Beli Rumah Tanpa Riba Mungkinkah?

Kalau ada yang tanya ke saya, punya pengalaman atau tidak. Soal membeli properti, bisa tanah atau rumah dengan skema pembiayaan KPR? Kalau dengan skema pembiayaan syariah bagaimana? Jawabannya mudah, untuk pertanyaan pertama tidak punya pengalaman. Sedangkan pertanyaan kedua, Alhamdulillah sudah punya pengalamannya. Jadi postingan kali ini hanya ingin berbagi pengalaman bagaimana beli properti dengan skema pembiayaan syariah.

Sebelum dilanjutkan, saya akan ingatkan lagi di postingan ini. Bila disebut dengan skema pembiayaan syariah dalam membeli properti. Itu berarti skema pembiayaan tanpa riba dan tanpa bank. Yang saya tahu selama ini, biasanya yang menyediakan skema pembiayaan syariah hanya pihak pengembang perumahan syariah. Maksudnya di sini adalah yang murni 100% syariah.

Perkenalan saya dengan skema pembiayaan syariah belum lama. Sekitar tahun 2014 akhir atau awal 2015, agak lupa. Kala itu seorang teman menginformasikan, kalau ada yang memberikan penawaran tentang properti. Saat itu, properti yang ditawarkan berupa tanah kavling belum ada rumahnya. Awalnya saya hanya ingin tahu saja, belum ingin membeli. Walau memang ada niat untuk nabung, dalam bentuk selain tabungan di bank. Jadi hanya mendengarkan dan menerima informasi seadanya saja dari teman. Saat mengetahui harganya yang murah, tidak ribet prosesnya (tidak menggunakan bank = tidak riba). Ditambah dengan cicilan terjangkau, DP kecil, dan jangka waktu mencicil yang pendek. Saya langsung tertarik untuk membelinya, dengan alasan ingin menabung.

Setelah diskusi dengan suami, tentang rencana dan keinginan saya untuk menabung dalam bentuk lain. Dengan persetujuan beliau, akhirnya saya beranikan diri untuk menabung sekaligus investasi pada properti. Padahal informasi tentang lokasi tepatnya dan developernya siapa tidak tahu sama sekali. Hanya tahu kalau tanah kavling itu berada di Lampung, dekat dengan bandara, dan akan dibangun tol dekat nantinya. Karena niatnya ingin menabung dengan cicilan hanya Rp. 1.500.000. Maka saya beranikan diri investasi properti. Di seberang pulau yang tidak tahu seperti apa ke depannya. Tanpa tanya macam-macam lagi, cuma mengucapkan basmalah saja dan berserah diri kepada Allah Swt. Saat itu tidak terpikir sama sekali kalau nanti akan kena tipu atau tidak. Alhamdulillah, sampai saat ini masih baik-baik saja.

Setelah berjalan setahun kalau tidak salah, saya dan saudara yang ikut ambil tanah kavling di Lampung. Sempat ke Lampung, dalam rangka jalan-jalan. Di sela-sela waktu kami akhirnya menengok lokasi tanah kavling yang kami beli dengan skema syariah. Berbekal alamat yang diberikan oleh marketingnya, kami pun ke sana. Melihat lokasi yang memang ada wujudnya. Bahkan saat itu ada beberapa rumah baru jadi dan sudah mulai ditempati pemiliknya. Alhamdulillah, kami investasi pertama kalinya dalam bentuk properti, tidak dibohongi. Membuat saya lebih yakin dan percaya terhadap skema pembiayaan syariah dan properti murah syariah. Menambah percaya diri bila ingin membeli properti syariah lagi, kelak di masa yang akan datang.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia daring (KBBI daring), bisa dilihat pengertian properti, sebagai berikut: harta berupa tanah dan bangunan serta sarana dan prasarana yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tanah dan/atau bangunan yang dimaksudkan; tanah milik dan bangunan.

Tapi dalam kenyataan sehari-hari, masyarakat lebih senang menyebut properti dengan langsung menyebut obyeknya. Kalau tidak tanah ya rumah, tergantung mana yang diperjualbelikan. Disebut tanah, kalau yang dibeli hanya tanah tanpa ada bangunan rumah di atasnya. Akan disebut rumah, kalau yang dibeli adalah rumah yang didirikan di atas sebidang tanah. Jadi membeli rumah, berarti membeli rumah dan sebidang tanahnya. Sesuai dengan pengertian dari properti yang sudah dijelaskan pada paragraf sebelumnya.

Beli Rumah Tanpa Riba Mungkinkah?

Kalau ada pertanyaan mungkinkah beli rumah tanpa riba mungkinkah? Jawabannya tentu sangat mungkin. Seperti pengalaman saya yang masih berjalan hingga kini. Anda hanya siapkan niat ingin beli rumah tanpa riba. Selanjutnya mulai mencari informasi bisa lewat teman, marketing atau konsultan perumahan syariah, website, dan sebagainya. Banyak cara yang bisa anda tempuh bila ingin memulai sesuatu kebaikan, insyaallah akan dimudahkan juga perjalanannya.

Say no to RIBA

Kalau sudah mendapatkan informasinya, tinggal siapkan uang untuk bayar tiket gathering dan DP. Nah, untuk masalah DP, banyak yang suka mengeluhkan mengenai keberadaan DP kalau di perumahan syariah. Iya, butuh DP karena pihak pengembang pun tidak menggunakan dana dari bank untuk membuatkan rumah. Jadi semua uangnya yang digunakan untuk membangun perumahan, murni dari dana calon pemilik rumah. Jangankan berbentuk rumah, yang bisa langsung ditempati setelah dibuatkan oleh pengembang. Pengalaman saya saat beli tanah kavling saja, juga dimintai DP 😅. Untuk DP tergantung dari pengembangnya, apakah memberikan kemudahan seperti bisa dicicil atau tidak. Bisa dikonsultasikan lebih lanjut dengan pengembang atau penjualnya langsung. Jadi tetap semangat, jangan patah arang. Semua harus dijalani untuk mendapatkan rumah yang anda idamkan.

23 thoughts on “Beli Rumah Tanpa Riba Mungkinkah?

  1. Tulisan belum menjelaskan detail tentang KPR syariahnya seperti apa? Bedanya dengan yang convensional dll. Jd mnrt saya msh gantung.. padahal tertarik banget. 🙏🏽

  2. Saya mendukung kredit pemilikan rumah tanpa Riba.

    Namun dalam hal bisnis property, kita harus memikirkan matang-matang semuanya.
    **pengalaman pribadi ^_^

  3. Kalau udah bicara rumah, pun aku KPR 14tahun ya senang aja dari hasil isi suara nih hahaha…tapi kalau bisa cash kenapa nggak, atau cicil tanpa bunga biasanya kalau daerah aku ya sama yang buat unit-unit kecil gitu jumlahnya

    • Nah, yang salah mentalnya mas. Rezeki juga sudah tidak baik jadinya kalau mau kerja nyogok duluan🤔. Kalau kata ustadz harus tobat

  4. Berkembangnya produk syariah di Indonesia memungkinkan banget ya punya rumah tanpa riba. Aku juga ingin, mbak. Kalau bisa cash aja, ga pakai DP-DPan. Aamiin.

    • Iya alhamdulillah, produk syariah hadir untuk memberikan alternatif bagi umat Islam. Saya lebih setuju, kalau ada uang pasti lebih senang tunai langsung lunas. Tapi kalau belum ada uang bisa pakai sistem pembiayaan syariah😊

  5. Wah mbak nya cukup ambil resiko banget ya beli rumah tanpa liat lokasi dan hanya berdasar penjelasan semata… kalo aku tak berani… tapi syukurlah ada bentukan rumahnya..

Leave a Reply to Suciarti Wahyuningtyas Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>