Datang Ke PMI, Ayo Jadi Pendonor Darah

image

Pernahkah anda mendapatkan sebuah pesan pendek di seluler yang isinya: “dibutuhkan segera golongan darah B, untuk operasi segera…” Atau mungkin anda sendiri yang pernah kebingungan. Mencari persediaan darah, karena di rumah sakit dan PMI habis.

Semoga kedua pengalaman tersebut tidak pernah terjadi dalam diri dan keluarga kita. Kalaupun ada yang terjadi, berharap hanya sms yang datang meminta bantuan. Selanjutnya kita dapat membantunya. Di atas sempat saya singgung tentang PMI.

Apa yang ada dalam pikiran anda bila disebutkan kata PMI? Jangan hanya menyebut palang merah Indonesia ya. Hehe bukan itu maksudnya. Palang Merah Indonesia mah itu kepanjangannya.

Yup betul, pasti yang lantas berseliweran di otak saat disebut PMI adalah darah, donor, transfusi, relawan, bantuan, bencana, dan sebagainya. Semua itu memang sangat berkaitan erat dengan PMI. Di mana ada PMI di sana ada sebuah bantuan bagi para korban.

Kali ini bukan membicarakan tentang korban atau bencana. Donor darah yang saya tuliskan di blog catcilku.com ini. Tapi berusaha mengajak anda para pengunjung. Agar  datang Ke PMI, ayo jadi pendonor darah. Terbayangkan bila kejadian sebuah pesan pendek di atas atau kejadian persedian darah habis di atas.

Karenanya untuk membantu meringankan kesulitan orang lain, yuk menjadi pendonor darah. Bersedekah tanpa mengeluarkan uang. Takut? Jangan deh, karena badan akan segar dan sehat kok setelahnya. Iya dong karena darah anda akan diganti dan diproduksi dengan yang baru.

Lagi pula sekarang PMI sudah jauh lebih baik. Dibandingkan dengan kurang lebih 10 tahunan yang lalu. Saat pertama kalinya saya datang sendirian. Mencoba mendatangi PMI untuk menjadi pendonor.

Pengalaman Pertama Menjadi Pendonor Darah

Serius, saya pertama kali mendonor sepulang kuliah. Saat itu saya jalan kaki dari kampus UI, Salemba hingga kantor PMI yang berada di jalan Kramat, Senen. Dengan pedenya saya masuk sambil masih sedikit ngos-ngosan. Saya pun kemudian diperiksa hb dan golongan darah, lalu diperiksa oleh dokter dan dinyatakan dapat mendonorkan darah. Setelah darah diambil sebanyak 250 cc saat itu, saya pun langsung ingin bangkit.

Tapi entah kenapa kepala langsung kleyengan (pusing). Saya pun langsung memanggil petugas dan menerangkan kondisinya. Petugas pun dengan sigap membantu saya untuk berbaring kembali. Tidak lama kemudian membawakan air teh manis hangat. Sambil menanyakan kondisi saya sebelum datang ke PMI. Akhirnya kondisi saya baik-baik saja, hanya mengalami kelelahan. Akibat sebelum saya mendonor, baru saja jalan kaki yang cukup jauh. Belum lagi perut saya yang masih kosong, belum makan siang.

Apa yang berbeda di PMI sekarang?

Pelayanan dari para pegawainya dan fasilitas yang disediakan. Saat ini menurut saya sudah sangat baik. Pegawainya melayani dengan ramah dan penuh senyum. Mulai dari dokter hingga para perawat pengambil darah. Hingga pegawai di bagian kantin. Kalau dulu mereka semua jutek cenderung galak dalam melayani pendonor.

image

Fasilitas ada yang berbeda yaitu tempat tidurnya. Kalau dulu tempat tidurnya mengharuskan kita dalam posisi berbaring. Sekarang berbentuk sepeti bangku, jadi posisi pendonor duduk santai. Kalau boleh dibilang seperti bangku di salon saat hendak di creambath :D.

image

Untuk urusan menu yang diberikan kepada pendonor pun berubah. Iya setelah mendonorkan darah, anda akan diberikan camilan. Kalau dulu menunya adalah mie instan, telur ayam, dan susu. Sekarang bubur kacang hijau, roti, dan susu. Saya lebih memilih menu yang sekarang. Lebih sehat, tanpa mie instan.

Jangan khawatir bagi yang datang menggunakan kendaraan ke PMI. Anda tidak akan dipungut uang parkir, karena gratis. Sekarang anda sudah mulai tertarik dong untuk mendonorkan darah. Dengan setetes darah anda dapat menyelamatkan nyawa seorang manusia. Insyaallah, ganjaran pahala yang akan anda dapatkan besar sekali.

Di postingan berikutnya, saya akan menuliskan bagaimana cara menjadi pendonor. Supaya tidak kepanjangan kalau diposting di sini.

Ayo jadi pendonor darah!

Incoming search terms:

  • donor darah dapat uang

11 thoughts on “Datang Ke PMI, Ayo Jadi Pendonor Darah

  1. Sya gak pernah punya pengalaman donor darah, dulu waktu ada donor darah di kampus yang diadakan unit KSR sayangnya waktu itu saya telat datang, acaranya dah selesai, kepengen sih mendonorkan darah itung2 jadi amal sosial.

  2. Eh ada mie instan?
    Dulu taunya cuman dikasih roti sama teh manis, tapi memang setelah donor jangan langsung berdiri. Duduk dulu sebentar, biasanya bakal kleyengan kalau ga pakai jeda istirahat.

  3. Saya kira pas kleyengan itu karena punya riwayat darah rendah, Mba. Ternyata belum makan. Hahahaha

    Saya pernah donor darah, tapi buat nyamuk. :D. Belu berani, Mba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>