Alat Peraga Kampanye Bertebaran di Berbagai Tempat

Pada masa kampanye seperti sekarang inilah para pengusaha percetakan sedang banjir rezeki. Pesanan barang cetakan datang silih berganti yang dipesan oleh tim pemenangan maupun relawan. Untuk kepentingan pemasaran para calon yang sedang berlaga. Kepada masyarakat sebagai calon pemilih. Baik untuk pemilihan presiden dan wakilnya (pilpres) maupun pemilihan legislatif (pileg). Aneka produk cetakan yang sering dipesan bisa berupa kaos, topi, buku kecil, pulpen, tas, payung, gantungan kunci, pin, sticker, dan lain sebagainya. Belum lagi spanduk dan backdrop dalam aneka bentuk dan ukuran. Yang diperuntukan sebagai Alat Peraga Kampanye (APK).

Hingga hari ini kampanye masih berlangsung dan terus berlanjut, sebelum masa tenang dimulai. Membuat alat peraga kampanye bertebaran di berbagai tempat yang mungkin dijangkau oleh para pemasangnya. Membuat Jakarta dan seluruh kota di Indonesia menjadi ramai dan meriah. APK sengaja dibuat dengan berbagai ukuran dan warna. Dengan tujuan menarik perhatian khalayak ramai, untuk sekedar membaca beberapa detik. Bila kebetulan menongok dan melihatnya sambil lalu. Entah saat sedang berjalan kaki atau berkendara.

Pemasangan alat peraga kampanye bertebaran di berbagai tempat terkadang membahayakan diri para pemasangnya. APK dipasang di tempat yang tinggi dan sulit dijangkau. Mungkin berlomba mendapatkan tempat dan posisi yang strategis sudah mulai sulit dan berebut. Jadi berusaha memasang di tempat yang berbeda, keluar dari kebiasaan. Saking banyaknya APK yang dipasang, tidak jarang membuat saling tumpang tindih satu sama lain. Semoga tidak memicu keributan antar pendukung saja. Harus sama-sama saling menghormati, janganlah merugikan satu dengan lainnya.

Para pemasang alat peraga kampanye biasanya tidak bisa melihat jembatan, pagar, tembok, tiang listrik yang bersih dan nganggur 😁. Bahkan di atas sungai atau kali pun tidak luput dipasangi APK. Pasti langsung menjadi sasaran untuk dipasangi APK yang sudah disiapkan. Tidak jarang pohon pun menjadi korban. Dipaku dan dilubangi untuk dijadikan area memasang APK. Kalau untuk pohon yang dilubangi, kok saya merasa kasihan gimana gitu. Tidak tega kalau pohon dipaku. Alasannya karena pohon juga makhluk hidup. Yang bisa merasakan sakit, seperti makhluk hidup lain. Bedanya, pohon tidak bisa bersuara untuk mengeluh dan protes. Mungkin kalau saya lihat ada yang memaku pohon untuk dipasangi APK. Akan berusaha menegur, mewakili para pohon itu. Setidaknya berusaha memberitahukan dan berharap didengar 😊.

Segitu banyaknya alat peraga kampanye bertebaran di berbagai tempat, namun hingga hari ini sepertinya saya belum pernah melihat orang-orang yang memasangnya. Jadinya hanya bisa penasaran saja. Entah kapan proses pemasangan itu berlangsung, tahu-tahu APK sudah terpasang. Awalnya hanya ada satu dua saja, lama-lama bertambah banyak. Pada akhirnya jadi penuh, malah menjadi tidak enak dipandang mata.

Saya sempat kepikiran juga, setelah masa kampanye selesai. Siapa yang akan melepas seluruh alat peraga yang sudah sempat terpasang? Mungkinkah orang-orang yang sebelumnya memasang APK tersebut, sekaligus bertanggung jawab untuk melepas dan membuang bekasnya juga? Kalau dilihat hampir di setiap sudut jalan dan tempat kosong dipasangi APK, pasti jumlahnya sangat banyak. Menyebabkan bertambah volume sampah, yang berasal dari bekas alat peraga kampanye bertebaran di berbagai tempat.

Sudah bisa ditebak, akan berton-ton volume sampah yang dihasilkan. Yang berarti nantinya akan menjadi limbah yang tidak terpakai dan sulit terurai. Terlintas dalam pikiran, pertanyaan:
1. Apakah ada orang yang menampung sampah dan limbah bekas APK?
2. Apakah ada yang menggunakan ulang untuk dibuat sebagai produk baru dari bekas APK?

Harapan saya nanti ke depannya, semoga bekas alat peraga kampanye bertebaran di berbagai tempat yang berupa spanduk-spanduk berbahan vinyl tidak menimbulkan masalah baru bagi lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>