Buah Kelapa Jelang Lebaran 1435 H

Penjual kelapa parut

Anda kenal dengan buah kelapa? tentunya sudah pada kenal dan paham ya dengan buah kelapa ini. Buah yang semua bagian dimulai dari pohon hingga buahnya sangat bermanfaat dan tidak ada yang sia-sia. Hampir semua orang kenal, pernah merasakan bahkan menyukai buah yang satu ini.

Buah ini menjadi salah satu komoditi yang laris manis diburu oleh para ibu setiap jelang lebaran. Apalagi kalau bukan sebagai kebutuhan untuk melengkapi masakan. Baik sebagai pelengkap ataupun bahan yang wajib ada untuk mengolah masakan. Buah kelapa yang tanpa diolah pun sudah enak untuk dimakan ini, pada saat menjelang Lebaran akan menjadi langka dan mahal harganya. Mungkin karena saat bulan puasa pun keberadaan buah kelapa sudah banyak dicari dan digunakan. Sebagai santan untuk pelengkap berbagai panganan, seperti kolak, pacar cina, biji salak, dan sebagainya.

Lapak penjual kelapa parut

Sudah tiga tahun terakhir ini saya merasakan dan mendapati kesulitan saat membeli buah kelapa jelang lebaran. Karena dalam tiga tahun ini kebetulan mendapat tugas dari ibu untuk membeli buah kelapa. Di pasar buah kelapa menjadi incaran para ibu-ibu yang ingin masak. Setiap penjual terkadang sampai tidak terlihat karena lapaknya penuh dengan ibu-ibu yang antri. Ibu-ibu yang membeli pun tidak hanya membeli satu buah saja, para ibu tersebut membeli lebih dari satu butir. Keperluannya tentu untuk menyiapkan masakan untuk menjamu keluarga dan para tamu di hari raya.

Buah Kelapa Jelang Lebaran 1435 H

Karena permintaan yang berlebih sementara pasokan terbatas, maka terjadilah kenaikan harga. Satu buah kelapa berukuran kecil dihargai Rp. 10.000,- sementara untuk yang berukuran besar dihargai Rp. 12.000,- per butirnya. Itu pengalaman membeli buah kelapa jelang Lebaran 1435 H yang lalu. Harga tersebut sudah termasuk jasa memarut dan memeras kelapa hingga menjadi santan yang siap digunakan untuk memasak.

Kondisi harga buah kelapa yang tinggi memang tidak menggembirakan bagi para ibu. Akan lebih menambah beban lagi bila keberadaan buah kelapa tersebut sulit ditemui. Kelangkaan buah kelapa jelang lebaran pernah saya mengalaminya, dua atau tiga tahun yang lalu. Sudah harganya melambung menjadi 2 hingga 3 kali lipat barangnya pun sulit ditemui. Para ibu bahkan sempat berebutan untuk mendapatkan buah kelapa yang diinginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>