Alasan Pilih Dokter Kandungan

Setiap wanita yang telah menikah pastinya mengharapkan mempunyai kesempatan dan diamanahi seorang anak. Yang dilahirkan dari rahimnya sendiri. Sepekan, sebulan, tahun, terus berhitung, menunggu, dan terus berharap. Sampai akhirnya Allah akhirnya memberikan kesempatan itu dan amanah itu, doa tidak pernah putus dilantunkan.

Tiba saatnya janin di dalam kandungan yang berasal dari setetes sperma yang hina. Tumbuh terus dan terus berkembang menjadi besar dan sehat. Pengharapan dan doa tetap dirapalkan. Karena tidak semua wanita yang telah mengandung akan diberi kesempatan untuk melahirkan dan menimang buah hatinya. Semua adalah hak istimewa milik Allah saja, Zat Yang Maha Agung.

Alasan pilih dokter kandungan

Kalau sampai mendapatkan kepercayaan dan akhirnya diamanahi seorang anak. Tentunya akan terus dirawat sejak dalam kandungan berusia 0 bulan. Hingga tiba waktunya untuk melahikan. Yup melahirkan. Sebuah kata yang membuat siapapun akan terkagum dibuatnya. Selain tentunya nikmat lain yang tak kalah hebatnya yang diberikan kepada kita para wanita.

Mengandung dan melahirkan buat saya sendiri seperti sebuah candu. Ingin lagi dan lagi, merasakan bagaimana setetes sperma berubah menjadi janin. Di dalam rahim janin pun terus berkembang dari hanya sebuah titik hingga menjadi wujud bernama manusia. Membayangkannya saja saya sudah takjub, Masyaallah. Terima kasih ya Robbi, Engkau telah memberikan kesempatan itu kepada hamba dan juga wanita-wanita dan ibu-ibu lainnya.

Saat indah menjadi ibu hamil (bumil) tentu tidak akan lama dirasakan. Hanya kurang lebih 9 bulan lamanya, tergantung jabang bayinya yang ingin keluar kapan :D. Begitu biasanya candaan di antara para bumil. Memilih tempat melahirkan otomatis juga memilih siapa yang akan membantu memeriksa dan membantu melahirkan.

Kala mengandung dulu saya memang tidak memilih bidan untuk memeriksakan kandungan. Bukan karena meremehkan, tapi lebih karena alasan medis. Jadi dokter kebidananlah yang saya pilih, tentunya dokter kandungan yang seorang wanita juga. Lanjutkan terus membacanya ya. Supaya lebih tahu alasan saya pilih dokter kandungan yang wanita.

Alasan Pilih Dokter Kandungan

Karena aurat wanita itu dilarang untuk dilihat oleh selain muhrimnya. Akan jatuh menjadi haram bila diperiksa oleh dokter kandungan pria. Tidak ada keringanan dalam hal ini, karena sekarang sudah banyak dokter kandungan wanita yang praktek dan bersedia membantu para bumil. Selain itu bidan pun banyak dan tersebar di seluruh pelosok–desa dan kota–negeri tercinta ini.

Masa sih hanya karena mendengar dokter kandungan pria lebih jago dari wanita. Rela “daleman” anda diobok-obok oleh orang yang berjenis kelamin beda dan bukan muhrim. Harusnya dibalik alasan pilih dokter kandungannya menjadi seperti kalimat berikut ini.

Lebih baik dokter kandungan wanita yang juga sudah profesional dibidangnya dong. Untuk membantu melihat calon bayi dan membantu anda melahirkan. Pastinya dokter kandungan wanita ini lebih mengerti struktur “daleman” anda. Kan sama-sama wanita, jelas memiliki struktur tubuh yang kurang lebih bentuk dan ukurannya sama.

Tidak ada dokter kandungan wanita, bidan pun jadi untuk dimintai tolong. Jangan karena gengsi ya, anda tidak memilih bidan untuk membantu. Yang penting bumil dan calon bayinya sehat dan selamat. Baik selama mengandung hingga tiba saatnya melahirkan nanti. Jangan sampai sudah mendapatkan keberkahan dan amanah dari-Nya. Tapi tidak merasa bersyukur karena melanggar perintah-Nya.

Incoming search terms:

  • pengalaman dokter kandungan
  • pengalaman ke dokter kandungan

15 thoughts on “Alasan Pilih Dokter Kandungan

  1. Saya pernah punya pengalaman buruk dengan dokter wanita. Saya dari awal sudah konsultasi setiap bulan dengan dia. Mendekati HPL pun beliau sudah menyatakan siap membantu proses persalinan. Tidak saya sangka, ketika saya masuk RS (tepat sama dengan HPL) beliau sedang reunian di luar kota dan di tengah proses pembukaan saya “dipaksa” menyanggupi pergantian dokter dengan dokter laki-laki (Yang notabene sepupu yang punya RS). *istigfar*

    • Innalillahi, kok gitu ya pelayanannya. Baru dengar nih pengalaman mengerikan gini. Bisa jadi “peringatan” buat para bumil untuk bertanya betul2 dengan pelayanan dokternya. Terima kasih sudah berbagi pengalamannya ya mbak :)

    • Nah ini penting banget. Klo sampai dpt dokter yang judes hadeuh tdk enak banget. Klo ini sdh kelihatan pas periksa kandungan tiap bulannya ya. Jadi bisa segera cari dokter yang lain atau bidan lainnya :)

    • Iya Pakdhe. Harusnya ini jadi tanggung jawab suami juga untuk memilihkan dokter kandungan wanita. Suami yang baik dan sayang istri pastinya akan sangat cemburu dan tidak rela kalau istrinya dipegang dan diobok2 orang lain 😀

  2. Pilih dokter yang lembut perkataannya tidak membentak-bentak…soalnya ada pengalaman dulu pas hamilnya anak pertama, dokternya laki-laki…omongnya aduh….bikin panas kuping…..:)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>