Assalamu’alaikum Beijing

image

Pagi-pagi sudah dapat wa dr saudara yang mengajak untuk nonton. Sebuah film yang diangkat dari sebuah novel karya dari Asma Nadia. Langsung saja mengiyakan ajakan tersebut. Sudah gitu akan dijemput pula ke tempat saya berada. Jadilah tadi pukul 14.35 kami pergi ke bioskop XXI.

Baru sadar juga kalau ternyata sudah sekitar 8 tahunan lebih saya tidak nonton di bioskop. Terakhir saya nonton juga diajak saudara yang sama yaitu nonton Laskar Pelangi di Meteopole. Ya, saya memang sudah memutuskan untuk tidak pergi ke bioskop untuk menonton. Kecuali ada sebuah misi yang ingin dilakukan. Hehe, cuma bahasanya saja misi biar kerenan sedikit. Ya ada benernya sih, kali ini saya ingin nonton film Assalamu’alaikum Beijing.. Film ini katanya memiliki nuansa islami. Sayangnya isi dari teater 4 yang saya dan saudara saya masuki tadi tidak ada separuhnya. Juga jarang terlihat anak mudanya. Padahal sasaran dari film ini adalah para muda-mudi. Mungkin karena baru hari kedua penayangannya di bioskop-bioskop di tanah air. Doakan saja akan banyak penonton di hari-hari selanjutnya.

Oh iya, saya memiliki misi menonton kali ini, yaitu tentu saja ingin meramaikan film yang mengangkat tema-tema islami dan mendidik masyarakat. Agar kalau film ini laku dan diterima oleh masyarakat, maka kelak film-film yang beredar ke depannya adalah film yang mendidik. Yang dapat memberikan karakter tersendiri bagi bangsa ini. Semoga.

image

Tidak lengkap juga kalau sudah nonton tidak membuat tulisan tentangnya film Assalamu’alaikum Beijing. Baiklah, mari saya tuliskan sedikit apa yang sudah didapat dari menonton film beberapa jam yang lalu. Film Assalamu’alaikum Beijing dibintangi oleh Revalina S. Temat yang berperan sebagai Asmara Nadia dan Morgan Oey sebagai Zhung When. Sementara peran pembantu di ramaikan dengan Laudya Chyntia Bella, Deddy Mahendra Desta, dan Ibnu Jamil sebagai Dewa. Berikut dengan pemain senior yaitu Jajang C. Noer yang berperan sebagai ibu dari Asmara Nadia.

Assalamu’alaikum Beijing di awali dari batalnya pernikahan yang akan dilangsungkan oleh Asmara dan Dewa. Hidup terus berlanjut dan setiap manusia juga harus terus bergerak. Begitu pula dengan Asmara, yang melanjutkan hidupnya dan berusaha untuk melupakan Dewa dan pernikahannya yang batal. Pergi ke Beijing untuk menjadi salah satu penulis di perwakilan kantor berita Indonesia, di Beijing. Di sinilah babak baru dari kehidupannya dimulai. Mulai dari bertemu dengan pasangan suami istri yang juga merupakan sahabatnya. Bekerja sebagai penulis kolom di sebuah surat kabar serta bertemu dengan pria lain. Hingga Asmara harus menghadapi sebuah kenyataan bahwa dirinya mengidap sebuah penyakit langka yang tidak ada obatnya.

image

Saya cukup senang karena dari awal hingga jelang akhir di film Assalamu’alaikum Beijing pemeran utamanya yaitu Asmara dan Zhung When tidak beradegan pegangan tangan, pelukan, dan ciuman. Tapi diakhir cerita tetap ada adegan berpegangan tangan dan pelukan. Bagaimana lagi itu sebuah adegan untuk menunjukkan kalau mereka memang sudah halal untuk melakukannya. Tentu adegan tersebut terpaksa dibuat untuk membuat menarik jalannya cerita film ini. Karena yang saya tahu film akan menjadi menarik tentu saja salah satunya adalah dari adegan yang dilakukan masing-masing pemeran yang memerankan sebuah tokoh.

image

Secara keseluruhan film Assalamu’alaikum Beijing layak untuk ditonton sebagai film. Walau masih ada sedikit kekurangan di sana sini. Seperti harapan dari misi saya menonton, semoga film Assalamu’alaikum Beijing dapat diambil nilai-nilai baiknya dan dapat menjadi sebuah film yang mendidik. Kelak dapat merubah selera masyarakat akan film Indonesia yang mendidik. Sehingga para pemodal di dunia seni peran ini mau menanamkan modalnya hanya untuk film-filn bermutu. Karena diharapkan dari film juga dapat membangun sebuah karakter dari masyarakat Indonesia.

Incoming search terms:

  • kelebihan dan kekurangan film assalamualaikum beijing
  • kekurangan film assalamualaikum beijing
  • kekurangan dan kelebihan film assalamualaikum beijing
  • kekurangan dari film assalamualaikum beijing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>