Medali Pencapaian Pertama Ikut Lomba Sepeda Virtual

Medali pencapaian ikut lomba sepeda virtual jarak 341,14 km

Alhamdulillah, yang ditunggu-tunggu sejak sepekan lalu datang juga. Tadi siang jelang adzan sholat Jumat. Petugas pengirim paket mengantarkannya selamat sampai ke alamat rumah. Bentuknya kotak kecil layaknya sepucuk surat, cantik dan unik kemasannya. Saat dibuka, sebuah medali pencapaian pertama ikut lomba sepeda virtual ada di tangan. Atas jarak tempuh bersepeda yang berhasil dicapai, yaitu 341,14 kilometer. Nyaris 350 kilometer 😥. 

Ceritanya bermula dari beberapa bulan yang lalu. Di awal ketika masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap pertama diberlakukan. Seorang anggota whatsapp group (WaG) yang saya ikuti, menceritakan bahwa dia baru saja menyelesaikan lomba lari virtual. Kala itu hanya terbesit dalam pikiran, pertanyaan-pertanyaan. Memang ada ya lomba lari virtual? Maksudnya apa dan bagaimana? Tapi pertanyaan tersebut berlalu begitu saja. Hampir terlupakan karena berlalunya waktu. Namun ternyata pertanyaan tersebut tidak berhenti di situ. 

Beberapa bulan berselang dan telah memasuki masa PSBB Transisi. Tepatnya pada tanggal 23 Juli 2020, saya berhasil mendapatkan sedikit pencerahan. Dari  whatsapp group ekstrakurikuler dari sekolah anak-anak. Isinya tentu saja nomor ponsel para orangtua dan walinya. Guru olahraga mengirimkan dua selebaran elektronik. Satu selebaran berisi informasi kegiatan lari virtual untuk jarak 5 km dan 10 km. Selebaran berikutnya berisi informasi sepeda virtual untuk jarak 10 km dan 20 km. Keduanya diselenggarakan secara gratisan tanpa biaya. Dilihat dari penulisan wara (copywriting), tujuan penyelenggaranya adalah untuk membahagiakan peserta. Berkat dua selebaran itulah saya jadi tahu maksud lari dan sepeda virtual. Tapi saat itu masih belum tergerak untuk mengikuti salah satu kegiatannya. 

Memang tidak pernah ada sesuatu yang kebetulan dalam hidup ini. Mulai dari yang remeh temeh hingga urusan yang penting. Begitupun dengan kegiatan sepeda virtual ini. Seolah-olah alam menunjuk dan menggerakkan ke arah kegiatan itu. Karena jadi sering melihat selebaran semacamnya. Sampai saya akhirnya tergoda untuk ikutan salah satu, dari dua pilihan. Lari atau sepeda virtual. Berhubung sekarang ini sedang ngetren lagi sepeda di mana-mana dan tidak kuat kalau disuruh lari. Pilihan jatuh ke lomba sepeda virtual. 

Ikut Lomba Sepeda Virtual

Iya betul, saya memang ikut lomba sepeda virtual. Disebut lomba, karena dalam lomba harus ada yang kalah dan menang. Dalam lomba virtual, walau para peserta tidak saling ketemu, tidak bisa melihat berapa banyak lawannya. Tetap peserta akan mendapatkan medali kemenangan. Para peserta memang diharuskan berusaha menjadi pemenang. Karena telah berhasil mengalahkan lawan yang sangat tangguh. Siapa lagi kalau bukan lawannya, kalau bukan diri sendiri. Asal tahu saja mengalahkan diri sendiri bukanlah perkara mudah. Ini serius loh, berat sekali untuk mengalahkan diri sendiri. 

Kemalasan dan rasa bosan adalah lawan-lawan yang tidak kentara. Adanya di dalam diri kita masing-masing. Lawan tidak kentara inilah yang wajib kita tundukan. Sebagai peserta lomba virtual, supaya keluar jadi pemenang. Para pemenang dalam semua lomba virtual disebut finisher. Yaitu orang yang berhasil mencapai garis akhir. Berhak mendapatkan medali pencapaian. Karena berhasil mencapai garis akhir. 

Proses Lomba Sepeda Virtual

Sebelum mendaftar, saya mengajak saudara untuk ikut serta dalam lomba sepeda virtual, sekalian minta untuk dibayari 😅. Biar semakin ramai menjalani lomba virtual tentu menambah semangat. Hingga menyelesaikan lomba hingga garis akhir dalam waktu yang sudah ditentukan. Supaya disebut sebagai peserta, saya mendaftarkan diri secara daring. Setelah memilih akan ikut lomba sepeda virtual dan membayar sejumlah uang pendaftaran. Barulah proses lomba sepeda virtual dimulai, yaitu gowes sepeda. Oh iya, uang pendaftaran yang harus ditransfer pun berbeda jumlahnya. Kalau hanya ingin mendapatkan medali, tiap peserta membayar sebesar Rp119.000,00. Pendaftaran bervariasi ya, ada yang lebih murah atau lebih mahal lagi. Bila ingin memiliki jersey untuk menambah semangat saat menjalani lomba. Tentu ada harga yang harus dibayarkan lagi, sebesar Rp141.000,00. 

Ramadhan Mencerahkan dan Save Kangaroo

Pilihan lomba sepeda virtual sangat banyak, tergantung tema dan penyelenggaranya. Diantara tema yang ada, yaitu Indonesia Merdeka, New Normal, Ride to fight Covid-19, Gajah Sumatera, Ramadhan Mencerahkan, Save Kangaroo, dan lain-lain. Selain itu pilihan jarak tempuh pun bervariasi. Mulai dari jarak 25 km, 50 km, 100 km, 150 km, 300 km, dan 600 km untuk lomba sepeda virtual. Beda lagi untuk jarak tempuh lari virtual, yaitu 5 km, 10 km, 25 km, 50 km, 100 km, dan 200 km. Belum lagi bentuk medalinya yang bagus-bagus, dapat menambah semangat peserta. Terutama bagi pemula seperti kami yang baru pertama kali ikut serta dalam lomba sepeda virtual. Terus terang bentuk dari medali menjadi alasan pertama, saat memilih tema dan penyelenggara lomba. Saya memilih tema lomba Ramadhan Mencerahkan, dengan jarak tempuh yang harus ditaklukan sepanjang 50 kilometer. Sementara Save Kangaroo menjadi pilihan saudara dengan jarak tempuh sepanjang 150 kilometer.  

Gowes Sepeda Virtual

Walau namanya gowes sepeda virtual, tapi pada kenyataannya para peserta tetap harus benar-benar menjalani gowes. Bisa dilakukan menggunakan sepeda statis ataupun sepeda sungguhan di jalan. Jarak lomba yang sudah dipilih harus diselesaikan dalam waktu satu bulan, supaya berhasil mendapatkan medali pencapaian. Bila tidak berhasil diselesaikan, tentu saja medali tidak akan didapatkan. Kebetulan sekali gowes sepeda bukanlah hal baru bagi saya. Jadi tidak terlalu sulit untuk dijalani. Pertama kali gowes sepeda virtual dalam rangka lomba Ramadhan Mencerahkan. Dilakukan pada tanggal 10 Agustus 2020, pada pukul 08.45 pagi dengan tujuan Jl. Mahoni, Kayu Putih. Dengan waktu tempuh 22 menit 28 detik, berhasil gowes dengan jarak sejauh 6,16 kilometer. Lumayan sebagai pemompa semangat, mengawali gowes sepeda virtual. 

Jangan Lupa Gunakan Strava

Supaya penyelenggara tahu dan bukti para peserta memang menjalani lomba virtual. Wajib hukumnya untuk memasang aplikasi strava di ponsel masing-masing. Jarak pencapaian setiap kali gowes akan tercatat di strava dan dapat disetorkan kepada penyelenggara. Cara penyetoran jarak yang berhasil ditempuh, bisa dilakukan secara manual atau otomatis. Tergantung kesiapan dari penyelenggara. Cara manual dengan mengirimkan tangkapan layar strava dari ponsel. Bila penyelenggara sudah memiliki aplikasi sendiri dan sudah terhubung dengan akun peserta di strava. Maka jarak yang berhasil ditempuh akan otomatis tercatat di aplikasi milik penyelenggara. Jadi sebelum gowes jangan lupa gunakan strava, supaya jarak yang berhasil ditempuh tercatat. Saya sendiri pernah punya pengalaman dua atau tiga kali, lupa untuk menggunakan strava. Rasanya tuh gimana gitu. 

Keluar rumah langsung saja gowes, tanpa menggunakan strava. Pernah juga di tengah jalan ponsel mati karena kehabisan daya, jadi jarak tempuh yang dicatatkan tidak sesuai dengan yang sebenarnya berhasil dilalui. Jarak yang tidak tercatat lumayan sekali terlupa menggunakan strava. Ada yang 2 km ada yang 5 kilometer tidak tercatat, terjauh dan paling parah adalah 12 kilometer. Kejadian pada tanggal 21 Agustus 2020 pukul 06.45, pagi itu hanya ditemani oleh nona dan gadis kecil. Rute tempuh dari rumah lewat stasiun Manggarai, Pasar Jangkrik, Pasar Enjo, Pasar Induk Beras Cipinang, RS. Persahabatan. 

Kebetulan saat mendekati RS. Persahabatan, gadis kecil minta istirahat untuk minum. Sambil istirahat dan menunggu anak-anak minum, mengecek sudah berapa kilometer. Baru tersadar kalau belum menggunakan strava untuk mencatat. Sesampainya di rumah tercatat 19,99 kilometer yang berhasil ditempuh. Karena mengejar target, sengaja pagi itu setelah mengantarkan anak-anak pulang, saya melanjutkan gowes sendiri. Penasaran berapa jarak yang hilang karena tidak tercatat, diulang gowes dengan rute sama pada keesokan harinya. Ternyata yang lupa gunakan strava sejauh 12 kilometer. Jadi sebenarnya, hari itu saya berhasil gowes sejauh 31 kilometer lebih. Sebuah rekor pribadi, mendapatkan pencapaian terjauh dalam satu hari. 

Merubah Target Jarak Tempuh

Alhamdulillah, dalam waktu satu bulan akhirnya berhasil menyelesaikan lomba. Dari awal mendaftar lomba sepeda virtual dengan tema Ramadhan Mencerahkan target jarak tempuh 50 kilometer. Berhasil dilalui hanya dalam waktu empat hari saja, pada tanggal 14 Agustus 2020 target tercapai. Saudara yang mengambil jarak 150 kilometer belum tercapai targetnya, meminta saya untuk mengubah target jarak tempuh. Saya pun menghubungi penyelenggara, untuk merubah target jarak tempuh lomba sepeda virtual. Untungnya masih bisa diubah hingga 150 kilometer. Bahkan bisa dilanjutkan terus hingga sekuatnya bisa 300 kilometer atau 600 kilometer. Pilihan jatuh pada target jarak 150 kilometer pertama. Alhamdulillah target pun terpenuhi hanya dalam waktu singkat, yaitu 6 hari saja dari tanggal 15 Agustus 2020 berhasil mencapai target.

Medali Pencapaian Pertama Ikut Lomba Sepeda Virtual

Senangnya, Jumat kemarin berhasil mendapatkan medali pencapaian pertama ikut lomba sepeda virtual. Dengan tema Ramadhan Mencerahkan, target jarak tempuh 300 kilometer. Waktu satu bulan yang diberikan, sebenarnya waktu yang lebih dari cukup untuk menyelesaikannya. Saya saja hanya dalam waktu sepuluh hari berhasil mencapai target 150 kilometer. Itupun diselingi dengan tidak gowes setiap hari karena tidak enak badan. Berarti di atas kertas hitung-hitungannya, untuk target 300 kilometer bisa dicapai dalam waktu dua puluh hari. Alhamdulillah saya berhasil melampaui target 300 kilometer, yaitu 341,14 kilometer. Kurang 8,86 kilometer dari 350 kilometer target pribadi yang ingin dicapai.

Penyebabnya adalah badan yang selama satu bulan kemarin kurang fit. Jadinya sering sekali tidak gowes berhari-hari. Begitulah kondisinya, di tengah-tengah pemberlakuan PSBB di masa virus korona yang masih mengintai siapapun yang lengah. Saya mencoba menjaga kesehatan dan kewarasan, salah satunya dengan berolahraga mengikuti lomba sepeda virtual. Bagaimana dengan anda? 

Pilihan Membuka Rekening Tabungan BNI Syariah

Situs BNI Syariah

TIba-tiba terbesit keinginan untuk memiliki tabungan syariah. Bukan karena belum punya. Sebenarnya saya sudah pernah punya tabungan di beberapa bank syariah. Rekening tabungan syariah yang pertama kali dibuka adalah di bank Muamalat, sekitar tahun 2003. Selanjutnya pernah punya dan merasakan menjadi nasabah di bank  syariah lainnya. Berturut-turut adalah Bank Syariah Mandiri, BCA Syariah, dan BRI Syariah. Nasib semua rekening tersebut sekarang sudah ditutup, karena tidak pernah diisi 😅. Namanya juga usaha untuk menabung. Kalau harus tutup di tengah jalan. Sebab tidak ada yang bisa disetor, apa boleh buat. Eh, tapi masih ada rekening tabungan yang belum ditutup di BRI Syariah. Semoga tidak ditutup oleh sistem, karena sudah lama tidak melakukan penyetoran. 

Sebelum Membuka tabungan di Bank Syariah

Alasan ingin membuka rekening kali ini, adalah untuk menghindari biaya. Dalam arti, supaya kalau melakukan kegiatan mentransfer uang tidak kena biaya. Tahu sendirikan, tiap melakukan transfer antar bank dibebani biaya cukup lumayan. Jumlahnya antara 4500 sampai 6500 rupiah per transaksi. Alasan kedua, supaya punya rekening di bank syariah khusus untuk bertransaksi. Walau sudah punya preferensi, bank syariah mana yang akan dituju. Berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya. Saat memiliki tabungan dari beberapa bank syariah. Kali ini sebelum membuka rekening dan supaya nyaman ke depannya memiliki tabungan di bank syariah. Sengaja mencari informasi lebih dahulu melalui internet. Tiga hal dipertimbangkan sebelum membuka tabungan di bank syariah.

Biaya Administrasi dan Kartu

Hampir semua bank baik konvensional maupun syariah. Membebankan biaya administrasi dan kartu, yang nilainya lumayan. Bahkan kata seorang teman, uang tabungan bisa habis hanya untuk membayar biaya administrasi dan kartu. Tentu saja ini berlaku dan amat terasa bagi para nasabah yang jarang menabung. Apalagi saldo tabungan yang mengendap hanya sedikit jumlahnya. Dari pengalaman memiliki tabungan di BRI Syariah. Mulai dari buka tabungan pertama kali di tahun 2010 hingga sekarang. Bank ini tidak membebankan biaya administrasi dan kartu, kepada nasabahnya.

Fasilitas dan Jaringan ATM

Penggunaan ATM bagi pemilik tabungan di bank tentu tidak dapat dipisahkan. Dengan ATM memudahkan transaksi perbankan dilakukan oleh nasabah. Walau sekarang ini sudah ada fasilitas internet banking dan mobile banking. Dengan beragam manfaat yang dapat digunakan. Fasilitas ATM tetap tidak bisa tergantikan. Salah satunya adalah fungsinya sebagai kasir pribadi. Yang dapat memberikan pelayanan untuk tarik tunai uang. 

Jumlah dan jaringan ATM yang diberikan juga amat berpengaruh. Itu berarti pihak bank amat mengerti kebutuhan dari nasabahnya. Selain bank Muamalat, bank syariah yang ada biasanya memiliki bank konvensionalnya. Walau antara bank konvensional dan syariah sudah berbeda manajemen. Tetap saja ada beberapa bank yang memberikan fasilitas ATM sebanyak jaringan ATM bank konvensional. Sehingga menguntungkan nasabah, karena jumlah mesin ATMnya jadi lebih banyak. Selain itu, transaksi menggunakan ATM milik bank konvensionalnya tidak dikenakan biaya sama sekali. 

Kantor Pelayanan Bank

Entah kenapa, perkembangan bank syariah di Indonesia terkesan lambat sekali. Padahal pangsa pasarnya sudah sangat jelas. Yaitu umat muslim yang jumlahnya hampir 90% dari total penduduk. Namun sepertinya bank syariah diurus setengah hati, sehingga kemajuannya tidak begitu kentara. Beda sekali dengan bank konvensional, yang sangat memanjakan nasabahnya. Mulai dari jumlah kantor pelayanan, fasilitas ATM, fasilitas dan pelayanan lainnya. 

Kantor pelayanan bank syariah yang ada sekarang ini jumlahnya teramat sedikit. Dibandingkan dengan bank konvensionalnya. Mengatasi tersebut, akhirnya ada bank syariah yang memanfaatkan bank konvensionalnya. Untuk memberikan pelayanan kepada nasabah, dalam hal kemudahan bertransaksi. Salah satunya adalah untuk penyetoran uang tabungan. Hal ini tentu saja menggembirakan bagi para nasabah bank tersebut. Memudahkan nasabah untuk menabung, melalui kantor pelayanan bank konvensional yang terdekat dari rumahnya. 

Asalkan ada jaminan dari pihak bank syariah, bahwa layanan ini hanya sebatas menerima setoran uang tabungan saja. Selanjutnya untuk pengelolaan harus dilakukan oleh bank syariah yang bersangkutan. Agar prinsip syariahnya jelas dan tidak tercampur dengan bank konvensionalnya. 

Pilihan Membuka Rekening Tabungan BNI Syariah 

Mempertimbangkan ketiga hal penting dalam membuka tabungan bank syariah di atas. Saya pun menjatuhkan pilihan membuka rekening tabungan BNI syariah. Sebagai tempat membuka rekening dan menyimpan uang. Walau kantor pelayanan bank untuk membuka rekening pertama kali cukup lumayan jaraknya. Tapi kalau ingin menabung saya bisa menggunakan layanan dari BNi konvensional. Kebetulan letaknya cukup dekat dari rumah. Kurang lebih berjarak satu kilometer, jadi sambil jalan atau naik sepeda. Masih bisa dilakukan. Hitung-hitung nabung bonus bisa olahraga, supaya badan bergerak dan berkeringat 😊. 

Selain itu yang saya suka adalah saat melakukan salah satu transaksi antar banknya. Yaitu transfer dari BNI Syariah ke BNI konvensional atau sebaliknya tidak dikenakan biaya sama sekali. Ini salah satu fasilitas dan pelayanan yang membuat senang. Masih jarang bank syariah lain menerapkannya. Kebetulan suami memiliki rekening di BNI konvensional. Sebagai rekening untuk menerima gaji dari kantornya. Selama ini kalau beliau setoran uang belanja pasti terkena biaya transfer antar bank. Sebesar 4500 sampai 6500 per transfer, kalau dipikir-pikir lagi amat sayang mengeluarkannya. Setelah memiliki rekening baru di BNI Syariah, untuk urusan transfer mentransfer jadi bebas biaya. 

Cara Membuka Rekening Tabungan di BNI Syariah

Cukup mudah cara membuka rekening tabungan di BNI Syariah. Sebelumnya anda dapat mencari informasi di situsnya BNI Syariah. Tentang jenis tabungan yang dapat dipilih dari beberapa yang ditawarkan. Siapkan persyaratan administrasinya untuk membuka rekening tabungan, yakni KTP dan NPWP. Serta sejumlah uang yang akan disetor sebagai isi tabungan anda pertama kalinya. Jumlahnya tentu saja terserah, tapi perhatikan batas minimum yang harus disetor. Jumlahnya berbeda-beda tergantung jenis tabungan yang dipilih. Paling sedikit jumlah yang disetor sebesar 20 ribu rupiah, untuk jenis tabungan bernama Tabunganku. Bagi anda yang belum memiliki NPWP, bisa menggantinya dengan kartu keluarga. Jangan lupa untuk mendaftarkan diri anda secara daring terlebih dahulu. Melalui tautan membuka rekening tabungan secara daring, sebelum datang ke kantor BNI Syariah terdekat. 

Pengalaman saya pada tanggal 4 September 2020 lalu, langsung datang ke BNI Syariah di Rawamangun. Di luar disediakan wastafel lengkap dengan sabun pencuci tangan dan tisu. Diperuntukan bagi para pengunjung bank untuk mencuci tangannya. Baru masuk ke BNI Syariah sudah disambut oleh petugas keamanan di depan pintu. Yang meminta para pengunjung untuk melepas jaket yang dipakai dan menggantungkannya di rak yang sudah disediakan di luar. Kemudian ditanya untuk keperluan apa datang dan ditunjukkan tempat mengambil nomor antrean. Saat sedang duduk menunggu nomor antrean dipanggil, saya ditanya kembali oleh petugas keamanan. Apakah sudah membuka rekening secara daring sebelumnya? 

Ternyata tetap harus membuka rekening secara daring terlebih dahulu. Walau kita sudah datang ke bank. Untungnya tetap bisa dilakukan di banknya, tidak diminta kembali ke rumah lagi. Setelah membuka rekening secara daring, barulah nanti diproses oleh petugas bank. Berdasarkan kode dari QR code yang diberikan saat mendaftar di situsnya. Proses membuka rekening tabungan lumayan lama juga, entah kenapa ya? Tidak bank syariah tidak bank konvensional, urusan membuka rekening pasti membutuhkan waktu yang lama sekali. Bisa sampai satu jam, kalau diperhatikan. Dari dulu sepertinya belum ada bank yang berhasil memberikan terobosan baru, terhadap pelayanan pembukaan rekening tabungan. Coba ada ya, bank syariah yang dapat mempeloporinya. Pasti dapat meningkatkan pamor dari bank syariah di masa depan. 

Bingkisan di Hari Pelanggan Nasional

Rezeki memang terkadang tidak dapat diprediksi datangnya. Termasuk rezeki mendapatkan bingkisan dari BNI Syariah, Rawamangun. Selesai proses pembukaan rekening tabungan baru. Petugas pelayanan pelanggan memberikan tas kertas, berisi bingkisan di Hari Pelanggan Nasional (HPN). Alhamdulillah, senangnya. Sesampainya di rumah langsung dibuka, isinya lumayan banyak. Berupa perlengkapan yang sangat berguna di masa pandemi virus korona. Ada botol minum, satu set sujeo (sendok, garpu, sumpit), sedotan beserta pembersihnya. Ditambah lagi masker bahan motif batik, dan penyanitasi tangan. Ternyata saya datang dan membuka rekening tabungan di BNI Syariah, bertepatan dengan perayaan Hari Pelanggan Nasional. Niat baik membuka tabungan di bank syariah langsung diberi rezeki bingkisan di Hari Pelanggan Nasional, Alhamdulillah.

Bingkisan di Hari Pelanggan Nasional dari BNI Syariah

Kembali Menjalani PSBB

Pemerintah DKI Jakarta akhirnya harus menarik rem darurat di masa pandemi virus korona. Yaitu dengan memberlakukan kembali aturan ketat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Saya pribadi tidak terlalu kaget dengan kebijakan rem darurat ini. Karena di awal, saat pengumuman akan dimulai masa PSBB transisi. Pak Gubernur sudah memberi peringatan akan pemberlakuan rem darurat ini. Apabila masyarakat tetap tidak tertib dengan protokol kesehatan dan kondisi membahayakan. 

Sejak sosialisasi akan diberlakukan kembali PSBB, banyak sekali pro dan kontra terjadi. Baik di masyarakat maupun pihak pemerintah sendiri. Dalam hal ini pemerintah pusat, yang dinilai sering menjegal kebijakan pemerintah daerah. Yang lebih cepat tanggap menangani dan menghadapi pandemi virus korona. Presiden sendiri sudah berpesan untuk mengutamakan kesehatan. Namun dalam beberapa hari kemudian diubah lagi. Dengan meminta para Kepala Daerah, melakukan pembatasan per wilayah saja. Bukannya memberlakukan PSBB seperti yang akan dilakukan oleh DKI Jakarta. Tersirat dari kebijakan tersebut adalah khawatir roda ekonomi kembali berhenti. Entahlah, rakyat selalu dibuat bingung dengan kebijakan pemerintah sekarang. 

Sebagai rakyat terus terang ingin sekali mendengar satu kebijakan yang bagus dari pemerintah. Yang diinginkan hanya satu, kebijakan ramah dan untuk kepentingan seluruh rakyat. Tidak terkecuali dengan kebijakan dalam menangani pandemi korona. Semua orang ingin sehat dan memiliki kehidupan yang normal. Dalam arti mudah beraktivitas, baik untuk bekerja, sekolah, dan berkegiatan lainnya. Seperti sebelum adanya pandemi virus korona. Melihat kondisi pemerintah yang lebih dari enam bulan masih gagap dalam menangani pandemi ini. Tentu saja rakyat menjadi tidak menentu. Sudah masalah kesehatan merasa terancam setiap detiknya. Masih harus memikirkan masalah ekonomi. Banyak terjadi PHK, karena roda ekonomi tidak berjalan. Membuat tingkat kesejahteraan rakyat terhempas ke titik terendah. 

Kembali Menjalani PSBB

Bukan tidak mau untuk kembali menjalani PSBB. Hanya saja rakyat memikirkan, bagaimana untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sementara tidak ada jaminan dari pemerintah, untuk menanggung setidaknya kebutuhan pokok setiap rakyatnya. Dalam menghadapi masa pandemi ini. Berat sekali dan jadi serba salah bagi rakyat kecil. Padahal ingin sekali mematuhi peraturan untuk kembali menjalani PSBB. Apa daya, untuk memenuhi kebutuhan tetap harus keluar dari rumah. Kalimat yang sering terdengar selama masa PSBB. “Keluar rumah mati kena virus, di rumah saja mati kelaparan.”

Mematuhi Protokol Kesehatan

Akhirnya sesuai kemampuan masing-masing, dalam menjalani PSBB. Sambil tetap waspada dengan kondisi kesehatan. Jaga diri, keluarga, dan lingkungan supaya tetap sehat. Selalu mematuhi protokol kesehatan. Jangan pernah sembrono keluar rumah tapi tidak melaksanakan protokol kesehatan. Karena kita tidak akan pernah tahu, apakah dalam kondisi sehat. Atau malah sudah terpapar dan tertular. Banyak tersiar kabar orang tanpa gejala sakit apapun, ternyata sudah positif tertular. Herannya masih ada saja orang yang menyepelekan virus korona yang belum ada obatnya. Sebagai pengingat untuk diri saya sendiri dan keluarga. Saat kembali menjalani PSBB tahap kedua ini, protokol kesehatan yang harus dilaksanakan masih tetap sama, yaitu:

Gunakan masker

Saat kaki keluar pintu rumah, saat itulah penggunaan masker wajib hukumnya. Jangan pernah abai terhadap penggunaan masker ini. Tidak betah, iya sudah pasti. Kita harus bisa beradaptasi dengan lingkungan. Sudah ada waktu selama enam bulan pertama untuk belajar menggunakan masker. Saya termasuk yang harus belajar menggunakan masker. Alhamdulillah, bisa beradaptasi dengan baik. Padahal sebelumnya, paling anti pakai masker. Jangankan pakai masker, ada benda kecil dalam waktu sebentar. Ada di area depan lubang hidung, menghalangi nafas. Pasti langsung megap-megap, tidak tahan. Bagaikan ikan yang dikeluarkan dari air. 

Berdasar pengalaman, saya beri tips awal belajar menggunakan masker. 

  1. Jangan pernah berpikir saat ingin memakai masker. Langsung saja pakai dan berkativitas
  2. Jangan pernah izinkan mengeluarkan perasaan. Maksudnya, memakai masker jangan dirasa-rasa. Bila perasaan mulai muncul, alihkan dengan kegiatan
  3. Jangan pernah melihat masker yang dipakai. Kadang ada saja rasa iseng ingin melihat masker yang sudah dipakai. Usahakan untuk tidak bercermin saat ingin dan sedang memakai masker. Supaya tidak memunculkan perasaan tidak nyaman
  4. Pilihlah bahan masker yang nyaman untuk diri anda. Jangan menggunakan masker dari bahan yang berbulu atau membuat alergi di kulit
  5. Pakai masker jangan terlalu kencang. Biarkan masker sedikit longgar saat menutupi hidung dan mulut. Supaya tidak terasa pengab dan masih mudah untuk bernafas
  6. Nafaslah yang normal. Bernafaslah dengan normal melalui hidung. Jangan khawatir tidak bisa bernafas. Bila diinginkan, bisa dibantu dengan bernafas melalui mulut. Ini dilakukan agar, tidak timbul perasaan kekurangan oksigen
  7. Jangan memaksakan diri. Sebagai permulaan, ambil waktu pendek-pendek saja saat menggunakan masker. Bila memungkinkan, anda bisa mengendurkan atau melepaskan masker sebentar. Lihat kondisi sekeliling sebelum melakukannya. Pastikan tidak ada orang lain dalam jarak dekat dengan anda. Setelah merasa sudah dapat bernafas seperti biasa dan nyaman. Jangan lupa untuk menggunakan masker anda kembali.

Cuci Tangan

Jangan lupa untuk selalu cuci tangan, apabila bersentuhan dengan orang. Atau dengan benda-benda yang diperkirakan pernah dipegang oleh banyak orang. Tentu saja gunakan sabun saat cuci tangan dan segera bilas dengan air bersih. 

Penyitasi Tangan

Selalu sediakan penyitasi tangan, sebagai pengganti cuci tangan dengan sabun dan air bersih. Dapat dilakukan saat ingin membersihkan tangan tapi tidak tersedia air bersih. Sediakan selalu di tas atau kendaraan pribadi anda. Sebaiknya penyitasi tangan ini digantung di luar tas, supaya tidak kontak dengan bagian lainnya. 

Langsung Mandi dan Ganti Pakaian

Pastikan cuci tangan lebih dulu sebelum masuk ke dalam rumah. Segera lanjutkan dengan  mandi dan cuci rambut hingga bersih. Selesaikan dengan mengganti dan menggunakan pakaian bersih. Jangan mengerjakan dan melakukan hal lain terlebih dulu. Apalagi bersentuhan dengan anggota keluarga lainnya yang berada di dalam rumah. 

Kami sekeluarga insyaallah akan selalu melaksanakan protokol kesehatan selama masa pandemi virus korona. Walau terasa merepotkan dan mengganggu, tetap dilakukan. Melaksanakan protokol kesehatan, bermanfaat tidak hanya untuk pribadi, tapi juga demi melindungi keluarga tercinta. Dalam skala lebih besar, sekaligus untuk menjaga lingkungan sekitar kita. Lakukan dengan ikhlas supaya terasa ringan dan tidak stres. 

Mari jalani masa sulit, di tengah pandemi virus korona ini dengan tetap berbahagia. Beri dukungan kepada Gubernur DKI Jakarta, dengan mematuhi panduan kembali menjalani PSBB. Jangan pernah mengabaikan dan menganggap kalau pandemi ini hanya isapan jempol. Selalu optimis, kondisi ini akan segera berlalu. Doakan pula para tenaga kesehatan agar selalu dalam kondisi sehat. Mudah-mudahan akan segera ditemukan obat dan anti virusnya. Terpenting, selalu yakin Allah Swt. akan memberi jalan keluar untuk kita semua.

Tetap jalani peran masing-masing sebagai pegawai, pelajar, pebisnis dengan mengupayakan selalu di rumah. Seperti saya, saat ini sedang senang menjalani kegiatan dari rumah. Rasa bosan tentu ada, kalau sudah begitu bermain dengan anak sebagai hiburan. Permainan papan bisa menjadi pilihan bermain dengan anak di dalam rumah. Bersepeda pun bisa jadi alternatif, selain sebagai hiburan juga menyehatkan badan.

Gowes Pagi ke Velodrome

Pagi tadi seusai sholat Subuh, kami sekeluarga pun bersiap-siap. Gowes lagi dengan anggota tim komplit. Ayah, bunda, kakak pertama, kakak kedua, dan adek. Masing-masing menggunakan sepedanya sendiri. Kecuali adek yang masih harus dibonceng. Sebenarnya anak lima tahun itu sudah bisa gowes sepeda sendiri. Hanya saja masih geyal-geyol dan belum mengerti bahayanya gowes di jalan. Demi keamanan, tetap dibonceng. Walau dia merengek minta gowes sendiri. 

Seperti beberapa pekan yang sudah kami lalui, gowes bersama ini tanpa rencana. Padahal sudah dari semalam janjian untuk gowes. Tapi jarang sekali menetapkan tujuan akan gowes ke mana. Kecuali saat ingin gowes ke Monas beberapa pekan yang lalu. Memang sudah direncanakan sejak malam. Bahkan sudah sempat diobrolkan sejak beberapa hari sebelumnya dengan anak-anak. Gowes pagi tadi pun sama, yang penting keluar rumah saja dulu. 

Kami gowes pun harus mematuhi protokol kesehatan. Menggunakan masker adalah kewajiban saat melangkahkan kaki keluar rumah. Penyanitasi tangan tidak ketinggalan, selalu menggantung di sepeda. Tidak lupa, botol berisi air untuk minum pun harus selalu dibawa. Setelah lengkap, kami pun mengawali gowes dengan membaca doa. Ini penting sekali, karena memohon perlindungan saat di perjalanan. Tahu sendiri kan, gimana kondisi jalan di Jakarta. Belum lagi perilaku dari para pengendara kendaraan bermotor. Tidak punya aturannya sama sekali. 

Rute gowes dari rumah langsung menuju jalan Ahmad Yani. Kami jalan berurutan, saya yang memimpin. Diikuti kakak pertama, kakak kedua, dan terakhir adalah suami. Pertimbangan saya yang berada di depan, karena ada adek yang bonceng. Jadi harus ada orang yang berada di belakang. Untuk memberitahukan, kalau-kalau adek duduknya miring, kakinya terlalu mepet ke ban, atau mengantuk. Mendekati perempatan lampu merah Rawamangun, saya menghentikan laju sepeda. Bertanya ke suami dan anak-anak, ke mana tujuan gowes kali ini. Saya dan suami berjarak tiga sepeda, belum lagi menggunakan masker. Membuat pembicaraan harus sedikit berteriak. Ditambah bantuan isyarat tangan supaya jelas. 

Suami mengisyaratkan tangannya ke arah kanan. Itu berarti kami akan menuju ke arah jalan Pemuda. Kondisi lalu lintas belum terlalu ramai, tapi kendaraan sudah banyak juga yang melintas. Bahkan kalau masih pagi, banyak yang sembarangan. Mulai dari melanggar lampu lalu lintas, melaju dengan kecepatan tinggi. Membuat jeri untuk melintas dengan menggunakan sepeda. Apalagi dengan anak-anak yang masih berusia di bawah 12 tahun. Kami pun menunggu di depan SPBU setelah lampu lalu lintas. Saat lampu berwarna merah untuk kendaraan yang melintas di jalan Jend. Ahmad Yani. Barulah kami berani menyeberang, menuju lampu merah berikutnya. Yang berada di perempatan jalan Pemuda. 

Gowes Pagi ke Velodrome

Berhasil menyeberang ke jalan Pemuda perjalanan diteruskan, menuju arah Pulogadung. Mendekati Velodrome kami pun sempat berhenti, untuk berembug kembali. Tidak jauh dari replika peti mati lengkap dengan jenazah di atasnya. Diputuskanlah akan gowes pagi ke Velodrome. Dengan catatan, kalau tidak antrean saat memasukinya. Untuk menghindari berkumpul dengan banyak orang dalam satu waktu. Gowes pun dilanjutkan kembali menuju Velodrome. Tinggal belok kiri saja di perempatan. Belum terlalu antre untuk memasuki kawasan saat rombongan kami tiba. 

Pertama Kali Memasuki Kawasan Velodrome 

Ini merupakan kesempatan pertama kali memasuki kawasan Velodrome bagi saya. Setelah dibangun dalam rangka perhelatan Asian Games di Indonesia. Pada tahun 2018 yang lalu, supaya berstandar internasional. Sementara suami dan anak-anak sudah pernah sebelumnya. Kawasan Velodrome sudah tidak asing lagi bagi saya. Dahulu Velodrome merupakan gelanggang olahraga yang berada di Rawamangun. Di dalamnya tersedia kolam renang. Saat masih duduk di sekolah dasar. Pelajaran olahraga renang, diajarkannya di kolam renang Velodrome. Kini namanya berubah menjadi Jakarta International Velodrome. 

Protokol Kesehatan Diterapkan

Protokol kesehatan diterapkan saat memasuki gerbang kawasan Velodrome. Ada petugas yang memeriksa suhu semua orang yang akan melewati gerbang. Selanjutnya diperintahkan untuk mencuci tangan. Menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir dari kran. Sudah disediakan wastafel di kanan dan kiri gerbang. Bagi yang membawa penyatisi tangan sendiri, diperbolehkan tidak cuci tangan dengan air. Termasuk kami yang malas antre cuci tangan dengan air kran. Tetap membersihkan tangan, menggunakan cairan penyanitasi tangan sendiri.

Velodrome dan Asian Games

Selesai membersihkan tangan, langsung diarahkan oleh petugas untuk ke jalur sepeda. Tapi kami minta izin untuk berfoto di depan arena stadion Velodrome. Tentu saja kesempatan masuk ke kawasan ini untuk pertama kalinya. Jangan sampai melewatkan sesi foto 😅. Dengan latar belakang arena Jakarta International Velodrome. Sebagai bentuk kebanggan tersendiri. Indonesia memiliki arena sepeda bertaraf internasional. Sudah dipakai dalam ajang bergengsi pula. Apalagi kalau bukan Asian Games 2018 ke-18, yang diselenggarakan di Jakarta dan Palembang. Velodrome dan Asian Games memang tidak bisa dipisahkan. Menjadi sejarah, di mana Velodrome dijadikan arena bersepeda bertaraf internasional. Ajang olahraga bergengsi ini, menjadi salah satu prestasi yang patut dibanggakan oleh kita bangsa Indonesia. 

Fasilitas untuk Pengunjung

Sayangnya, para pengunjung Velodrome tidak diizinkan untuk masuk dan mencoba trek sepedanya. Bisa hancur dalam waktu singkat kalau sampai diizinkan untuk umum 😅. Tahu sendirikan bagaimana perilaku dari bangsa ini. Jadi rombongan kami dan pengunjung lainnya hanya diperbolehkan untuk mengitari arena balap sepeda dari luar. Selain itu pengunjung dapat mempergunakan fasilitas untuk pengunjung lainnya yang disediakan. Ada lapangan basket, trek untuk lari, joging, atau jalan. Para goweser yang lelah bisa juga memarkirkan sepedanya di tempat parkir khusus sepeda. Untuk kenyamanan pengunjung, selain toilet juga disediakan mushollah. Lengkap dengan tempat berwudhunya bagi umat muslim. Buat anda yang ingin melihat dari dekat Velodrome. Langsung saja datang, jangan khawatir dikenai biaya. Karena semuanya gratis untuk umum. 

Tiga kali putaran saja kami mencoba mengitari Velodrome. Ternyata, semakin siang, pengunjung yang ingin masuk semakin banyak. Berarti akan semakin banyak orang yang akan berkumpul. Demi keamanan, kami memutuskan untuk segera keluar. Menghindari kumpulan banyak orang yang ingin berolahraga. Setelah berada di luar gerbang, terlihat antrean pengunjung yang ingin memasuki kawasan Jakarta International Velodrome. Gowes dilanjutkan menuju jalan Bangunan, sempat berhenti sebentar untuk membeli kelapa muda. Melewati jalan H. Ten dan menyeberang menuju jalan Pramuka. Sebenarnya saya masih ingin melanjutkan perjalanan sampai ke Matraman. Sebelum pulang ke rumah, sayangnya gadis kecil sudah kelelahan. 

Perjalanan terpaksa dipangkas, rombongan belok masuk ke jalan Kayumanis. Menyusuri sepanjang rel kereta, sebelum belok lagi menuju rumah. Gowes Ahad pagi ternyata hanya berhasil menempuh jarak 13,84 kilometer saja. Dari target jarak 20 kilometer yang ingin dicapai. Biasanya kalau belum mencapai target 20 kilometer saya akan melanjutkan gowes sendiri. Kali ini tidak dilakukan, mengingat masih memboncengkan putri kecil yang terkantuk-kantuk di belakang sepeda. Mulai di jalan Pramuka dia sudah mulai mengantuk, karena tertiup angin pagi yang sejuk. Sesampainya di rumah langsung segar kembali. Minta izin supaya diperbolehkan main sepeda sendiri 😅.

Transaksi Logam Mulia Melalui Web

Halaman depan web logam mulia

Akibat adanya pandemi virus korona yang semoga segera hilang. Hampir seluruh kegiatan usaha mulai beralih ke daring. Salah satunya adalah kegiatan transaksi jual beli. Yang tadinya hanya melakukan transaksi bertemu, kini melalui daring. Awalnya sebuah situs hanya berisikan informasi harga dan jenis barang yang dijual. Kini menambah fungsinya, yaitu transaksi jual beli. Bahkan transaksi hanya bisa dilakukan melalui situs yang telah disediakan. Transaksi di tempat ditiadakan, sebagai upaya untuk mencegah terjadinya pengumpulan orang. Dalam jumlah banyak dalam waktu dan tempat yang sama. 

Diantara yang melakukan perubahan itu adalah PT Antam Tbk. Sekarang ini, transaksi logam mulia melalui web. Sebelum adanya pandemi, setiap transaksi harus dilakukan di Butik  Emas LM yang berada di jalan pemuda. Kecuali yang bertransaksi brankas logam mulia memang sudah secara daring. Kini setiap orang yang ingin membeli logam mulia dari PT Antam Tbk diharuskan bertransaksi melalui webnya. Saya pernah mencoba mendatangi Butik Emas, ternyata memang tidak melayani transaksi di tempat. Oleh petugas keamanan yang berjaga di pintu gerbang diinformasikan kalau tidak melayani pembelian di tempat. Padahal ada beberapa orang yang terlihat sedang antre di tempat yang biasanya untuk parkir motor. 

Setelah ditanyakan kepada petugas keamanan, ternyata yang duduk antre adalah orang-orang yang hendak mengambil emas. Sehari sebelumnya mereka sudah melakukan transaksi, baik membeli (memesan) atau menjual LM melalui webnya yang beralamat di logam mulia. Jadi sebenarnya tidak secara daring keseluruhan transaksi ya. Bagi anda yang ingin membeli logam mulia sebaiknya segera membuka webnya. Ikuti petunjuk di bawah ini sampai selesai, hingga berhasil melakukan transaksi secara keseluruhan. Jangan lupa luangkan waktu untuk segera melakukan transfer uang. Karena setiap pembeli hanya diberikan waktu 45 menit saja untuk mentransfer. Melewati waktu yang telah diberikan, maka transaksi akan dianggap batal.

Tahu sendiri dong, persediaan logam mulia di PT Antam Tbk, ternyata tidak selalu tersedia. Walaupun memiliki uang banyak untuk membeli. Tapi tidak ada logam mulia yang tersedia untuk dijual. Tetap saja anda tidak bisa membelinya. Belum lagi harganya yang selalu berubah-ubah, mengikuti tren harga emas internasional. Naik turun harganya, lumayan loh nilainya. Seperti yang saya perhatikan pada hari Kamis kemarin. Harga emas batangan yang tertulis di web, adalah Rp1.019.000,-. Harganya mengalami kenaikan, dibandingkan hari sebelumnya. Sebesar Rp8000,- untuk setiap gramnya. Keesokan harinya, yaitu Jumat. Logam mulia antam, mengalami penurunan harga, dari harga di hari Kamis. Sebesar Rp7000,- untuk setiap gramnya. Menjadi Rp1.012.000,- harga logam mulia per gram. 

Transaksi Logam Mulia Melalui Web

Jadi kalau memang sudah niat ingin investasi atau menabung logam mulia. Langsung saja transaksi logam mulia melalui web. Jangan menunggu harga turun, karena belum tentu harganya akan turun. Bisa jadi hari ini harganya turun, sementara anda tidak jadi membeli. Karena berharap esok hari akan mengalami penurunan harga kembali. Ternyata keesokan harinya malah mengalami kenaikan harga yang begitu tinggi. Bismillah saja, mau berapapun harga yang tertera langsung dibeli. Berarti segitulah rezeki untuk anda, semoga ke depannya akan dimampukan membeli logam mulia berapapun harganya, aamiin. Langsung saja dibaca panduan transaksi logam mulia melalui web:

Buat Akun Baru di webnya

Buka lebih dahulu webnya logam mulia. Bila belum pernah melakukan transaksi, anda harus membuat akun baru terlebih dulu. Atau langsung masuk dengan menggunakan akun anda yang telah terdaftar. Anda bisa menggunakan akun gmail atau facebook untuk mendaftarkan akun baru. Caranya dengan mengklik salah satu tombolnya, gmail atau facebook. Cara kedua untuk membuat akun baru yaitu dengan mendaftarkan akun surel yang anda miliki. Setelah berhasil membuat akun, jangan lupa lengkapi data diri sesuai dengan KTP. Diantaranya: nama, alamat, nomor rekening, dan nama bank.

Buat akun baru atau langsung masuk

Tekan Tombol Beli Emas

Akan terbuka layar beli emas, layaknya toko daring. Yang menampilkan berbagai macam ukuran berat dan harga logam mulia yang bisa dipilih. Mulai dari 0,5 gram sampai dengan 1000 gram emas batangan. Setelah diputuskan ingin membeli ukuran berat dengan jumlah berapa batang. Selanjutnya klik tombol tambah ke keranjang. Bila di awal tadi anda belum masuk menggunakan akun yang terdaftar. Maka di langkah ini akan dibukakan layar untuk anda masuk menggunakan akun yang terdaftar atau mendaftar akun baru.

Toko emas logam mulia yang bisa dipilih

Keranjang Belanja

Semua ukuran berat dan jumlah yang ingin dibeli sudah masuk ke dalam keranjang belanja anda. Di layar ini akan terlihat jumlah yang harus dibayar termasuk Pajak yang dibebankan. Sejak tahun 2017 untuk pembeli yang memiliki NPWP akan dibebankan pajak sebesar 0,45%. Sementara yang tidak mencantumkan NPWP akan dibebankan pajak sebesar 0,9%. Padahal sebelumnya logam mulia termasuk jenis investasi yang termurah, termudah dan teraman. Alasannya karena tidak dikenai pajak. Bila berubah pikiran atas jumlah dan ukuran logam mulia yang ingin dibeli. Tekan tombol kembali berbelanja, yang akan mengembalikan ke layar beli emas. Tekan tombol checkout bila anda merasa cukup puas dengan belanjaan yang ada di dalam keranjang.

Keranjang belanja logam mulia

Dikirim atau Diambil

Logam mulia yang sudah dipesan bisa anda ambil sendiri di butik terdekat dengan rumah anda. Pilihan lainnya bisa menggunakan kurir untuk mengantarkan belanjaan logam mulia anda. Tentu ada tambahan sejumlah uang yang harus dibayarkan lagi. Ada dua pilihan kurir, pertama menggunakan Paxel untuk jumlah belanjaan di bawah 25 gram. Kedua menggunakan kurir RPX untuk belanjaan di atas 25 gram. Jangan lupa untuk mencentang kotak kecil. Yang menyatakan “Saya setuju dengan syarat dan ketentuan milik Logam Mulia.” Selanjutnya tekan tombol bayar sekarang.

Tranfer Pembayaran

Jangan lupa segera selesaikan proses transaksi yang sudah dilakukan. Anda diberikan waktu selama 45 menit untuk mentransfer sejumlah uang sesuai invoice. Bila lewat dari waktu yang diberikan, tentu saja pesanan dan pembelian dibatalkan. Kesempatan anda untuk memiliki logam mulia pada hari itu bisa jadi tidak akan bisa terlaksana. Karena, bisa jadi jumlah persediaan logam mulia yang akan dijual sudah habis terjual semua. Transfer ke akun virtual dari bank yang telah bekerjasama dengan Logam Mulia. Diantaranya BCA, BRI, Bank Mandiri, dan Bank Permata.

Proses selesai tinggal menunggu transfer pembayaran

Bila anda telah melakukan transfer pembayaran, tunggu beberapa saat. Karena sistem tidak langsung memperbaruinya. Di riwayat pemesanan, statusnya masih menunggu pembayaran. Butuh waktu sekitar 10-15 menit, barulah transaksi logam mulia melalui web yang anda lakukan dianggap telah selesai. Statusnya akan berubah menjadi pembayaran selesai. Perlu diingat, pemesanan atau pembelian hanya akan dilayani setiap Senin-Jumat dari pukul 09.00 sampai pukukl 15.00. Di luar jam tersebut transaksi tidak dapat diproses. Selamat berbelanja, eh berinvestasi dan menabung 😊.

Ikut Pembuatan SIM Kolektif

Desain SIM Pintar terbaru sejak 2019

Alhamdulillah, akhirnya bisa punya SIM lagi, setelah dua tahun lamanya. Tidak pernah mengira sebelumnya, kalau bisa ikut pembuatan SIM kolektif. Sempat lontang lantung tidak punya SIM itu tidak enak. Ini akibat lupa memperpanjang SIM dan baru sadar setelah lewat beberapa bulan. Jadi malu sendiri, karena pernah menertawakan tante sendiri. Kebetulan saat itu tante yang sedang berkunjung ke rumah bercerita. Kalau belum lama habis mengurus SIMnya yang telat diperpanjang. Nah, saat itu saya menertawakannya. Bahkan mempertanyakan, kok bisa sampai kelewat gitu. 

Eh, saya pun mengalami nasib yang sama dengan tante, lupa untuk memperpanjang SIM. Malah sampai kelewat jauh sekali. Dari masa berlakunya habis, kalau tidak salah sampai enam bulan lamanya. Nasib, kalau SIM sudah kelewat masa berlakunya, walau hanya satu hari. Harus membuat baru lagi dan dilakukan di Satpas Daan Mogot sana. Kebayang dong jauhnya, panasnya, antrenya, tesnya, dan uangnya. Yang ada bawaannya malas untuk membuat SIM. 

Pernah juga, tanya-tanya dan cari informasi. Membuat SIM melalui biro jasa, yang katanya tinggal foto saja. Tapi sanksi, mengingat pengalaman dahulu kala. Saat pertama kali membuat SIM. Begitu pula saat mendapatkan cerita dari suami. Katanya kalau menggunakan biro jasa pembuatan SIM, tinggal foto dan pasti lulus. Nyatanya tetap harus ikut ujian tertulis, tes kesehatan (mata), dan ujian praktek. Sampai menghabiskan waktu lama, dari pagi hingga sore. Kebayang capeknya. Padahal sudah mengharap, datang langsung foto lalu pulang. 

Makanya sampai dua tahun lebih malas mau membuat SIM. Masih menunggu momen dan kesempatan. Lagi pula, jarang-jarang ada kesempatan nyetir sendiri. Selama dua tahun itu pula, tanpa berbekal SIM kalau harus nyetir. Jangan ditanya setiap kali nyetir, pasti rasanya ya deg-degan dan takutlah. Namanya juga melakukan pelanggaran. Tapi setiap diminta untuk nyetir, saya meminta jaminan dulu sama yang nyuruh. Kalau diberhentikan sama polisi, nanti diurusi ya. Alhamdulillahnya, sudah sampai Lampung dan Palembang, tanpa ada SIM. Jangan ditiru ya 😅. Maafkan ya Pak Polisi. Insyaallah tidak diulang lagi, kan sekarang sudah punya SIM. 

Ikut Pembuatan SIM Kolektif

Tidak disangka, saya bisa ikut pembuatan SIM kolektif. Yang dikoordinir oleh pihak kelurahan. Informasinya kebetulan dari ibu sendiri, yang didapat dari tetangga. Kebetulan tetangga ini, orangnya aktif di kelurahan, macam ibu-ibu PKK gitu deh. Apalagi pernah menjabat jadi ibu Ketua RW. Pasti masih ada hubungan dengan pihak kelurahan. Ibu mendapatkan informasinya, saat belanja di warung milik anaknya mantan RW ini. Jadilah saya ikut mendaftarkan diri. 

Uang yang harus dikeluarkan lumayan besar untuk ikut pembuatan SIM kolektif. Bandingkan saja, biaya resminya hanya 120 ribu sementara kalau ikut SIM kolektif 760 ribu. Selisihnya luar biasa bukan? Walau selisih uang yang begitu besar, banyak peminat yang ikut pembuatan SIM kolektif, termasuk saya. Daripada harus mengurus sendiri dan tidak ada jaminan lulus ujian lalu mendapatkan SIM. Bahkan dari cerita banyak orang, ada yang sampai 3 kali atau lebih mengurus sendiri pembuatan SIM. Belum juga berhasil mendapatkan SIM. Tidak tahu gagalnya di mana. Pada akhirnya, pilihan terbaik adalah dengan ikut pembuatan SIM kolektif.

Selama ini saya memang belum pernah tahu atau dengar. Kalau di kelurahan tempat tinggal, ada pembuatan SIM kolektif. Baru kali ini dengar dan ikut. Proses pembuatan SIM yang dikoordinasi oleh Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) sangat cepat. Dari mulai mendaftar pada tanggal 20 Agustus sampai waktu pelaksanaan, hanya tiga hari saja. Memang sih saat saya mendaftar sudah hari terakhir waktu pendaftaran. Syarat kalau ikut pembuatan SIM kolektif sangat mudah. Cukup dengan memberikan fotokopi KTP sebanyak 4 lembar kepada panita. Selanjutnya tinggal mengikuti arahan dari panitia, mulai dari keberangkatan hingga berada di Satpas. Sempat kaget juga, saat tanya kapan waktu pelaksanaan ke Daan Mogot. Dijawab Minggu ini. Yang dimaksud minggu ini ternyata hari Ahad, bukan pekan. Baiklah, lebih cepat lebih asyik. Peserta yang ikut pembuatan SIM kolektif ada kurang lebih 160 orang. Terbagi menjadi dua kloter, pagi dan siang. 

Pagi hari, ada dua bus disediakan untuk mengangkut peserta Ke Daan Mogot. Dua bus yang disediakan untuk keberangkatan pagi, sudah ada di depan kelurahan sejak pukul 6 pagi. Saya sempat melihatnya saat gowes pagi. Sisa peserta diberangkatkan siang hari dengan satu bus. Karena mendaftar di hari terakhir, jadinya saya mendapat giliran siang hari, yang akan diberangkatkan jam 11 siang dari Kelurahan. Sepulang dari gowes, badan sempat sedikit menghangat. Khawatir juga kalau nanti diperiksa suhu badan dan disuruh pulang ke rumah. Menghindari hal tersebut, saya pun minta diantar suami ke Daan Mogot. Kami pun berangkat dari rumah sekitar pukul 11 lewat sedikit. Perjalanan cukup lancar, sampai juga ke Satpas Daan Mogot. Walau sempat kesasar ke Samsat Daan Mogot. Untung tidak jauh nyasarnya, hanya kurang ke depan lagi sejauh 2 kilometer.  

Satpas Sim Polda Metro Jaya di Daan Mogot

Sesampainya di Satpas Daan Mogot, akan disambut dengan tulisan selamat datang di Satpas (SIM) Polda Metro Jaya. Saat kami masih mencari tempat parkir, terlihat bus yang membawa rombongan mulai memasuki Satpas Daan Mogot. Saya pun berbaur dengan rombongan untuk mendapatkan keterangan. Bersama-sama kami rombongan peserta yang akan membuat SIM kolektif, masuk ke dalam aula untuk menunggu. Prosesnya sangat cepat, tidak sampai satu jam sepertinya. Saat menunggu, nama saya pun dipanggil petugas. Diberikan formulir untuk diisi dan langsung cek melihat. Setelah diisi formulir, masih menunggu yang lain untuk diberikan pengarahan terlebih dulu. Tidak lama pengarahan yang diberikan oleh petugas, hanya kurang lebih lima menit.

Isi pengarahan untuk mengingatkan peserta, saat di foto nanti akan ada dua layar monitor. Satu menghadap petugas satunya lagi menghadap peserta. Akan ditampilkan data diri peserta pembuat SIM, yang harus diteliti. Supaya tidak ada kesalahan saat dicetak, bisa minta diperbaiki kalau ada yang salah. Karena kalau ada kesalahan, maka tidak akan bisa diperbaiki. Kecuali harus membayar kembali. Selesai pengarahan, seluruh peserta digiring ke ruangan besar untuk foto. Ada sembilan bilik terbuka untuk foto, bilik A sampai bilik I. Tapi hari itu tidak semua bilik diisi oleh petugas. Hanya ada tiga bilik saja yang beroperasi.

Proses mengambil foto tidaklah lama. Masing-masing peserta yang telah mengumpulkan robekan kertas formulir yang diisi sebelumnya. Diharuskan menunggu gilirannya dipanggil. Hanya butuh waktu kurang dari dua menit saja setiap peserta berada di bilik. Benar apa yang diinfokan oleh petugas saat pengarahan. Ada dua monitor di setiap bilik, satu menghadap peserta. Saat berada di dalam bilik tiap peserta memeriksa identitas data diri. Supaya tidak ada kesalahan. Saat mata tertuju pada kolom pendidikan, ada yang aneh di sana. Kolom pendidikan terisi berbeda, saat saya tanya kepada petugas. Malah dijawab, tidak akan tertulis di SIM. Tanpa berusaha untuk menggantinya. Ya sudahlah daripada harus berlama-lama, diamkan saja.

Setelah memeriksa data diri, saya pun diminta untuk merekam sidik jari. Hanya jari tangan kanan saja yang direkam. Selanjutnya difoto, pastikan penampilan anda rapi dan baik ya. Supaya hasil foto yang dicetak di SIM jadi bagus. Sesuai pesan petugas, jangan sampai nyesel fotonya jelek terpampang selama lima tahun di SIM 😅. Oh iya, ada yang tertinggal, petugas juga berpesan agar tanda bukti pembayaran ikut pembuatan SIM Kolekti jangan sampai hilang. Berjaga-jaga bila SIM dalam waktu sehari, tiba-tiba hilang. Maka bisa minta untuk dicetak ulang, tanpa kena biaya lagi.

Biasanya SIM langsung jadi, tapi berhubung pembuatan secara kolektif. Jadinya dikoordinasikan oleh pihak LMK dan diambil di kelurahan keesokan harinya (Senin). Tidak apalah, toh SIMnya belum mau dipakai dalam waktu dekat. Dilihat dari grup WA, mulai hari Senin sudah banyak peserta yang mengambil SIMnya di kelurahan. Saya kebetulan baru hari Selasanya bisa mengambil ke ruangan LMK di kelurahan. Baru tahu juga kalau ternyata LMK memiliki ruangan tersendiri di kelurahan. SIM baru sudah ada di tangan, sudah tidak deg-degan lagi nantinya kalau harus nyetir 😁.

Semoga tidak akan lupa lagi saat sudah waktunya perpanjangan SIM. Karena lebih mudah mengurus SIM perpanjangan dibandingkan dengan membuat baru. Perpanjangan bisa melalui daring (online), bisa dibaca di  perpanjang SIM Online yang mudah dan cepat. Sementara membuat SIM baru harus ke Satpas Daan Mogot. Belum lagi untuk biaya yang dikeluarkan, pastinya lebih besar lagi.

Beda SIM Baru dan Lama

Tampilan SIM yang sekarang berbeda loh dari sebelumnya. Dari mulai desainnya, warna, hingga data yang ditampilkan. Kalau saya pribadi lebih suka tampilan yang lama sih. Yuk, temui beberapa perbedaan yang ada di SIM baru:

Desain dan warna

Kalau yang lama latar SIM berwarna putih dengan bertuliskan SIM sebagai latar. Sekarang latar berwarna abu-abu, di bagian atas ada warna merah dan putih ber-glitter. Sepertinya sebagai lambang bendera merah putih. Bertuliskan Indonesia, di bawahnya ada keterangan surat izin mengemudi. Lengkap dengan logo kepolisian di samping kiri. Tidak ketinggalan tulisan huruf A besar berwarna hitam, menandakan SIM A. Ada pula tambahan gambar peta Indonesia sebagai latar.

Foto diri dan masa berlaku SIM

Yang terbaru, foto diri ditampilkan dua kali. Posisi foto pertama yang berwarna, masih ditempat yang lama yaitu sebelah kiri. Sementara tambahannya ada disebelah kanan bawah dengan ukuran yang lebih kecil dan berwarna hitam saja. Masa berlaku berada di bawah foto kecil berwarna hitam. Sebagai tambahan, masa berlaku SIM keluaran terbaru telah diubah. Kalau dulu mengikuti tanggal lahir, sekarang mengikuti kapan SIM tersebut dicetak dan dikeluarkan. Jangka waktu tetap sama, yaitu selama lima tahun. SIM saya dan seluruh peserta yang ikut pembuatan SIM kolektif. Masa berlakunya sama dan akan habis pada tanggal yang sama pula, yaitu tanggal 23 Agustus 2025.

Tanda tangan dan cap sidik jari

Dahulu tanda tangan pemilik SIM berada di sebelah kanan bawah, setelah cap sidik jari. Sekarang tanda tangan berada di bawah foto diri yang berwarna. Sementara untuk cap sidik jari telah ditiadakan.

Isian data diri

Sudah tidak ada judul isian data, seperti nama, alamat, tempat tanggal lahir, tinggi, pekerjaan, no SIM, dan masa berlaku. Semua judul hilang digantikan dengan angka 1 sampai dengan 6. Dilanjutkan dengan isian data diri. Tulisan jalan (Jl.) yang biasa dituliskan saat membuat alamat dihilangkan. Langsung nama jalannya saja. Tinggi badan dihilangkan diganti dengan golongan darah dan jenis kelamin di sampingnya. Terakhir diisikan wilayah kepolisian yang mengeluarkan, karena SIM saya buat di Jakarta, maka tertulis Metrojaya. Semuanya tertulis dengan huruf besar semua, seperti SIM lama.

Penambahan kolom golongan darah dan jenis kelamin, menurut saya sangat bagus. Membantu apabila pemilik SIM membutuhkan pertolongan (darah) saat mengalami kecelakaan. Seharusnya ada satu baris lagi untuk kolom agama. Sangat penting untuk mengurus jenazah, bila pemilik SIM mengalami kecelakaan dan meninggal. Supaya jenazahnya diurus sesuai dengan agama yang dianutnya. Utamanya bagi umat muslim, yang ada hukum pengurusan jenazahnya. Di mana harus dimandikan, diwudhukan, dikafani, dan dikuburkan sesuai syariat agama Islam. Semoga ke depannya bisa dicantumkan kolom agama di SIM.

Barcode dan tanda tangan pejabat yang berwenang

Keberadaan keduanya sudah ditiadakan dari desain SIM yang baru.

Sisi belakang SIM dan hologram

Berubah dari berwarna biru muda menjadi abu-abu tua, desain hologramnya pun berubah. Saya pribadi lebih suka desain hologram yang lama, karena bila digerakkan akan terlihat warna pelangi. Sementara yang baru hanya akan terlihat warna hijau. Tulisan ketentuan pidana diganti dengan perhatian.

Sisi belakang SIM dan hologram

Secara keseluruhan saya lebih suka desain dan warna SIM yang lama dibandingkan yang baru ini. Bagaimana pendapat anda lebih suka yang mana? Tapi pertanyaan yang terpenting adalah, apakah anda sudah memiliki SIM sebagai syarat kepatuhan sebagai seorang pengemudi? Saat mengambil SIM di kelurahan kemarin, panitia dari LMK sempat memberi bocoran kalau SIMnya bisa digunakan sebagai uang elektronik. Karena sudah ditanam chip di dalam kartunya, jadi dapat digunakan untuk alat pembayaran elektronik, salah satunya membayar tol.

Sepulang dari kelurahan langsung cari informasi di dunia maya, untuk menghilangkan rasa penasaran. Ternyata benar SIM keluaran baru ini bernama SIM pintar dan diluncurkan secara resmi pada tanggal 22 September 2019 yang lalu. Boleh juga nih kapan-kapan coba untuk isi dan digunakan membayar tol. Tapi kok rasanya khawatir hilang ya SIMnya. Nanti malah repot lagi kalau sampai hilang. Tahu sendirikan, kalau soal mengurus administrasi luar biasa ribetnya. Tapi pilihan tetap di tangan anda masing-masing. Apakah ingin menggunakan SIM sebagai alat pembayaran atau tidak. Yang penting perlu hati-hati, jangan sampai ketelingsut dan akhirnya malah repot sendiri.