Anak SD Belajar Tawuran

image

Kejadiannya tadi sore sekitar pukul 15.00. Saya baru saja hendak keluar rumah mengantarkan titipan ibu untuk diserahkan ke teman mengaji beliau. Tiba-tiba terdengar suara gaduh di jalanan. Ada langkah kaki yang begitu cepat disertai dengan teriakan. Ah biasa, kalau hanya berteriak pikir saya. Namanya juga anak-anak yang sedang main lari-larian. Tapi tidak, teriakannya tidak biasa,  kalimat yang keluar pun tidak biasa. Ada kata b**g**t yang tiba-tiba terdengar, keluar dari salah satu mulut mereka.

Selanjutnya dalam hitungan detik terdengar bunyi klotak (benar tidak ya bunyinya). Pokoknya bunyi benda jatuh membentur sesuatu. Selain itu teriakan dan larian masih terdengar. Saya pun melongok ke luar pagar, untuk melihat ada apa. Ternyata anak-anak berseragam celana merah sedang tawuran. Kebetulan tadi jalanan di depan rumah sepi, langsung saja saya berteriak “woy… woy..” beberapa detik berikutnya suara teriakan anak-anak itu melemah.

Mereka berhenti berlarian dan membubarkan diri. Pihak yang dikejar terus melanjutkan jalan mereka ke arah jalan raya. Pihak yang mengejar berhenti dan entah ke mana. Karena saat saya mengeluarkan motor hanya terlihat beberapa anak yang sedang duduk. Di pos ronda yang jaraknya 4 rumah dari rumah saya. Kesemuanya masih menggunakan seragam sekolah. Atasan batik dan bawahan celana merah. Tidak tahu apakah mereka adalah pihak yang mengejar dan melempar batu atau bukan.

Iya benar, mereka adalah anak-anak yang duduk masih di Sekolah Dasar (SD). Sudah berani belajar tawuran dengan menggunakan batu sebagai senjata. Kok saya bisa tahu kalau ada lempar batu. Foto di atas memang sengaja saya ambil sebagai buktinya. Selain itu batu yang hancur juga mengenai pagar di salah satu rumah. Sampai terdengar bunyi klotek.

image

Tidak bisa komentar apa-apa saya tadi sore setelah melihat tawuran itu. Hanya membatin (tapi bukan termasuk aliran kebatinan loh ya), “kok bisa ya anak SD tawuran seperti itu.” Apalagi kurang lebih 20 meter dari tempat kejadian, yaitu di depan rumah saya. Ada sebuah komplek sekolah dasar negeri. Kalau sudah kejadian seperti itu, siapa yang bertanggung jawab ya?

Apakah kejadian tawuran anak SD ini sudah sering terjadi? Apakah pernah ada korban? Ah, masih tanda tanya besar dan menjadi PR buat saya untu mencari jawabannya. Bagaimana dengan anda?

7 thoughts on “Anak SD Belajar Tawuran

  1. anak SD juga bisa tawuran lohh, bukan cuma anak SMA/kuliahan, dulu waktu zaman SD juga pernah ngalamin. cuman gara2 kalah maen sepak bola, akhirnya pada ribut. padahal itu 1 sekolahan. (beda kelas).
    kalo saya baca tulisan diatas, pastinya peran guru di sekolah harus dipertanyakan, apakah guru di sekolahnya sudah bener2 mengawasi anak2 didiknya, mungkin akibat dari pergaulan anak2 sekarang juga bisa jadi penyebab tawuran, apalagi sampe keluar kata b**g**t. heemm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>