Apa yang salah dengan MLM?

Apa yang salah dengan mlmSudah kenal yang namanya bisnis MLM (multi level marketing) dari zaman masih sekolah SMA atau awal kuliah. Seorang teman yang mengenalkannya kala itu. Saya diajak mengikuti pertemuan di sebuah gedung di daerah Grogol sana. Kalau diingat sekarang kok saya mau saja ya diajak untuk datang ke sana, selanjutnya duduk mendengarkan para upline berbicara mempresentasikan produk yang akan mereka tawarkan. Entahlah, mungkin karena kasihan dengan teman yang sudah datang ke rumah selanjutnya mengundang saya untuk datang.

Sudah tahu juga kalau saya orang yang paling tidak suka untuk bertatapan langsung dengan orang lain untuk menawarkan sebuah produk. Dagangnya suka tapi kalau untuk menawarkan tidak bisa hehe. Singkat cerita saya pun ikut menjadi anggota MLM yang menjual berbagai produk consumer goods yang harganya wow untuk ukuran saya saat itu hingga sekarang. Kalau ditanya jualannya gimana, ya saya minta bantuan ibu untuk menjualkan. Ibu yang menawarkan produknya ke teman-teman beliau di kantor saat itu dengan memakai nama saya. Laku iya, tapi bukan saya yang berjualan namanya melainkan ibu.

Seiring waktu berlalu, berlalu pula kegiatan itu dan saya tinggalkan walau teman saya masih sering mengajak untuk ikut pertemuan setiap pekan. Jurus mengelak pun sudah berbagai cara dipergunakan. Pada akhirnya ditinggalkan pula oleh teman saya, mungkin dia lelah dan bosan mengajak saya :D. Hari berganti pekan berganti bulan dan berganti tahun. Banyak juga yang menawari bisnis MLM dan seperti pengalaman yang lalu dan sudah biasa. Saya pun hanya bisa kasihan dan akhirnya ikut bergabung, tapi tidak pernah satu pun ada yang bisa saya jalankan.

Apa yang Salah dengan MLM?

Apa yang salah dengan MLM? jawabannya, tidak ada yang salah dengan bisnis sistem multi level marketing (MLM). MLM hanya salah satu cara dari sekian banyak cara pemasaran yang dipilih oleh sebuah perusahaan. Kebanyakan yang salah adalah orangnya yang bergabung dengan bisnis menggunakan MLM. Cara orangnya yang berbisnis di MLM yang sedikit keliru, sehingga terasa sulit untuk menjalani bisnis ini. Seperti kasus yang saya alami saat bergabung dengan sebuah MLM, salah karena tidak sepenuh hati menjalani bisnisnya.

Tidak ada yang salah dengan bisnis MLM, kalau memang anda saat ini sedang mencari-cari jenis bisnis model apa yang ingin digeluti. Sesuai namanya MLM sebuah sistem pemasaran dengan cara berkelompok. Di dalamnya terdiri dari pemimpin (biasa disebut leader atau upline) ada pula mitra (downline). Keduanya lantas bekerjasama untuk membesarkan jaringan agar bisnis ini tetap berjalan dan bertahan. Jadi harus ada yang namanya kerjasama, sehingga sama-sama merasakan bagaimana membangun bisnis dari bawah.

Banyak alasan orang ingin bergabung dengan bisnis MLM dimulai dari modal yang kecil sampai dengan alasan karena senang bicara (asal jangan membual ya :D). Namun begitu sesuai dengan seleksi alam, banyak yang berguguran di tengah jalan ada pula yang berhasil hingga menduduki posisi dan pendapatan tertentu yang tidak terbatas. Supaya tidak salah memilih bisnis MLM yang ingin anda jalankan, yuk lihat teliti sebelumnya beberapa hal berikut:

  1. Teliti jenis perusahaannya: apakah memang sudah terdaftar di Indonesia dengan cara pastikan perizinannya memang benar ada, seperti izin operasionalnya. Jangan langsung percaya dengan ajakan teman tanpa melihat perusahaannya benar ada atau tidak
  2.  Lihat jenis produk yang ditawarkannya: iya dong harus diteliti apa yang dijual oleh perusahaan. Sesuai tidak dengan harga jualnya, jangan sampai produknya abal-abal tapi harganya selangit. Di sini juga terkait kemampuan anda yang ingin bergabung dalam bisnis MLM. Seorang pemasar atau pemilik usaha yang baik adalah orang yang telah tahu dengan baik kehebatan dari produk yang akan dijualnya. Karenanya perlu juga bagi pemasar bahkan bisa dimasukkan kewajiban baginya untuk memakai produknya sebelum ditawarkan ke orang lain
  3. Produknya memang bermanfaat dan tidak bertentangan dengan hukum: jangan sampai anda terlibat dalam jaringan yang memasarkan produk yang ilegal. Haruslah cari tahu lebih banyak informasi tentang produknya, antara lain: manfaat dan kehalalannya. Untuk kehalalan khusus bagi yang muslim ya. Bagaimana memastikan kehalalan dari produk yang akan kita pasarkan adalah dengan mencari tahu tentang kepemilikan sertifikat halal
  4. Cari tahu sistem perhitungan bonusnya: jangan sampai sudah lelah bekerja tapi yang diuntungkan hanya upline anda. Lihat dan pelajari presentasi yang disampaikan oleh upline yang mengajak anda. Pastikan kejelasan perhitungannya, karena MLM yang baik perhitungannya pasti disesuaikan dengan hasil jerih payah yang dilakukan. Maksudnya siapa yang rajin bekerja dialah yang paling berhak mendapatkan bonus yang besar pula

Sudah siapkah anda terjun ke bisnis MLM? Jangan ragu untuk jadi membernya, kan sudah saya beri tahu beberapa yang perlu diteliti :D. Tidak ada yang salah dengan bisnis yang selalu menjanjikan bonus ratusan juta rupiah bagi para anggotanya ini. Tentu bagi para anggota yang rajin pula bekerja untuk merekrut dan memberikan informasi yang baik tentang bisnisnya. Jelasnya cuma satu bekal sebagai seorang yang ingin berbisnis, yaitu miliki mental yang kuat. Jadi tidak bakal keyok tengah jalan saat ditolak oleh banyak orang. Masalah bagaimana cara anda menjalankan bisnis MLM, tentu setiap orang punya strategi masing-masing.

5 thoughts on “Apa yang salah dengan MLM?

  1. Saya pribadi tidak pernah punya masalah dengan MLM, tetapi saya hanya kurang suka dengan MLM yang mengandalkan rekrut anggota, seharusnya sesuai dengan akad jual beli, maka harus ada barang yang dijual, bukan mengandalkan rekruitmen anggota, padahal barangnya tidak berkualitas. Thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>