Berkunjung Ke Rumahnya Si Mbah Google

Blogger Berkunjung Ke Mbah Google

Tepatnya Sabtu 24 Mei yang lalu saya mendapatkan kesempatan yang langka. Tidak semua orang bahkan blogger sekalipun, bisa mendapatkan kesempatan ini.

Blogger BRID di rumah mbah Google

Kesempatan untuk berkunjung ke rumahnya si mbah Google. Saya pun mendapatkan kesempatan itu setelah ada salah satu blogger yang mengundurkan diri.

Baru tahu juga kalau rumah mbah google itu berada di gedung Sentra Senayan II, lantai 28, Jakarta Selatan. Diantar suami dengan sepeda motor kesayangan, kami pun sampai. Tepatnya sih terlalu cepat (kegasikan) lebih dari 30 menit. Saya naik ke lantai 28, tapi masih belum dibuka akhirnya mampir ke mushollah yang ada di basement.

Ternyata walau di basement mushollahnya lumayan bersih. Walau jujur saja perlu juga sedikit polesan :). Tepat pukul 9.45 naik lagi ke rumah mbah google. Sudah ada beberapa orang. Bisa ditebak selanjutnya adalah menunggu, setelah melakukan registrasi. Menunggu untuk kurang lebih 1 jam. Cukup kecewa karena jam karet selalu ada di mana-mana.

Produk Mbah Google

Di rumah mbah google selain untuk ajang bernarsis ria dengan foto-foto. Ya iyalah, aji mumpung berkunjung ke rumahnya si mbah Google. Belum tentu kesempatan ini datang dua kali :D. Kami yang hadir juga mendapatkan pengetahuan tentang produk dari mbah google. Sejak awal berdirinya tahun 1993 hingga 2014 ini, ternyata banyak juga ya produk yang dikeluarkan oleh mbah google. Bahkan tidak semua produknya saya pernah kenal dan pakai. Berikut adalah beberapa produk dari mbah google:

  1. Ocean
  2. Voice
  3. Sky Map
  4. Goggles
  5. Gmail
  6. Google Maps
  7. Talk
  8. Analytic
  9. You Tube
  10. Chrome
  11. Project Loon
  12. Nexus
  13. Android
  14. Drive
  15. G+
  16. Glass

Google memang saat ini sedang booming dengan beberapa produknya. Asal anda tahu saja selain kehebatannya, ada pula loh produk gagal yang pernah diciptakan oleh mbah google ini, diantaranya yaitu google video player, google answers, google buzz, dan google reader. Dari keempat produk gagal itu hanya satu yang saya tahu yaitu google reader. Pemakaiannya pun hanya beberapa kali atau bahkan tanpa sadar saya ternyata pernah menggunakan google reader ini :).

 

Produk gagal googleYang tidak kalah pentingnya adalah mendapatkan ilmu. Sekilas saja dasar tentang ilmu Search Engine Optimation (SEO). Dibilang dasar karena waktunya cukup singkat. Kurang puas kalau benar-benar ingin dibedah tentang SEO. Mungkin pada kesempatan yang lainnya mas Chandra Iman bersedia untuk berbagi lagi.

Asal tahu saja kalau di rumah mbah google ini kami diperbolehkan untuk mencorat-coret di salah satu bagian dindingnya. Lebih tepatnya sih meninggalkan jejak di tiang-tiangnya. Tentu saja kesempatan ini tidak disia-siakan oleh para peserta. Sayangnya kami tidak diperkenankan untuk mengambil foto di ruangan tersebut. Alasannya tentu saja untuk menjaga kerahasiaan.

Kantor atau rumah mbah google ini merupakan kantor atau rumah impian banget deh. Bagi siapa saja yang ingin bekerja atau pun bagi pemilik usaha. Bagi pekerja tentunya kantor yang memiliki konsep layaknya sebuah rumah ini. Akan membuat siapa pun betah datang dan berlama-lama di dalamnya. Berbagai fasilitas yang memungkinkan para pekerja untuk betah. Bayangkan saja ada tempat tidur yang sengaja disediakan. Tempat bermain dan sekaligus untuk olah raga pun disediakan.

Blogger BRID di kamar tidur mbah Google

Bagi pemilik usaha kalau bisa memberikan fasilitas demikian kepada para pekerjanya, tentu akan memiliki nilai tambah. Para pekerja akan betah dan akan menunjukkan kinerja dan produktivitas yang tinggi. Jadi penasaran apakah ada ya usaha (murni) milik lokal, memiliki kantor seperti ini?

Saat ini Google sedang butuh konten yang bercerita tentang Indonesia. Jadi bagi anda yang tertarik dapat membuat konten tulisan dengan menggunakan (hastag) #IndonesiaOnly. Selanjutnya anda mention saja ke akun twitter si mbah google di @Google_idn.

10 thoughts on “Berkunjung Ke Rumahnya Si Mbah Google

  1. Mba, itu dijelaskan gak. Tentang gagalnya si Google Reader? Pasalnya, setelah GReader ditutup, saya justru merasa kehilangan. Soalnya tak peke buat Blog Walking, si.

    • Tidak dijelaskan rinci. Hanya dibilang kalau ada produk yang memang tidak laku/kalah saing dengan produk lain. Atau memang produk tersebut akan dikembangkan lagi dan menjadi produk yang lebih bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>