Adek Diantar Ayah Bunda di Hari Pertama ke Sekolah

Selalu seru dan ada cerita berbeda yang bisa dibagikan, saat hari pertama masuk sekolah. Bisa bilang begitu hanya untuk yang mengalami sendiri. Kebetulan baru saja saya mengantarkan anak di hari pertamanya dia ke sekolah. Kali ini bahkan cukup istimewa, karena berdua dengan suami.

Putri kecil yang satu ini sudah dipersiapkan dari beberapa bulan lalu. Saya perkenalkan dengan sekolahnya dan diberitahukan kapan mulai masuk sekolah. Dari masih malas menanggapi, jawaban yang berubah-ubah saat ditanya mau sekolah atau tidak. Di lain hari mulai berani memilih sekolah yang diinginkan. Dengan memilih di tempat kedua kakaknya sekolah dulu, yaitu PG dan TKIT Permata Bunda. Sampai dengan berani bilang: “Adek mau sekolah, bunda daftar ya.” Lalu sibuk menanyakan mana seragam sekolahnya 😃.

Setelah mendapatkan seragam dari sekolah, tas, dan alat tulis yang dibeli di pasar. Adek terlihat sangat senang. Dengan senyum malu-malu, dia terlihat semangat ingin segera sekolah di hari Senin. Saya cukup bahagia, karena melihat perubahan yang cukup baik ini. Berarti akan mudah meninggalkannya nanti di sekolah di hari pertama. Berharap adek akan semangat, berani, dan mau belajar mandiri di sekolah. Karena PG dan TKIT Permata Bunda mengajarkan kemandirian kepada siswanya, bahkan sejak hari pertama sekolah. Orangtua hanya boleh mengantar anaknya sampai depan gerbang sekolah. Tidak boleh menunggu di sekolah, walau anaknya meraung-raung, menangis, bahkan ngamuk.

Semalam sebelum tidur, saya pun mengingatkan adek kembali. Untuk segera tidur karena besok pagi akan mulai masuk sekolah. Kalau bangun saat Subuh, lalu sholat, pergi mandi. Lanjut pakai seragam sekolah dan sarapan pagi bersama kakak dan eyang. Tidak boleh nangis dan rewel saat dibangunkan. Maklum anak yang satu ini memang agak beda dengan kedua kakaknya. Kalau disuruh mandi lumayan butuh tenaga ekstra 😅.

Alhamdulillah tadi pagi seperti janjinya, tidak nangis saat dibangunkan ayahnya. Padahal sebelumnya sudah saya mulai bangunkan dan beritahu kalau harus bersiap untuk sekolah. Tapi masih belum mau bangun juga. Entah diapakan sama ayahnya, langsung mau bangun dan menyusul saya yang sedang menyetrika rok gadis kecil yang baru jadi dijahit kemarin sore. Tadi hampir saja ada drama jelang mandi pagi, karena mulai glendotan dan minta digendong. Alhamdulillah, mandi pagi tanpa drama dan lancar. Hingga dipakaikan seragam barunya. Bersedia saya foto bahkan ayahnya pun ikut antusias memoto. Giliran saya yang harus bersiap-siap untuk mengantarkan adek ke sekolah di hari pertama.

Seperti rutinitas biasanya, kakak-kakak diantar sekolah oleh ayahnya. Sejalan dengan ayahnya yang akan berangkat kerja. Begitu pula dengan hari ini, karena sudah kelas 4 dan 5. Untuk tahun ini saya tidak mengantarkan mereka di hari pertama masuk sekolah. Karena harus bersiap mengantarkan adek. Lagipula sudah ada ayah yang mengantar sekalian kerja. Saat bersiap tadi, ternyata suami tidak langsung pergi ke kantor. Balik lagi ke rumah, eh tumben 😅. Tidak tahunya suami mau mengantarkan anak kesayangannya ke sekolah hari pertama.

Adek Diantar Ayah Bunda di Hari Pertama ke Sekolah

Baru kali ini suami mau antar anak di hari pertama ke sekolah. Hmm perlakuan yang berbeda nih, kepada anak. Maklumlah adek memang anak ayah 😁😂. Jadi ayahnya juga menyempatkan dirinya untuk antar adek. Saat saya tanya: “Apakah izin di kantor untuk antar sekolah?” Iya, jawabnya. Kejutan dan cukup istimewa. Tentu saja saya senang karena, adek diantar ayah bunda di hari pertama ke sekolah.

Alhamdulillah, kali ini suami mau menyempatkan diri untuk antar. Jadi hari ini merupakan pertama kalinya adek diantar ayah bunda di hari pertama ke sekolah. Semoga menambah semangat untuknya belajar dan mandiri. Dengan menunggang Supra X, kami bertiga berangkat ke PG dan TKIT Permata Bunda. Dengan senyum dan penuh semangat, adek menggemblok tas punggungnya. Tidak lupa membawa gelas plastik berisi air minumnya. Kami pun mampir ke toko untuk membeli kue untuk bekal adek. Bolu kukus kesukaannya dan sosis solo, masing-masing berjumlah 2. Selesai beli kue, kami melanjutkan ke sekolah. Adek masih terlihat senyum senang.

Adek digandeng ayah menuju sekolah

Tibalah kami di depan gerbang sekolah PG dan TKIT Permata Bunda Jakarta. Adek turun dari motor dan saya bantu untuk menggemblokkan tas ke punggungnya. Dituntun ayah, adek menyeberangi jalan hingga sampai di depan gerbang. Kedatangan adek disambut oleh ibu guru. Karena orangtua hanya boleh antar sampai gerbang saja. Maka saya pun meminta adek untuk salim kepada ayahnya. Sampai sini, adek mulai mengkeret 😅 dan mulai pindah minta gandeng bunda. Ibu guru mulai membujuknya untuk masuk ke dalam sekolah. Tapi dia tidak mau, malah menggenggam tangan bunda lebih kuat lagi.

Saya pun membujuknya untuk masuk dengan mengantarkan ke dalam halaman sekolah. Sampai di depan ibu guru dan beberapa siswa baru yang sedang duduk. Melakukan kegiatan di karpet yang sudah disediakan. Sebagai cara untuk beradaptasi dengan suasana baru. Sebelum mulai beraktivitas di dalam kelas. Adek masih saja belum mau lepas dari bunda. Malah mulai memeluk kaki saya dan jongkok. Ayahnya pun sampai ikut masuk dan membujuknya. Tapi putri kecil tetap tidak mau. Beruntung ada ibu admin di PG dan TKIT Permata Bunda mau membantu. Menggendong adek dan membujuknya untuk mau bergabung dengan teman-teman barunya. Saya pun bilang kepadanya akan menunggu di luar di depan gerbang. Dan berhasil, adek bersedia gabung dengan teman-temannya.

Seperti janji kepada adek, saya pun menunggu di luar. Kebetulan di sebelah gerbang ada kursi panjang. Saya numpang duduk di sana sambil menunggu. Satu persatu, siswa baru mulai berdatangan. Aneka polah anak yang baru pertama kali sekolah. Akan membuat tersenyum bagi siapapun yang melihatnya. Saya berkesempatan untuk melihat aneka polah itu, saat duduk menunggu beberapa menit. Berikut ini beberapa polah anak taman kanak-kanak, yang baru mulai masuk sekolah:
1. Semangat dan percaya diri masuk ke dalam sekolah
2. Tidak mau masuk ke dalam, hanya berdiri di luar sendirian
3. Minta diantar sampai ke dalam
4. Minta ditunggui sampai anak masuk ke dalam
5. Mulai menangis, saat dilepas oleh orangtuanya
6. Awalnya diam dan baik-baik saja, kemudian ikut nangis saat mendengar temannya nangis.

Selamat belajar nak, ini adalah langkah awalmu untuk mengarungi dunia ilmu. Pergunakan waktumu dengan baik untuk belajar. Kelak bermanfaat bagimu di masa depan. Doa dan dukungan kami selalu mengiringi.

2 thoughts on “Adek Diantar Ayah Bunda di Hari Pertama ke Sekolah

Leave a Reply to Agung Gunawan Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>