merekam lancar. Walau harus dua kali perekaman untuk masing-masing lagu, adek masih mau melakukannya. 

Cara merekamnya tentu saja menggunakan kamera ponsel. Berhubung Putri Kecil masih belum hafal semua gerakannya. Saya menyiapkan laptop untuk memutar video contoh gerakan yang diperagakan oleh guru-gurunya. Bantuan dari Nona Kecil dan Gadis Kecil cukup besar. Selain membantu menghafal lagu dan gerakan tari, mereka juga ikut berakting menari. Masing-masing berada di posisi depan dan samping adiknya. Tujuannya untuk menyemangati, membuat berani, dan menumbuhkan percaya diri Putri Kecil. Setelah masing-masing sudah siap dan berada di posisinya. Selesai diberi aba-aba, Putri Kecil langsung bernyanyi dan bergaya mengikuti video yang diputar. Saya pun segera merekam aktingnya. 

Wisudawan 

Jauh hari sebelum pandemi virus korona, panitia dan orangtua acara wisuda biasanya sudah mulai bergerak. Menyiapkan apa saja yang perlu dilakukan untuk buku tahunan dan wisuda. Dua kegiatan tersebut tidak dapat dipisahkan. Tahun ini mungkin hanya bisa mempersiapkan buku tahunan. Maksudnya untuk foto-foto dan perekaman video, entahlah tergantung panitia masing-masing sih. Apakah sudah sempat melakukannya jauh hari sebelum pandemi atau belum. Kalau belum, maka nasibnya akan sama seperti wisuda. Biasanya para wisudawan akan dipersiapkan dengan berbagai macam kostum, tergantung pilihan dari pihak sekolah dan panitianya. Ada sekolah yang meminjamkan kostum wisuda, karena sudah memilikinya sendiri ada yang sewa. 

Kali ini para wisudawan tetap berada di rumah untuk melakukan seremoni wisuda. Hanya beberapa siswa saja yang hadir ke sekolah sebagai perwakilan. Yang menggunakan kostum lengkap untuk acara wisuda. Walau wisuda virtual, tetap ada pengalungan medali dan tanda kelulusan kepada seluruh siswa. Bedanya perwakilan wisudawan yang hadir di sekolah dikalungkan oleh Direktur dan Kepala Sekolah. Sementara untuk wisudawan lainnya, yang mengikuti seremoni wisuda dari rumah. Dikalungkan medali dan tanda kelulusan oleh orangtuanya masing-masing. 

Penyelenggara Acara

Di balik layar wisuda virtual SIT Permata Bunda, ada pihak penyelenggara acara yang digunakan jasanya. Untuk membantu kelancaran proses acara wisuda virtual. Bagi anda yang ingin menggunakan jasa penyelenggara acara seperti ini harus benar-benar diperhatikan ya. Dari pengalaman wisuda virtual kemarin ada beberapa hal yang membuat kecewa. Diantaranya adalah dalam pembuatan kelengkapan wisuda. Tidak seperti yang diharapkan kualitasnya. Masalah desain dan penggunaan musik. Desain memang masalah selera, tapi kalau sudah menggunakan jasa penyelenggara acara. Harapannya adalah mendapatkan desain yang bagus dan melebihi harapan. Jangan sampai desain yang diberikan oleh penyelenggara jasa tidak sesuai selera. Karena biasa saja, kalau tidak mau dibilang jelek. Belum lagi masalah musik yang digunakan. Ini harus diingatkan benar-benar, jangan sampai menggunakan musik yang melanggar hak cipta.

19 thoughts on “Di Balik Layar Wisuda Virtual

  • Cukup di tahun pandemi ini saja ya kak, semoga tahun depan sudah normal kembali. Namun cukup puas dengan segala usaha tenaga pendidik dan kependidikan serta elemen terkait memaksimalkan pendidikan di masa pandemi. Salute

  • Wisuda angkatan covid-19 atau wisuda virtual memang penuh dengan cerita yang berbeda dari wisuda biasanya ya k. Tapi semangat maju harus membara ga boleh sedikitpun berkurang. Sukses buat angkatan wisuda virtual.

  • Memang lebih seru dan lebih meriah yang wisuda langsung dibandingkan wisuda virtual. Tetapi di era pandemi, wisuda virtual adalah pilihan terbaik. Semoga tahun depan pandemi sudah berlalu dan acara wisuda bisa dilakukan secara langsung

  • Banyak banget emang kisah menarik yang terjadi saat pandemi ini ini melanda. Salah satunya wisuda visual ini. Sekarang semua mua serba visual emang

  • wisuda virtual ini sptibya akan jadi trend ya..selain hemat biaya jg hemat tenaga hehe ga tau jg ya kalau selesai pandemi apa msh ada wisuda virtual.ini

  • Tahun ini setiap peserta didik dari berbagai tingkat pendidikan mengalami perubahan signifikan mulai dari proses pembelajaran hingga kelulusan. Bukan hal menyenangkan karena terasa kurang seru. Tapi yakin deh, ini malah akan menjadi momen yang nggak bakal bisa dilupakan oleh siapapun itu.

  • Alhamdulillah nambah referensi lagi tentang wisuda virtual/daring. Sekolah saya rencananya akan melaksanakan tanggal 25 Juli ini, kebagian tim acara, jadi agak khawatir dengan prosesinya nanti. Apalagi mendengar dari pengalaman teman-teman lain, banyak kendala ketika virtual itu ya.

  • Salah satu peristiwa penting yang dinantikan oleh mahasiwa adalah wisuda, sekarang bukan hanya mahasiswa sih. Seperti yang mbak tulis, wisuda dilakukan oleh semua tingkatan sekolah termasuk PAUD.
    Kebayang sepinya kalau wisudanya virtual, tapi inilah keadaan yang sangat luar biasa kita harus bisa menerimanya

  • Sedih nyaaa ga bisa langsung ya. Padahal seru bgt momentnya. Foto bareng kawan2. Tapi wisuda masa pandemi ini jd berkesan karena berbeda hehe

  • Saya setuju dengan Mbak Titi, kl jenama yg sudah melekat misalnya “pelepasan” yo wis pakai itu saja gpp malah unik kan ya… mgkin rapat buat acaranya jg online ya Mbak jd panitia miskom hehe… selamat wisuda siswa-siswi SIT Permata Bunda

  • Pada akhirnya memang new normal, sesuatu yg baru dan akan kita anggap normal kedepannya. Bisa jadi kedepan akan seperti ini terus, tp ya repot jg hehehe

  • waktu banyak postingan foto soal wisuda secara virtual sebenernya sedih dengan keadaan seperti ini, tapi kita nggak bisa apa-apa. ini akan menjadi kenangan buat anak-anak sekarang yang melewati masa kelulusan dengan virtual
    semoga taun depan bisa kembali normal seperti biasa

  • Alhamdulillah ya kalau ada wisuda firtual seperti ini. Kebanyakan malah tidak diadakan wisuda sama sekali, khususnya bagi pendidikan menengah atas ke bawah. Tapi tetap harus toleransi dengan keadaan yang sedang seperti ini. Thanks for sharing kak

  • ribet juga ya persiapannya. dan tentunya orang tua ikut terlibat. keren. wisuda virtual emang beda. tapi tetep kangen wisuda tatap muka gak sih?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.