Connect 2019 Ajang Diskusi Pegiat UMKM

Alhamdulillah, bulan November kembali tiba. Hari ini sudah memasuki hari kelima. Zaman sekarang semua orang bisa punya bisnis, apapun bentuknya asalkan dalam bentuk digital. Benarkah begitu? Baca saja ya terus ke bawah, temukan cerita saya di Connect 2019 ajang diskusi pegiat UMKM.

Kamis, 30-31 Oktober di Jakarta Convention Center telah berlangsung acara yang keren banget. Connect 2019 merupakan ajang konferensi dan eksibisi yang cocok sekali buat para pegiat UMKM. Selama dua hari tersebut Connect 2019, menghadirkan para pembicara yang sangat kompeten dibidangnya. Suksesnya Connect 2019 ajang diskusi pegiat UMKM tidak luput dari kerja sama yang apik antara dua penyelenggaranya, yakni Traya dan Kitatama. Untuk mendapatkan informasi lebih banyak lagi tentang Connect 2019 dapat dilihat di connectindonesia.id.

Awalnya saya ingin datang mulai dari hari pertama. Tapi apa daya, ada sesuatu yang harus dikerjakan sehingga tidak sempat datang. Baru pada hari kedua berkesempatan menghadiri Connect 2019 di JCC. Sendirian dari rumah dengan ditemani beat kesayangan. Kali ini untuk menuju posisi JCC di bilangan Senayan, tidak bingung lagi. Karena sudah ada pengalaman saat menghadiri Pekan Kebudayaan Nasional di bulan Oktober lalu. Ceritanya bisa anda baca di postingan ada mumi asli Indonesia di Pekan Kebudayaan Nasional. Berangkat dari rumah pukul 08.15 pagi dengan memilih melalui Pejompongan. Sengaja pilih jalan ini karena mau mampir ke Palmerah. Untuk melihat bazar buku sebelum ke JCC. Selesai beli buku di bazar, langsung ke acara Connect 2019. Yang waktu tempuhnya tidak sampai 10 menit dari Palmerah.

Kurang lebih pukul 09.30 saya sudah sampai di JCC. Memenuhi undangan dari Bloggercrony menghadiri Connect 2019. Setelah beres memarkirkan bit, barulah menuju hall B JCC. Sesampainya di tempat, langsung menuju meja registrasi. Dengan menunjukkan tiket elektronik kepada petugas. Yang akan ditukar dengan tanda pengenal sebagai tiket masuk ke acara. Masih ada waktu sebelum acara dimulai. Saya pun berusaha mencari teman baru yang sama-sama berasal dari komunitas Bloggercrony. Alhamdulillah berhasil menambah satu kenalan teman baru. Yang menjadi teman seperjalanan selama acara Connect 2019 ajang diskusi pegiat UMKM.

Sesi pertama diskusi di Connect 2019 ajang diskusi pegiat UMKM

Pukul 10 lewat pintu masuk ke main stage baru dibuka. Kami para pengunjung baru diperbolehkan masuk dan memilih tempat duduk. Saya dan teman baru bernama mbak Nuning memilih duduk di barisan nomor 2. Kurang lebih pukul 10.30 acara di sesi pertama dibuka oleh pembawa acara. Synergistic Collaboration among Corporates, Startups, SMEs, and Government menjadi tema diskusi. Bersama Bank Mandiri, Telkom, dan Warung Pintar.

Ketiga pembicara dengan latar belakang bisnis yang berbeda, sangat mendukung adanya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Yang beberapa tahun belakangan ini banyak bermunculan, bak jamur di musim penghujan. Karena disadari atau tidak, UMKM yang tembus angka 60 juta di seluruh Indonesia. Berjasa dalam menopang ekonomi nasional. Sayangnya mereka mengalami hambatan akses untuk membangun maupun mengembangkan usahanya. Karenannya, menurut Agung Bezharie (Co-Founder/CEO Warung Pintar). Warung Pintar berusaha menjembatani kebutuhan para UMKM akses tersebut. Antara lain akses finansial, informasi, dan produsen. Dengan harapan dapat memutus rantai yang begitu panjang. Untuk masuk ke pasar yang lebih besar.

Sementara dalam hal pembiayaan, Bank Mandiri sebagai salah satu BUMN. Menurut Hery Sofiaji (AVP Micro Development and Agent Banking Group Bank Mandiri). Selama ini Bank Mandiri telah menyalurkan kredit lebih dari Rp 150 triliun kepada UMKM. 47 triliun di antaranya potensial diberikan kepada UMKM yang sudah menggunakan teknologi digital dalam usahanya.

Menurut Joddy Hernady (EVP Digital & Next Business Telkom Group). BUMN yang bisnisnya bergerak di bidang telekomunikasi. Telkom, hingga saat ini telah membangun lebih dari 50 unit Rumah Kreatif BUMN. Selain itu, beda dengan yang lainnya Telkom melalui program Indigo nya. Yaitu sebuah program inkubator bisnis, bagi para startup. Yang akan diberikan pelatihan bagaimana memgembangkan usahanya. Serta akan diberikan kucuran modal. Gimana? keren ya programnya.

Sesi kedua langsung berlanjut tidak lama setelah para pembicara di sesi pertama berfoto terlebih dulu dan turun dari panggung. Diskusi kali ini tentang Empowering Indonesia’s Digital Economy through Innovation and Collaboration. Zaman teknologi seperti sekarang ini, bagi kita yang ingin buka usaha. Jangan lagi takut dan pusing mikirin soal bagaimana cara membuatnya. Sudah banyak kok platform dan penyedia teknologi yang dapat dimanfaatkan. Selain itu juga sangat mudah digunakan bagi pengguna awam sekalipun. Jadi tinggal dimanfaatkan saja untuk mengembangkan bisnis dan layanan yang dimiliki. Siapa yang tidak kenal Microsoft? Kemana saja anda kalau sampai tidak kenal 😀. Menurut Juliana Cen (Small & Medium Business Lead Microsoft Indonesia), dengan teknologi memungkinkan hadirnya banyak potensi yang sebelumnya tersembunyi.

Sesi kedua diskusi di Connect 2019 ajang diskusi pegiat UMKM

Microsoft saat ini memiliki misi memberdayakan orang dan organisasi di seluruh dunia untuk bisa meraih pencapaian yang lebih tinggi. Di Indonesia Microsoft mencoba mengimplementasikan Artificial Intelligence (AI) Microsoft Rinna. Dengan menggandeng perancang busana muslim Ria Miranda dalam kerja sama dalam desain hijab. Iya, sekarang ini dengan memanfaatkan teknologi. untuk urusan desain mendesain bisa diserahkan kepada AI tadi. Dengan begitu produksi bisa lebih banyak dan berkualitas lagi. Pokoknya kerenlah. Tapi saya jadi ngeri juga, kalau semua diserahkan ke teknologi yang berkembang begitu dahsyat dengan AI dan semacamnya. Ke depannya nanti manusia bisa tergeser semua ya dengan AI. Mau tidak mau generasi sekarang yang berarti anak-anak kita harus benar-benar melek teknologi supaya tidak tergerus oleh zaman.

Peluang bekerja dan berbisnis dengan memanfaatkan teknologi memang sangat terbuka luas. Yang dibutuhkan oleh manusia adalah harus memiliki kemampuan dan keahlian yang bisa dimanfaatkan dan dikembangkan. Sribulencer membaca peluang itu dengan membangun sebuah platform teknologi penyedia informasi lowongan kerja paruh waktu. Di mana mempertemukan antara orang yang membutuhkan jasa untuk dibuatkan desain yang bagus. Dengan orang yang memiliki kemampuan dan keahlian membuat desain. Sehingga terjadilah hubungan yang saling menguntungkan. Antara pencari jasa dan pemberi jasa. Hanya dengan tenaga 28 orang saja Sribulancer sudah bisa berkembang dan dapat melayani 30 ribu pengguna, ucap Ryan Gondokusumo (CEO Sribulancer).

Bagi para pemula di bisnis yang sama sekali tidak mengerti dan buta akan teknologi digital. Jangan khawatir, anda bisa memanfaatkan layanan pengembangan teknologi dan user interface dari nol. Anda dapat memilih fitur-fitur yang ingin dikembangkan pada saat mulai. Weekend Inc akan bantu untuk bikin teknologinya, iming Andoko Chandra (CEO Weekend Inc).

Selesai sesi kedua kami pun keluar untuk sholat dzuhur, walau masih dilanjut dengan sesi ketiga. Acara Connect 2019 kali ini juga bersamaan dengan Indocomtech yang sudah berlangsung lebih dulu. Jadi tiket yang kami miliki selain untuk acara Connect juga bisa untuk masuk ke Indocomtech. Jadi sekalian saja sambil menuju mushollah, kami melihat-lihat ke dalam pameran telekomunikasi dan teknologi ini 😁. Lumayan bisa cuci mata dan lihat diskon besar untuk produk ponsel. Bikin mupeng. Kami kembali lagi ke acara Connect 2019 ajang diskusi pegiat UMKM. Untuk mengikuti sesi ketiga. Oh iya, acara yang berlangsung di Connect ini memang dibuat marathon menjadi beberapa sesi. Dengan pembicara dan topik yang dibicarakan sangat bagus. Memberikan pencerahan bagi yang ingin memulai usaha. Maupun yang sudah punya usaha dan ingin mengembangkannya lebih lagi melalui digital. Saat kami kembali ke main stage, ruangan masih sepi, bangku-bangku masih kosong. Belum ada yang kembali, mungkin masih ada yang makan dan sholat. Saya dan mbak Nuning pun langsung menuju bangku yang tadi kami duduki untuk menunggu acara dimulai.

Sesi ketiga diskusi di Connect 2019 ajang diskusi pegiat UMKM

Kalau berbisnis sebaiknya di dunia nyata atau di dunia maya saja sebaiknya ya? Mungkin ada dari anda yang memiliki pertanyaan itu. Nah kalau ini dijabarkan oleh pembicara di sesi Online or Offline Store? Pada siang hari dimulai pukul 13.30. Kali ini yang berbagi cerita pengalamannya dari Fabelio, Merupakan perusahaan yang menjual furniture. Nelson Liu (VP Marketing Fabelio) menceritakan kalau awalnya Fabelio dibuka di dunia maya. Seiring berjalannya waktu dan melihat kebutuhan dari pelanggannya. Fabelio mulai membuka showroomnya, beberapa diantaranya ada di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang. Tahu sendirikan kalau furniture itu butuh melihat fisiknya dan kalau bisa mencobanya. Paling tidak Fabelio memberikan kesempatan pelanggannya untuk bisa melihat fisiknya dan merasakan teksturnya. Sehingga dapat membayangkan, ketika sebuah furniture dibeli akan seperti apa kenyamanannya di rumah. Pengalaman itulah yang tidak bisa diberikan hanya dengan melihat produk di sebuah layar komputer.

Dengan datang ke showroom, pelanggan juga dapat berkomunikasi dengan petugas. Mungkin untuk berdiskusi tentang warna, jenis kulit, atau kayu yang menjadi material pembuatan furniture yang diinginkan. Sehingga membuat pelanggan lebih percaya lagi dengan produk yang akan dibelinya. Untuk menjawab pertanyaan tadi, maka dapat disimpulkan semua tergantung kebutuhan. Serta tergantung produk yang dijual. Seperti contoh Fabelio, dengan membuka showroom di dunia nyata. Membuat pendapatannya menjadi meningkat. Bagi anda yang saat ini sedang mempertimbangkan ingin membuat bisnis di dunia nyata. Silakan lakukan kalau memang itu dapat mempermudah pelanggan untuk mendapatkan kepuasan.

17 thoughts on “Connect 2019 Ajang Diskusi Pegiat UMKM

  1. Bagus banget acara Connect 2019 ini ya, pembicaranya juga mumpuni banget di bidangnya. Yup setuju banget, bahwa usaha apapun, selain kencang di offline, juga harus digeber di Online ya, mengingat pasar potensial bisa dari mana saja. Thanks for sharing yaaa

  2. Akuuuuu dateng ke acara connect tapi hari pertama, jadi nggak ketemu mbak deh. Padahal aku pengen denger cerita tentang CEO WP tuh membangun start up mereka di bidang warung kecil gitu.

    Tapi baca tulisn mbak, aku jad tahu tentang Sribulancer. Cobain aaah. Mana tau ada yang butuh jasa sebagai copy writer, trus aku bisa dapet sangu dari sana. Hihihi

  3. Waktu main ke Banyuwangi, aku lihat banyak betul Warung Pintar, dan kayanya sih hidup.

    Sayang belum sempet dan nyobain jajan. Sampai sekarang ku penasaran. Semoga ketemu lagi warungnya di Medan. :)

  4. Saya gak sempet dtg ke acaRa Connect, tapi upaya mengangkat UMKM memamg keren, karena UMKM perlu dukungan semua pihak.
    Sehingga bisa survive dan berkembang.

    Bravo UMKM Indonesia.

  5. Wih seru lho dan beruntung banget bisa ikutan connect dimana para ukm pada ngumpul dan seenggaknya kita jadi dapet tambahan insight untuk bisa menjadi salah satu dari mereka apalagi yang isi acaranya panutan ukm semua. Jadi kangen aku ketemu temen temen dsri bloggercrony

  6. Datang k acara Connect 2019 ini jadi membuka wawasan terbarukan banget untuk memandang sebuah UMKM di Indonesia. Dan ini di hari ke-2 aja ambience kedatangan dan materinya daging banget.

  7. Adanya kemajuan teknologi saat ini memang telah menjadi ketakutan sendiri untuk manusia. Pasalnya, sudah terpampang jelas sebagian pekerjaan manusia telah diambil alih oleh robot canggih. Memang sekarang kita dan anak2 penerus nanti mesti melek soal teknologi. Agar gak tertinggal dan digantikan..

Leave a Reply to Suciarti Wahyuningtyas Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>