Cara Melatih Anak Belajar Puasa

Banner belajar puasa RamadhanDi postingan saya di blog yang ini berjudul Ramadhan spesial untuk belajar puasa.

Serta terinspirasi dari obrolan di twitter dengan seorang teman. Hanya gara-gara saya mentwit pencapaian putri sulung saya yang berhasil puasa sampai bedug Maghrib.

Akhirnya saya menuliskan cara melatih anak belajar puasa di blog ini. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk melatih anak belajar puasa:

1. Sesuaikan dengan umur anak

Cara melatih anak belajar puasa tentu harus disesuaikan dengan umurnya. Kesiapan orang tua dan anak untuk mengajar dan belajar puasa tentunya sangat penting. Kesiapan ini tidak sama untuk masing-masing orang tua dan anak. Yang terpenting juga adalah adanya contoh dari orang tua kepada anak. Jangan sampai orang tua minta anak belajar puasa sementara dirinya tidak berpuasa. Salah satu yang sering kali diabaikan dan lalai adalah saat bunda kedatangan jatah haid (menstruasi). Ada bunda yang abai dan lalai makan seenaknya saat memberikan pengajaran puasa kepada anak. Tentu saja ini akan membingungkan bagi anak yang memang baru pertama kalinya belajar puasa. Jadi bunda walau sedang haid ikutlah makan sahur dan berpuasa. Temani anak untuk berpuasa walau anda sedang haid

2. Sosialisasikan kepada anak dan anggota keluarga

Lakukan sosialisasi kepada anak sejak jauh-jauh hari kepada anak dan anggota keluarga. Perkenalkan dengan wajah yang ceria dan penuh semangat kalau umat muslim sedunia akan kedatangan bulan Ramadhan. Selanjutnya perkenalkan apa itu puasa dan ritual yang harus dilakukan sesuai dengan tuntunan dan ajaran yang benar. Tentunya gunakan bahasa sehari-hari yang ringan dan mudah dipahami oleh anak. Anggota keluarga pun harus dilakukan sosialisasi. Karena keberhasilan melatih anak belajar puasa juga tergantung dari anggota keluarga yang lain. Jangan sampai ada anggota keluarga yang menggoda anak-anak walau niatnya hanya untuk bercanda. Berikan batasan dan rambu-rambu yang jelas kepada anggota keluarga mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Mintalah bantuan dan kerjasama anggota keluarga untuk keberhasilan belajar puasa anak

3. Buat penyambutan (tarhib) Ramadhan

Untuk lebih memeriahkan Ramadhan lakukan penyambutan saat datang Ramadhan. Lakukan sesuai dengan gaya anda sendiri. Jangan sampai berlebihan dan bertentangan dengan pengajaran yang lainnya. Contohnya jangan sampai melakukan penyambutan dengan menggunakan petasan. Lakukan dengan sederhana, bahkan hanya dengan bernyanyi-nyanyi dan bicara saja dengan anak itu pun sudah cukup. Jika memungkinkan anda dapat membuatkan spanduk dan menghias rumah untuk menyambut Ramadhan. Bila perlu di tahap ini buat target kecil-kecilan untuk anak. Tanyakan kepada anak target yang ingin mereka capai pada belajar puasa kali ini. Kalaupun nantinya tidak tercapai jangan sampai kecewa apalagi sampai memarahi anak. Harus diingat terget awal bagi orang tua adalah mengenalkan, mengajarkan, dan membiasakan anak berpuasa

4. Bangunkan anak saat sahur

Saat ingin tidur bicaralah kepada anak, kalau mereka akan mulai dilatih untuk belajar puasa untuk mempersiapkan mental mereka. Kalau nanti Ayah, Bunda, dan anggota keluarga lain akan makan sahur. Tanyakan kepada anak apakah akan ikut makan sahur bersama? Lagi-lagi dengan suasana dan suara yang ceria dan bersemangat. Selipkan kata-kata yang menyemangati dan imgin-iming makanan kesukaan anak akan disediakan saat makan sahur. Yang terpenting pula saat membangunkan harus mempersiapkan aneka rayuan bagi anak. Obrallah kata-kata rayuan yang menyenangkan buat anak. Karena ada beberapa anak yang memang kesulitan untuk dibangunkan. Perlu diperhatikan di sini jangan sampai kata-kata rayuan itu berisikan kebohongan

5. Siapkan makanan yang disukai

Terpenting adalah menyiapkan makanan yang disukai oleh anak. Terlebih bagi anak yang pemilih. Sediakanlah makanan yang menggugah selera anak untuk makan sahur. Bahkan bila memungkinkan sediakan makanan ringan dan kue-kue yang disukai. Tentunya yang bergizi dan menyehatkan. Jangan pernah menyediakan es dan permen di saat makan sahur

6. Jangan terprovokasi dengan rengekan dan tangis anak

Bila anak memang sudah mulai berpuasa, sebagai orang tua dan anggota keluarga yang lain haruslah teguh pendirian. Jangan karena kasihan lalu membiarkan anak untuk berbuka puasa. Karena akan menjadi senjata yang akan dipergunakan oleh anak, setiap kali ingin berbuka karena haus dan lapar. Maka mereka akan merengek dan tangis agar dikasihani dan akhirnya diizinkan untuk berbuka. Bukan raja tega, tapi lebih mengajarkan pula komitmen dan tanggung jawab kepada anak. Ingatkanlah anak untuk bersabar dan ingatkan kembali akan target yang ingin dicapai yang telah ditetapkan di awal. Alihkan rasa haus dan lapar anak dengan kegiatan yang disukai oleh anak. Seperti bernyanyi, membaca buku cerita, bermain yang tidak melelahkan, dan sebagainya

7. Berikan apresiasi dan hadiah kepada anak

Ketika anak telah mencapai target setiap harinya maka berikanlah apresiasi kepada anak. Bila tidak ada hadiah pun tidak mengapa. Beri apresiasi yang lebih menyenangkan untuk anak adalah dengan ucapan dan pelukan. Sehingga anak pun akan belajar apa yang namanya sebuah ketulusan. Di rumah saya memberikan apresiasi berupa jempol dan pelukan kepada anak. Bahkan terkadang hanya ucapan bangga yang diucapkan dengan berbagai ekspresi. Tidak lupa pula saya mengetik dan mentwitkan ucapan-ucapan kebanggaan tadi di depan anak. Bila mereka sudah dapat membaca, biarkan mereka ikut membaca twitannya. Anak akan meningkat kepercayaan dirinya bila sering dipuji (dibanggakan)

8. Iming-imingi anak dengan hadiah

Bila memungkinkan dan tidak memberatkan anda berikan iming-iming hadiah kepada anak. Kalau pun tidak ada gantikan dengan cara pelukan dan kata-kata pujian sudah cukup. Ini juga mengajarkan kepada anak agar tidak pamrih. Jika memungkinkan memberi hadiah buatlah beberapa lapis hadiah. Hadiah A bila mencapai target A, hadiah B bila mencapai target B, dst. Sampaikan pula bila anda akan memberikan hadiah kejutan yang anak tidak mengetahui isinya . Yang perlu diingat berikanlah hadiah yang mendidik dan dapat didiskusikan bersama anak, tentang hadiah yang mereka inginkan. Ingatkan pula akan hadiah terbesar berupa pahala dari Allah swt dan surga Ar-Rayyan yang telah disediakan bagi orang-orang muslim yang berpuasa

9. Jujurlah kepada anak

Aturan paling dasar dari semua pemberlajaran puasa ini adalah lakukan dengan niat ikhlas serta kejujuran. Jujur kepada anak akan semua yang akan dilakukan dan apapun yang akan diraih. Jangan ada yang ditutupi dan kebohongan yang terselip di setiap kegiatan. Bila akan memberikan hadiah maka berikanlah. Jangan sampai anak kecewa karena tidak mendapatkan apa yang telah dijanjikan. Minta maaflah bila ada yang belum dapat dilaksanakan atau belum diberikan. Namun tetap akan diberikan walau waktunya diundur, jelaskan apa alasannya secara jujur.

Demikianlah 9 hal yang perlu dilakukan oleh orang tua sebagai cara melatih anak belajar puasa. Semoga anak-anak kita dapat mengamalkan ajaran Islam yang mulia ini. Selamat Hari Anak Nasional 23 Juli 2014.

7 thoughts on “Cara Melatih Anak Belajar Puasa

  1. Saya dulu sering dipuji-puji juga, Bun, biar semakin semangat gitu, hihihi. saya pertama kali puasa, seingat dulu, sampai jam tiga itu (maaf) muntah, Bun. nggak tahan, itu kelas dua kalau nggak salah. tapi tahun berikutnya, sudah mulai penuh 😀

  2. Benar sekali, dulu waktu kecil sering malas bangun sahur karena masih mengantuk. Tapi dengan kebiasaan yang sudah ditanamkan sejak dini, akhirnya bisa menyesuaikan dan terbiasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>