Amplop Angpao Idul Fitri

image

Bulan Syawal belum habis, suasana Idul Fitri pun masih terasa ada. Acara halal bi halal masih banyak dilakukan oleh masyarakat. Baik antar keluarga atau pun kerabat. Kue suguhan saat Idul Fitri di sebagian rumah pun masih ada. Bahkan seperti tidak berkurang, karena para tamu sudah merasa bosan. Di setiap rumah pasti ada suguhan kue yang sama. Paling tidak ada dua kue, yaitu nastar dan kue keju (castengel). Seolah menjadi wajib ada di ruang tamu tiap rumah saat Idul Fitri.

Selain kue dan aneka makanan yang menjadi suguhan. Ada juga yang menarik untuk dibicarakan bahkan dinantikan. Terutama bagi anak-anak kecil hingga anak kuliahan. Apalagi kalau bukan uang lebaran dari saudara dan kerabat. Banyak istilah atau penyebutan untuk uang lebaran ini. Antara lain uang tempel, angpao, THR, dan sebagainya. Anak-anak yang mendapatkannya tidak terlalu peduli dengan besaran atau nilai uangnya. Mereka tetap senang walau hanya diberi 5 ribu. Yang terpenting semuanya membuat hati riang dan ceria.

image

Cara pemberian angpao ini beraneka cara. Tentunya tergantung kreasi dari masing-masing orang pemberi angpao. Ada yang dihias, dibuat pohon-pohonan dari lidi, menggunakan amplop atau langsung saja diberikan uangnya. Idul Fitri kali ini rencananya saya ingin mencoba yang baru. Walau tidak banyak jumlah atau nilai uangnya, ingin sekali mencoba menggunakan amplop. Amplop yang digunakan pun tidak seperti amplop surat atau amplop putih.

Ada amplop tersendiri yang dibuat oleh orang-orang kreatif. Ya, kebiasaan pemberian angpao kepada anak-anak kecil saat Idul Fitri. Memberikan peluang bermunculan ide-ide kreatif. Diantaranya adalah amplop angpao. Amplopnya berukuran kecil tapi dihiasi dengan aneka gambar. Dari karakter di film kartun yang menarik. Tentu saja ada gambar seperti itu, karena yang disasar adalah anak-anak kecil.

Saat ke pasar Jatinegara saya sudah mempersiapkan untuk membeli beberapa amplop angpao Idul Fitri. Kebetulan setiap jelang Idul Fitri, di pasar Jatinegara memang ada penjual yang menjajakannya. Jadi saya pun  membeli amplop angpao itu. Harganya relatif murah, dengan seharga 10 ribu sudah mendapatkan 3 pak. Masing-masing berisi 10 lembar, jadi saya mendapatkan 30 amplop. Langsung bisa diisikan dengan uang untuk dijadikan angpao.

Tapi ternyata rencana tinggal rencana. Saya kelupaan telah membeli amplop angpao. Sampai kemarin amplop angpao Idul Fitrinya masih tersimpan di samping lemari. Jadi memberi angpao ke keponakan, saudara, tetangga yang masih kecil. Tidak menggunakan amplop angpao. Tetap seperti kebiasaan yang lama, uang angpaonya langsung diberikan. Ternyata kalau ingin menggunakan amplop angpao Idul Fitri, selain harus menyiapkan amplopnya jauh-jauh hari. Uangnya pun harus sudah dimasukkan ke dalam amplop angpaonya. Jadi memerlukan waktu untuk mempersiapkannya.

11 thoughts on “Amplop Angpao Idul Fitri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>