Bus Sekolah Bisa Dipinjam untuk Keperluan Pelajar dan Sekolah

Sudah Senin lagi, alhamdulillah masih diberi tambahan waktu untuk hidup. Semoga bisa hidup untuk memberi manfaat sebanyaknya ke orang lain.

Tadi pagi saya berkunjung ke kantor Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS), yang berada di bawah Dinas Perhubungan dan Transportasi untuk yang kedua kalinya. Kedatangan pertama pada Sabtu pagi jelang siang bersama putri kecil dan Jiddah. Tapi pelayanannya tutup dan belum menuntaskan apa yang menjadi keperluan. Oleh satpam yang bertugas kami diminta untuk datang kembali di hari kerja Senin-Jumat sejak pukul 07.30-15.00. Agar bisa dilayani keperluannya.

Ada keperluan apa saya mendatangi tempat ini? Secara pribadi memang tidak ada keperluan. Hanya karena pada Sabtu pagi diminta untuk menemani Jiddah. Jadilah ikut pergi menemani mengunjungi UPAS. Sementara Senin pagi ini, memang sejak Sabtu saya yang minta ikut lagi ke tempat ini. Alasannya tentu saja karena penasaran 😅. Demi bisa melihat bus sekolah berwarna kuning itu lagi dan cari informasi tentang bus sekolah yang bisa dipinjam untuk keperluan pelajar dan sekolah. Sebab di hari Sabtu hanya sempat untuk melihat banyak bus sekolah terparkir di halaman kantor UPAS.

Bus sekolah adalah bus yang khusus diadakan oleh pemerintah daerah DKI Jakarta untuk memberikan pelayanan transportasi kepada para pelajar. Saya sebut pemerintah daerah karena, tidak hanya di DKI Jakarta yang memiliki bus sekolah. Saat pergi ke Bandung pun sempat melihat ada bus sekolah yang terparkir di pinggiran jalan. Terus terang saya lupa kapan tepatnya bus berwarna kuning itu mengaspal untuk pertama kalinya di jalanan ibukota. Kalau tidak salah sejak 2014 ya? Cmiiw. Sangking penasaran saya pun berselancar dan hasil pencarian di google mengatakan. Bahwa bus sekolah sudah lama ada yaitu sejak 2007.

Bus Sekolah Bisa Dipinjam untuk Keperluan Pelajar dan Sekolah

Ternyata bus sekolah bisa dipinjam untuk keperluan pelajar dan sekolah, informasi ini saya dapat dari jiddah. Sebelumnya sama sekali tidak tahu, mungkin abai terhadap informasi seperti ini. Saat dibutuhkan barulah tanya sana sini. Berbekal informasi bahwa bus sekolah dapat dipinjam akhirnya kami pergi pada hari Sabtu, seperti sudah diceritakan di atas. Kali ini kami pergi ke kantor UPAS lagi, Senin pagi ini sekitar pukul 08.30 untuk menyerahkan surat permohonan peminjaman bus sekolah. Yang rencananya akan dipergunakan untuk 2 kegiatan yang akan diselenggarakan di sekolah milik Jiddah (SIT Permata Bunda). Pertama, kegiatan manasik haji yang akan berlangsung di asrama haji Pondok Gede pada hari Jumat tanggal 14 Desember dan kedua, hari Sabtu, tanggal 15 Desember ke Planetarium Jakarta.

Saat memasuki pintu gerbang, pengunjung akan ditanya keperluannya oleh satpam yang sedang berjaga. Karena tujuannya ingin meminjam bus sekolah, olehnya kami diarahkan untuk ke gedung pengelola yang berwarna merah. Setelah memarkir kendaraan, kami menuju pintu masuk gedung. Di depan pintu sudah ada satpam yang berjaga dan siap menanyakan keperluan setiap pengunjung yang datang. Setelah mengutarakan maksud kedatangan, kami diminta untuk mengisi buku tamu. Selanjutnya dipersilakan untuk menunggu di kursi yang sudah tersedia di ruang tunggu. Kami pun mengikuti perintah satpam untuk masuk dan menunggu. Di ruang tunggu yang kami tuju terpasang aneka ucapan terima kasih di dindingnya. Berasal dari sekolah-sekolah yang pernah meminjam dan menggunakan bus sekolah untuk kegiatan pelajar.

Sudah ada satu pengunjung yang lebih dulu tiba dan sedang duduk di kursi. Seorang ibu yang sedang menunggu antrean untuk dipanggil. Tidak lama keluarlah seorang pria dari sebuah ruangan dan mempersilakan ibu tadi untuk masuk ke dalam ruangan. Rupanya pengunjung yang telah selesai keperluannya akan memanggil antrean berikutnya. Jadi tidak ada petugas yang mengarahkan setelah berada di ruang tunggu. Lumayan praktis, tapi kalau pengunjung yang antre banyak bisa berebutan atau tidak ya?
Giliran kami sekarang yang masuk ke ruangan untuk menyerahkan surat permohonan bus sekolah. Tentunya setelah diberitahu oleh ibu yang tadi sudah masuk terlebih dulu. Bertemulah kami dengan seorang petugas ASN dengan seragam lengkap Dinas Perhubungan. Pegawai berjilbab cantik yang suaranya lemah lembut itu menanyakan maksud kedatangan saya dan jiddah. Sambil menyodorkan amplop berisi surat permohonan jiddah mulai menyebutkan maksud kedatangannya.

Sayangnya kedatangan kami ternyata belum beruntung. Karena menurut petugas antrean sekolah-sekolah yang akan meminjam bus sudah penuh. Untuk tanggal dan hari yang dikehendaki, yaitu tanggal 14 dan 15 Desember 2018. Ada 30 sekolah yang sudah lebih dulu mengajukan permohonan pada tanggal yang sama. ASN muda itu menyebutkan kalau permohonan yang mendadak seperti kasus kami akan sangat sulit mendapatkan pinjaman bus sekolah. Tapi petugas masih memberi harapan kecil untuk peminjaman pada tanggal 14. Kami diminta untuk menunggu telepon, karena akan dikabari. Bila surat permohonan peminjaman bus sekolah yang kami serahkan telah didisposisi dan disetujui oleh atasannya. Setelah mengucapkan terima kasih kami pun meninggalkan kantor UPAS.

Bus sekolah bisa dipinjam untuk keperluan pelajar dan sekolah bagi anda yang ingin melakukan peminjaman, sebaiknya lakukan peminjaman minimal satu bulan sebelumnya. Untuk menghindari kehabisan persediaan bus sekolah yang dapat digunakan untuk dipinjam. Ketika jumlah peminjam bus sekolah membludak, akan dilihat sekolah mana yang telah lebih dulu mengajukan permohonan. Maka sekolah tersebut yang akan lebih dulu mendapat peluang meminjam bus sekolah. Karena bus sekolah yang dikhususkan untuk melayani peminjaman dari sekolah-sekolah hanya disediakan 20 armada saja. Jadi siapa cepat dia dapat 😁. Saya yang masih penasaran dengan bus sekolah mulai melancarkan aksi bertanya. Tapi sayang informasi yang diharapkan tidak berhasil didapat.

Sangat mudah untuk proses peminjaman bus sekolah bisa dipinjam untuk keperluan pelajar dan sekolah ini. Setiap peminjaman tentunya harus mengajukan surat permohonan peminjaman bus sekolah yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah bersangkutan. Ditujukan kepada Kepala Unit Pengelola Angkutan Sekolah. Di dalamnya tentu disebutkan waktu, kegiatan, dan jumlah bus yang akan dipinjam.

Ada dua ukuran bus sekolah yang dapat dipinjam yaitu ukuran besar dengan kapasitas 25-27 tempat duduk. Kalau yang kecil ukuran elf untuk kapasitas 15-20 tempat duduk. Bus sekolah yang dipinjam hanya melayani kegiatan di Jakarta saja. Tidak bisa dipergunakan untuk ke luar kota. Seperti Bekasi, Depok, dan Bogor. Tapi dapat dipinjam di hari Sabtu dan Ahad. Paling penting, peminjaman bus sekolah dibebaskan dari biaya sewa.

Selama ini karena sudah tidak mungkin menggunakan bus sekolah, saya abai tentang informasi pelayanan publik satu ini. Sering lihat saja beberapa armada bus sekolah yang melawati jalan Kramat Asem yang kebetulan dekat dengan rumah. Makanya ketika ada kesempatan ke kantor UPAS saya merasa mendapatkan kesempatan untuk bertanya banyak kepada petugas di sana. Diantaranya tentang rute mana saja yang dilayani oleh armada bus sekolah. Tapi sayang petugas yang menerima kami tidak memiliki informasinya. Hanya memberi informasi kalau seluruh Jakarta disediakan 16 rute.

Bagi anda yang membutuhkan peminjaman bus sekolah silakan datang ke kantor UPAS yang sekaligus menjadi pool untuk seluruh armada bus sekolah yang ada di Jakarta. Alamatnya berada di Jl. Raya Pondok Gede No. 1, Jakarta Timur.

Update pada 14 Desember 2018: pada hari Rabu, Jiddah menerima telepon dari kantor UPAS. Sesuai dengan janji dari petugas saat hari Senin lalu. Alhamdulillah permohonan peminjaman bus sekolah untuk hari Jumat disetujui. Jadi pagi hari tadi dikirimlah satu armada bus sekolah untuk mengantarkan pelajar untuk belajar manasik haji ke asrama haji di Pondok Gede.

4 thoughts on “Bus Sekolah Bisa Dipinjam untuk Keperluan Pelajar dan Sekolah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>