Anda Jangan Pernah Jadi PNS

Tahun ajar baru saja berjalan beberapa hari. Berarti ada yang baru saja lulus dan menjadi fresh graduate. Sudah barang tentu ada penambahan pengangguran baru di Indonesia. Baik dari tamatan SMU maupun yang tingkatannya lebih tinggi, yaitu universitas. Menyisakan masalah yang terus berulang dan hingga kini masih belum ada obat yang cespleng. Untuk menghilangkan para pengangguran terdidik tersebut.

Para fresh graduate tentunya mengharapkan tersedianya lowongan pekerjaan. Baik di institusi negeri sebagai PNS ataupun di institusi swasta. Semua berbondong-bondong dan berlomba untuk menjadi yang terbaik. Sehingga dapat menduduki satu posisi dan jabatan tertentu. Sebagai pemenangnya adalah dia yang memiliki keberuntungan.

Sejak kecil hingga kini sudah beranak tiga pun, saya masih mendengar banyak orang membicarakan. Sebuah pekerjaan yang dianggap paling menguntungkan, tanpa risiko, paling menyenangkan. Serta anti badai alias anti pemecatan (PHK). Ya benar kalau yang anda gumamkan barusan, pekerjaan itu adalah menjadi seorang PNS. Yaitu pegawai negeri sipil. Semua orang berharap ingin menjadi seorang PNS. Walau dengan berbagai cara, bahkan yang tidak masuk akal sekalipun.

Apa sih enaknya jadi PNS, kan gajinya kecil? Pertanyaan itu sering saya lontarkan kepada ibu, om, dan tante. Mereka hanya senyum dan mengatakan kesimpulannya. Bahwa PNS itu dapat uang pensiunan. Jadi sudah tidak bekerja tetap dapat gaji, tidak seperti pegawai swasta. Pantas saja banyak orang yang kesengsem bahkan sampai kebelet ingin menjadi PNS.

Tapi kok saya sampai sekarang masih sering mengatakan, anda jangan pernah jadi PNS kepada saudara dan teman. Iya anda tidak salah membacanya. Saya memang menuliskan anda jangan pernah jadi PNS. Bukan karena iri atau benci loh. Justru karena sayang, makanya saya bilang begitu. Anda jangan pernah jadi PNS kalau:
1. Harus menyogok atau menggunakan uang supaya diterima jadi PNS. Masih sering saya dengar ada yang rela mengeluarkan uang sampai ratusan juta, hanya untuk jadi PNS. Sudah mengeluarkan uang begitu ada yang tidak keterima jadi PNS. Akhirnya nanti saat jadi PNS berusaha untuk balik modal. Harusmya dari awal kan tahu kalau PNS gajinya kecil. Jadi dengan cara apa balik modalnya?
2. Masih berharap bisa mendapatkan proyek dan akhirnya korupsi. Banyak juga tuh berseliweran kabar kalau ada yang mempermainkan proyek hingga milyaran rupiah. Hari gini masih berani, tentu saja siap-siap berhadapan dengan KPK
3. Ingin kerja santai dan bermalas-malasan. Saya juga pernah dengar kalau ada yang tidak pernah masuk kerja tapi tetap digaji. Ini kan tidak benar banget ya. Kok bisa tetap digaji padahal sudah tidak disiplin.

Kubur saja keinginan anda dan jangan jadi PNS. Bila masih memiliki keinginan yang tidak masuk akal. Karena PNS sekarang dituntut bersih dan profesional. Terus nih, kalau anda benar-benar ingin jadi PNS haruslah punya semangat pengabdian. Tanamkan dalam diri kalau ingin memberi “warna”. Tentu warna yang baik, bukan malah terwarnai. Jadi berusah dan berdoalah dari sekarang, kalau ingin jadi seorang birokrat yang lurus dan bersih.

20 thoughts on “Anda Jangan Pernah Jadi PNS

  1. Waah judulnya lumayan provokatif nih. Sy ga bercita2 jd PNS. Almarhum ayah sy dulu sangat alergi dg PNS krn image spt yg dituliskan…masuk hrs nyogok, tempat korupsi, dll. Alhamdulillah ternyata sy kok jd PNS hiks… 12 thn masuk tanpa uang sesenpun, tanpa koneksi siapa2, di institusi yg lumayan msh sngat kental KKNnya waktu itu. Struggling utk menjaga idealisme. Bidang pekerjaan sy juga td ada hubungannya dg proyek/fisik. Jd memang supporting keahlian atau fungsional. Tdk ada jenjang jabatan struktural p ttp ada jenjang karir fungsional/profesi/fungsional.sekrang aturan menjadi PNS menjadi jauh lbh ketat terutama di institusi yg sdh memperlakukan reformasi birokrasi.
    Tapi tetap saja… bagi yg mencari pekerjaan. Sy pun menyarankan sbaiknya PNS jd alternatif terakhir sebaiknya sih bikin lapangan kerja atau usaha. Atau jadi karyawan swasta yg ganji dan tunjangan pensiunnya lbh memadai. Krn klo msh mau jd PNS dg pikiran spt yg tertulis di sana. Hmmm rasanya akan kecewa krn saat ini aturan di PNS sdh sangat ketat. BPK dan KPK mengawasi di mana2. Siap jd PNS ya harus lurus2 saja…klo nyleneh2 siap2 resikonya.

  2. Setuju bgt mak. Bukan iri dg para PNS karena saya hanya ibu rumah tangga, tapi biasanya mereka yang menjadi PNS karena nyogok atau dg cara yang tidak jujur tentunya loyalitas dan etos kerjanya kurang bagus. Saya banyak menemukan pegawai negeri di sebuah instansi yang tidak menguasai bidang kerjanya, dan ini sangat merugikan kalau menurut saya. Lebih baik kita melakukan segala hal termasuk mendaftar kerja dg cara yang jujur dan sesuai kemampuannya, bukan karena ambisi semata

  3. Judulnya bikin mengerutkan dahi hehe.Alhamdulilah saia PNS meski berkat dorongan kuat ortu, poin nomer satu tidak saia lakoni. Utk poin nomer 2, saia minta doanya ya biar dijauhkan dari hal2 demikian yang tidak baik. Nah poin 3 ni yang seru, saia suka kerja,gimana dunk 😀

    • Hehe yang penting bisa tahan godaan aja kali ya. Semoga tetap dengan idealisme untuk menjadikan instasi tempat bekerja jadi lebih baik. Semangat

  4. bener sekali…kadang nggak masuk seminggu aja gajinya tetep utuh :( alias nggak ada potongan la wong paginya absen hbis absen pulang ntr jam pulang kerja absen lgi..jadi kelihatan masuk kerja walau sebenarnya nggak masuk :(

  5. Saya pernah memberikan hukuman disiplin kepada PNS yang ngaco. Ada yang protes tapi saya pantang mundur agar perbuatan itu tidak ditiru oleh PNS yang lainnya.
    Kalau ada PNS yang nakal maka yang salah ya atasannya mengapa tidak bisa mendisplinkannya.
    Salam hangat dari Surabaya

  6. kalo aku dulu pengennya PNS di deplu hahaha…tapi sayang tesnya ga lulus. banyak sih yg kaya gitu .. jutaan keluar demi bisa jadi PNS..dan ujung2nya ya sama mikirnya cuma gimana supaya bisa balik modal..bukan mengabdi untuk negara :(

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>