Aksi Selamatkan Muslim Rohingya yang Berlangsung Damai

Kemarin siang pukul 13.30 saya dan tiga orang teman berangkat menuju Menteng, tepatnya ke jalan Agus Salim. Iya, kami berempat ingin mengikuti acara aksi solidaritas di depan kantor Kedubes Myanmar bersama komponen umat Islam lainnya. Sedikit tersendat perjalanan menuju lokasi, karena beberapa ruas jalan sudah mulai dipadati oleh massa yang ingin bergabung. Bahkan ada pula yang sudah ditutup oleh pihak kepolisian, untuk mengurai kemacetan yang tidak bisa dihindarkan. Mobil harus diparkir di seberang rumah sakit, tepatnya di jalan Sumbawa, Menteng. Selanjutnya kami pun harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 750 meter menurut ukuran dari google map supaya sampai di lokasi aksi solidaritas.

Mobil komando di tengah para peserta aksi solidaritas

Sesampainya di jalan Sutan Syahrir kumpulan massa sudah banyak, tepatnya di perempatan lampu merah mobil komando yang berisi para ulama sudah ada di sana. Dikelilingi oleh ribuan massa dari beberapa organisasi dan yang datang individu tidak dikoordinir oleh organisasi manapun. Kami pun merangsek maju mendekati mobil komando supaya bisa mendengar lebih jelas apa yang para ulama ucapkan. Langkah pun terhenti hanya kurang lebih 10 meter karena sudah terhalang oleh kaum bapak, di posisi ini pun kami sudah dapat mendengar dengan lebih baik apa yang diucapkan oleh para orator. Di kanan kiri tentu saja sudah penuh massa ada dari mahasiswa, LSM, partai politik (PKS), alumni gerakan 212, dll. Bahkan ada pemandangan seorang ibu yang mengajak serta anaknya yang masih dengan menggunakan baju sekolah TK nya pun ikut untuk menyuarakan protes kepada pemerintah Myanmar dalam aksi solidaritas.

Beberapa spanduk berisikan tuntutan

Tuntutan kami para peserta aksi solidaritas adalah untuk meminta pemerintah Myanmar menghentikan tindakan para biksu yang telah menghilangkan nyawa manusia dengan keji tanpa ada rasa peri kemanusiaan (genosida) kepada etnis Rohingya di Rakhine. Menyebabkan ribuan lainnya harus mengungsi menginggalkan tanah airnya sendiri ke negara tetangganya Bangladesh. Sementara tuntutan kepada pemerintah Indonesia adalah untuk dapat berperan aktif dalam melakukan diplomasi kepada pemerintah Myanmar untuk menghentikan kekejian kepada etnis Rohingya. Bahkan para ulama dari atas mobil komando meminta pemerintah untuk segera mengusir Dubes Myanmar yang ada di Indonesia. Selain itu juga meminta mengirimkan TNI dalam hal ini pasukan Garuda untuk membantu agar terciptanya perdamaian di Rakhine.

Para mahasiswa yang tergabung dalam HMI

Tuntutan kepada pemerintah yang berkuasa sekarang sangatlah sesuai dengan konstitusi negara ini, seperti yang ada dan tercantum dengan jelas di alinea keempat teks pembukaan UUD 1945. Yang isinya:

“Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada: ….”

Disela-sela orasi yang dilakukan harus terhenti untuk mengumandangkan dan mendengarkan azan sholat ashar. Setelah selesai kegiatan pun tetap dilanjutkan dan mobil komando yang berisi para ulama tetap berada di tempat. Tidak bergeser sedikit pun dari depan kantor kedutaan besar. Diikuti oleh para peserta aksi lainnya yang tetap setia dengan komando dan arahan dari para ulama. Bagi mereka yang belum menjamak sholat Dzuhur dengan Ashar dipersilahkan mencari tempat sholat sendiri. Sementara para ulama berorasi dan menyemangati para peserta aksi untuk terus menyuarakan pembelaan dan penyelamatan kepada muslim Rohingya. Terlihat beberapa shaf-shaf yang didirikan untuk menunaikan sholat ashar berjamaah di tengah jalan Sutan Syahrir. Jadi aksi umat Islam berlangsung aman, tertib, dan damai. Karena selama aksi solidaritas berlangsung, para ulama selalu mengajak peserta untuk selalu mengingat dan memohon bantuan hanya kepada Allah Swt melalui usaha berupa aksi solidaritas dan diiringi dengan lantunan doa. Sehingga niat aksi solidaritas ini murni diniatkan karena Allah untuk menolong saudara sesama muslim di Rakhine

Aksi solidaritas ini sesungguhnya digagas oleh Front Pembela Islam (FPI) yang dinamakan dengan Aksi Selamatkan Muslim Rohingya ini diikuti oleh berbagai komponen masyarakat. Mereka yang hadir membawa bendera organisasi yang menaunginya masing-masing. Aksi solidaritas dimulai dari titik kumpul di bundaran HI pada pukul 13.00 siang. Selain orasi, aksi solidaritas ini pun diisi dengan shalawatan dan ada pula pertunjukan teatrikal dari organisasi filiantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT). Sayangnya saya tidak berhasil mengabadikan pertunjukan teatrikal tersebut, karena letaknya yang begitu dekat dengan mobil komando.

Spanduk dari forum RT RW DKI Jakarta

Yang berhasil saya abadikan adalah kegiatan para peserta aksi yang sedang bersiap dan antri untuk wudhu dan ada pula yang sedang sholat ashar berjamaah. Ada pula beberapa orang yang melakukan aksi teatrikal entah apa tujuannya. Kebetulan saya tidak berminat untuk melihatnya dan mengetahui isinya :). Untuk menjaga keselamatan dan kesehatan ada beberapa organisasi yang mengirimkan bantuan ambulan untuk berjaga-jaga. Belum lagi bantuan dari perorangan yang menawarkan membelikan minum, menggratiskan roti maryam, membelikan permen anti masuk angin. Ah, umat Islam memang saling menyayangi kepada sesama makhluk. Apalagi kepada saudaranya yang muslim, tentu akan lebih sayang layaknya satu tubuh.

Mengantri untuk berwudhu

Melaksanakan sholat ashar berjamaah

Mobil ambulan yang berjaga-jaga

Aksi teatrikal beberapa orang

Aksi Selamatkan Muslim Rohingya yang Berlangsung Damai 

Entah selesai pukul berapa aksi selamatkan muslim Rohingya yang berlangsung damai pada tanggal 6 September 2017 kemarin. Kami tidak ikut serta di dalamnya hingga selesai, karena harus mencari mushollah untuk sholat ashar dan ada beberap hal yang harus dilakukan. Insyaallah, aksi solidaritas yang berlangsung kemarin berlangsung aman, tertib, dan damai seperti aksi-aksi damai lainnya yang telah berkali-kali dilakukan oleh umat Islam Indonesia pada tahun lalu. Yang begitu sangat dikagumi oleh presiden negeri ini dan dunia internasional.

Semoga kemudahan dan keberkahan akan selalu menjadi jawaban atas doa-doa umat Islam di Indonesia untuk saudaranya di Rakhine. Berharap kedamaian akan segera terwujud bagi etnis Rohingya dan Indonesia melalui pemerintah dapat membantu proses tersebut, Aamiin.

10 thoughts on “Aksi Selamatkan Muslim Rohingya yang Berlangsung Damai

  1. Alhamdulilah aksi berjalan damai di Jakarta., Buat saya di daerah hanya bisa melakukan aksi nyata pengumpulan dana karena orasi di daerah dinilai tidak efektif,. Yang sedang di ibukota mudah2an tetap terjaga semangat dan ukhuwahnya menjalankan aksi damai dan memohon pertolongan pada Allah Semata.

    • Aamiin, terutama menggugah pemerintah Myanmar agar menghentikan pembantaian dan segera memberikan hak kewarganegaraan kepada warganya itu

Leave a Reply to admin Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>