Aktivitas Memerah ASI

image

Aktivitas saya dalam 2 bulan terakhir setelah melahirkan lebih banyak di rumah. Pergi hanya ke rumah saudara dan kerabat dalam rangka silaturahim dan Idul Fitri. Itu pun diusahakan sebelum Maghrib sudah ada di rumah. Kasihan dengan dara kecil yang baru berumur 2 bulan, khawatir kecapekan.

Di rumah juga lebih banyak sama dara kecil, karena saya lagi memulihkan diri. Khawatir kambuh lagi demam dan pusingnya. Capek harus sakit terus, maunya segera sehat. Jadi bisa beraktivitas apa saja, ke mana saja. Di rumah tentu saja memerah ASI untuk persediaan kalau saya tinggal ke luar rumah. Alhamdulillah sekarang sudah ada 50 botol ASIP di freezer. Targetnya sih punya 100 botol lebih nantinya. Karena memang sudah membeli botol untuk ASIP sebanyak 3 kali masing-masing 30 botol. Jadi total baru ada 90 botol di rumah.

image

Untuk anak ketiga ini memang saya mengaku super cuek bebek. Mulai dari kehamilan yang jalan terus ke mana-mana nyetir sendiri. Dilakukann sampai umur kehamilan 9 bulan, berhentinya sepekan sebelum lahiran. Makanan apa saja dimakan seperti tidak ada pantang. Alhamdulillah dara kecil sehat, sempat deg degan juga kalau dara kecil tidak kuat. Soalnya makan duren, tape ketan hitam, soft drink satu gelas, dan es. Sekarang sudah melahirkan sama saja soal makanan. Apa saja dimakan, salah satunya ice cream. Makannya juga pakai berebutan sama nona dan gadis kecil hehe.

Beda sekali dengan dua anak terdahulu. Yang semuanya serba terjaga, apalagi soal makanannya. Setelah melahirkam hampir setiap hari makan sayur katuk, bayam, dan labu yang panjang. Untuk es tentu saja menjadi minuman terlarang. Alhasil ASInya juga lebih banyak keluarnya untuk dua anak terdahulu. Tapi untuk dara kecil saya punya persediaan ASIP lumayan dibanding dulu. Karena sekarang juga sudah punya freezer sendiri. Jadi untuk menyimpan ASIP banyak masih ada tempatnya.

Saya memang masih punya PR untuk memberi asupan gizi buat dara kecil melalui ASI. Pastinya akan saya kerjakan, supaya adek juga sehat seperti kakak-kakaknya. Untuk memerah ASI pun saya tidak menjadwal. Kapan saja sempat saya perah. Begitu pula dengan penyimpanan ASIP saya tidak menuliskan kapan proses merahnya. Hanya beberapa botol saja di awal memerah. Ribet harus menulis tanggal dan jam kapan memerah. Saya hanya menaruh sesuai urutan memerah dan menggunakan sistem FIFO (first in first out).

Susunan menaruh botol yang sudah berisi ASIP ini juga sudah saya informasikan ke seluruh anggota keluarga. Jadi dengan siapa pun (eyang atau ayahnya) dara kecil ditinggal sudah tahu. Bahkan kepada kedua kakaknya, supaya kalau dimintai tolong mereka dapat mengambilkan botol yang benar. Mana ASIP yang akan dikeluarkan terlebih dulu untuk diminumkan.

9 thoughts on “Aktivitas Memerah ASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.