Coba Makan Bakso Kemon

Setahu saya, kurang lebih sudah setahunan tempat ini ada. Tapi baru kemarin malam datang dan mencoba makanannya. Iya kemarin malam kebetulan saya sedang shaum, jadi sekalian ifthor di sini. Tidak sengaja sih sebenarnya, awalnya malah mau makan bakso kocok. Tapi pas jalan kaki dan lihat tempatnya kok bagus, bersih, desainnya sederhana tapi menarik perhatian. Jadi ingin mencobanya, menunya pun tidak jauh-jauh dari bakso ๐Ÿ˜.

Begini awalnya. Selesai mencetak pesanan desain grafis yang berisi visi, misi, dan tujuan dari sebuah sekolah Islam terpadu di Matraman, Jakarta. Saya yang ditemani sahabat mencari buah di toserba yang memang khusus menjual buah-buahan di daerah Rawamangun. Saat memilih buah yang ingin dibeli, tiba-tiba saya ingin sekali makan nasi bebek yang pedas. Untuk cerita nasi bebek insyaalah akan saya tulis tersendiri untuk memperbarui tulisan di blog ini. Buah sudah dipilih dan dibayar kami pun keluar dari toserba buah.

Ketika itu waktu sholat magrib sudah tiba, adzan pun sudah selesai dikumandangkan. Sahabat saya yang tahu kalau saya sedang berpuasa mengajak makan. Beliau pun bertanya, “jadi makan nasi bebek di mana?”. Bingung untuk menjawabnya, saya pun terdiam. Alasan pertama, tempat makan nasi bebek yang diinginkan masih jauh dari posisi kami. Kedua, hari sudah malam. Ketiga, kami menenteng belanjaan buah yang sudah dibeli sebelumnya. Kempat, menggunakan angkutan umum dari aplikasi daring. Tidak mendapatkan jawaban yang diharapkannya, sahabat saya akhirnya bertanya sekaligus memberikan pilihan lain. “Makan bakso kocok saja mau?” katanya. Mendengar kata bakso, saya pun mengangguk tanda mau. Kami berdua pun tersenyum.

Tidak susah kalau ingin makan bakso di daerah Rawamangun. Sudah pada tahu dong kalau di Rawamangun itu gudangnya bakso kocok ala-ala Bandung gitu. Jadi diputuskan akan makan bakso kocok. Pas sekali, karena kami memang sedang berada di jalan Waru, jadi tidak perlu naik angkutan umum dulu untuk menuju tempat bakso kocok. Tidak susah kalau ingin makan bakso di daerah Rawamangun. Sudah pada tahu dong kalau di Rawamangun itu gudangnya bakso kocok ala-ala Bandung gitu. Jadi diputuskan akan makan bakso kocok. Pas sekali, karena kami memang sedang berada di jalan Waru, jadi tidak perlu naik angkutan umum dulu untuk menuju tempat bakso kocok. Jaraknya hanya 100-200 meter saja dari toserba buah.

Kami pun memutuskan untuk jalan kaki dengan membawa belanjaan buah, di tangan kanan kiri masing-masing. Saat sedang berjalan dan belum sampai ke tempat bakso kocok yang dituju. Saya melihat tempat makan lain dan memberitahukan ke sahabat yang berjalan di sebelah saya. Sahabat saya pun akhirnya menengokkan kepalanya. Supaya dapat melihat apa yang saya lihat dan berkomentar, “baru ya?, coba yuk”. Akhirnya kami pun mengubah rencana dan memutuskan untuk makan di tempat makan yang baru saja dilihat.

Coba Makan Bakso Kemon

Bakso kemon, cukup menarik perhatian siapapun yang mendengarnya untuk melihat. Termasuk kami salah satunya ๐Ÿ˜Š. Pemberian nama yang unik, merupakan salah satu trik pemasaran yang jitu. Sampai bisa membuat kami mengubah pilihan. Tidak jadi membeli bakso kocok melainkan memilih untuk coba makan bakso kemon. Dari jalan dengan kecepatan biasa, tempat bakso kemon ini sangat mudah untuk dikenali. Papan nama dan seragam dari para pegawainya didominasi oleh warna kuning. Untuk logo dan tulisan bakso kemon berwarna hitam. Pemilihan padu padan warna yang sangat serasi. Di mana warna kuning merupakan warna yang memberikan efek bergairah. Sementara warna hitam dikenal karena elegan.


Kami harus melewati area parkir terlebih dulu untuk sampai ke tempat duduk. Konsep desain dari tempat bakso kemon sangat terbuka. Kalau boleh dibilang, tidak ada pintunya sama sekali. Pelanggan bisa melihat dapur dan bagaimana para pegawai dari bakso kemon memasak. Baru ada dua meja yang terisi oleh pelanggan. Walau begitu mereka sepertinya, juga belum makan. Karena di atas mejanya masih kosong. Kami menjadi pelanggan ketiga yang datang ke bakso kemon. Setiap pelanggan yang baru datang akan disapa semua kru bakso kemon dengan ucapan “selamat datang”. Kami kemudian memilih meja dan kursi yang agak ke dalam, supaya bisa melihat pemandangan di luar. Setelah duduk, kami pun disodori dengan menu makanan yang dijual di bakso kemon.


Setelah memesan makanan, kami berdua pun ngobrol sebentar. Sambil melihat ke sekeliling dari tempat duduk. Anda tahu lirik lagu yang dibawakan oleh penyanyi cilik Melisa, berjudul abang tukang bakso? Kalau tidak tahu, di bakso kemon anda bisa menemukan liriknya dan mulai bernyayi. Terpampang dengan ukuran besar di dinding, yang difungsikan sebagai hiasan. Menarik sekali idenya. Tidak terlalu lama pesanan kami akhirnya datang, siap untuk disantap. Untuk rasa, lumayan sebagai pengganjal lapar setelah berpuasa. Selain bakso, anda dapat memesan aneka masakan lainnya. Seperti nasi goreng, mie ayam, pempek, mie hitam, sate ayam, dan lain sebagainya. Selain makanan juga tersedia aneka minuman yang bisa dipilih. Antara lain es kelapa muda, es cincau, es jeruk, dan es campur.


Buat anda yang menginginkan sensasi makan bakso yang lebih menghebohkan lagi. Coba makan bakso kemon porsi tumpeng gunung yang disajikan di atas nampan. Ukuran baksonya jelas sangat besar dibandingkan yang normal. Mengikuti ukuran baksonya, porsinya pun jadi lebih besar. Jadi bisa dimakan lebih dari dua orang. Kalaupun mau dihabiskan oleh satu orang boleh saja dan tidak ada yang melarang. Asalkan yakin perut anda mampu menampungnya ya ๐Ÿ˜. Mungkin dari anda ada yang bertanya-tanya sejak tadi, mana daftar harganya. Baiklah, saya akan informasikan. Untuk harga bakso dan menu lainnya antara dua puluh ribu sampai lima puluh ribu. Dengan harga segitu menurut saya masih masuk akal. Bagaimana tertarik coba bakso kemon?

8 thoughts on “Coba Makan Bakso Kemon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>